
Salah satu anak bawah Rangga menghadap.
"Siang pak," Pak Jono membungkukkan badan untuk memberi hormat.
"Siang." Rangga sinis.
"Lapor, bos. Saya sudah menemukan Nyonya dan anak-anak." Kata Pak Jono.
"Benarkah, baik kita langsung ke lokasi. Jangan sampai mereka kabur lagi." Rangga merasa senang.
"Akhirnya ku menemukanmu, sayang." Batin Rangga.
Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Ku berharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu hingga ujung usiaku
__ADS_1
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku
Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)
Miliki aku dengan segala kelemahan ku (segala kelemahan ku)
Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku ('tuk mencintaiku)
Di Sisi Lain
Aku dan Vino sedang membuat makan siang, sedangkan Vina menjaga anak-anak. Vino bukan membantu aku memasak, tapi mengganggu aku memasak. Bahan-bahan semua hancur gara-gara Vino.
"Vino, lebih baik Loe keluar sana temani Vina jaga anak-anak dari pada Loe bikin tambah ribet." Aku kesal.
"Hehehe... Gue cuma mau bantu Loe, maaf ya Loe jangan marah. Ijinkan Gue di sini menemani Loe masak aja, please." Vino memohon.
"Baiklah, awas Loe jangan macam-macam." Aku memperingatkan Vino.
"Iya, cantik." Vino.
__ADS_1
Aku melanjutkan memasak kali ini di bantu 2 ART, Vino terus menatap Reina.
"Rei, hari demi hari Loe tambah cantik. Sayang Loe sudah ada yang punya, seandainya saja waktu dapat berputar kembali dan dengan cepat Gue menyatakan perasaan Gue, sebelum suami Loe menyatakan. Sangat beruntungnya suami Loe mendapatkan bidadari cantik, pintar masak dan mengurus anak-anak dengan telaten." Vino menyandarkan kepalanya di kedua tangan Vino dan senyum-senyum ngga jelas.
Aku tidak memperdulikan Vino yang sejak tadi menatap ku, aku malah fokus memasak.
Beberapa jam kemudian, masakan telah selesai. Aku menata nasi dan lauk-pauk ke atas meja makan, sedangkan Vino memanggil Vina dan anak-anak.
Si kembar sangat antusias melihat lauk pauk di atas meja makan, begitu banyak lauk pauk favorit mereka.
"Mommy, yang terbaik." Adline memeluk ku.
"Terima kasih, sayang." Aku mencium kening Adline.
Selesai makan siang, kami menuju ruang keluarga. Seperti biasa Vino terus aja mengjahili ku. Di Saat ku ingin membalas Vino, ada seseorang yang sedang menatap ku dengan tajam.
ya orang itu adalah Rangga. Dia menghampiri ku.
"Ya Allah, apa yang harus ku lakukan." Batin ku.
"DEDDY!!!." Teriak senang Si kembar, mereka berlari menghadap Rangga.
"Hai, Kids." Rangga memeluk dan mencium Si kembar. Ku lihat Vino dan Vina terdiam.
Aku masih marah atas perilaku Rangga, lalu aku beranjak pergi ke kamar. Aku meneteskan air mata.
__ADS_1
"Kenapa dia begitu cepat menemukan ku, sedangkan aku masih butuh ketenangan. Aku harus gimana lagi. Percuma aku berlari Dia pasti akan cepat menemukan ku, apa aku harus hadapi Dia." Batin ku