Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Akhirnya Ku Menemukanmu


__ADS_3

Salah satu anak bawah Rangga menghadap.


"Siang pak," Pak Jono membungkukkan badan untuk memberi hormat.


"Siang." Rangga sinis.


"Lapor, bos. Saya sudah menemukan Nyonya dan anak-anak." Kata Pak Jono.


"Benarkah, baik kita langsung ke lokasi. Jangan sampai mereka kabur lagi." Rangga merasa senang.


"Akhirnya ku menemukanmu, sayang." Batin Rangga.


Akhirnya 'ku menemukanmu


Saat hati ini mulai merapuh


Akhirnya 'ku menemukanmu


Saat raga ini ingin berlabuh


Ku berharap engkaulah


Jawaban segala risau hatiku


Dan biarkan diriku


Mencintaimu hingga ujung usiaku

__ADS_1


Jika nanti ku sanding dirimu


Miliki aku dengan segala kelemahan ku


Dan bila nanti engkau di sampingku


Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku


Jika nanti ku sanding dirimu (sanding dirimu)


Miliki aku dengan segala kelemahan ku (segala kelemahan ku)


Dan bila nanti engkau di sampingku (di sampingku)


Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku ('tuk mencintaiku)


Di Sisi Lain


Aku dan Vino sedang membuat makan siang, sedangkan Vina menjaga anak-anak. Vino bukan membantu aku memasak, tapi mengganggu aku memasak. Bahan-bahan semua hancur gara-gara Vino.


"Vino, lebih baik Loe keluar sana temani Vina jaga anak-anak dari pada Loe bikin tambah ribet." Aku kesal.


"Hehehe... Gue cuma mau bantu Loe, maaf ya Loe jangan marah. Ijinkan Gue di sini menemani Loe masak aja, please." Vino memohon.


"Baiklah, awas Loe jangan macam-macam." Aku memperingatkan Vino.


"Iya, cantik." Vino.

__ADS_1


Aku melanjutkan memasak kali ini di bantu 2 ART, Vino terus menatap Reina.


"Rei, hari demi hari Loe tambah cantik. Sayang Loe sudah ada yang punya, seandainya saja waktu dapat berputar kembali dan dengan cepat Gue menyatakan perasaan Gue, sebelum suami Loe menyatakan. Sangat beruntungnya suami Loe mendapatkan bidadari cantik, pintar masak dan mengurus anak-anak dengan telaten." Vino menyandarkan kepalanya di kedua tangan Vino dan senyum-senyum ngga jelas.


Aku tidak memperdulikan Vino yang sejak tadi menatap ku, aku malah fokus memasak.


Beberapa jam kemudian, masakan telah selesai. Aku menata nasi dan lauk-pauk ke atas meja makan, sedangkan Vino memanggil Vina dan anak-anak.


Si kembar sangat antusias melihat lauk pauk di atas meja makan, begitu banyak lauk pauk favorit mereka.


"Mommy, yang terbaik." Adline memeluk ku.


"Terima kasih, sayang." Aku mencium kening Adline.


Selesai makan siang, kami menuju ruang keluarga. Seperti biasa Vino terus aja mengjahili ku. Di Saat ku ingin membalas Vino, ada seseorang yang sedang menatap ku dengan tajam.



ya orang itu adalah Rangga. Dia menghampiri ku.


"Ya Allah, apa yang harus ku lakukan." Batin ku.


"DEDDY!!!." Teriak senang Si kembar, mereka berlari menghadap Rangga.


"Hai, Kids." Rangga memeluk dan mencium Si kembar. Ku lihat Vino dan Vina terdiam.


Aku masih marah atas perilaku Rangga, lalu aku beranjak pergi ke kamar. Aku meneteskan air mata.

__ADS_1


"Kenapa dia begitu cepat menemukan ku, sedangkan aku masih butuh ketenangan. Aku harus gimana lagi. Percuma aku berlari Dia pasti akan cepat menemukan ku, apa aku harus hadapi Dia." Batin ku


__ADS_2