Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Kebahagiaan si kembar


__ADS_3

"A... A... Ku... Mmm... Hamil lagi, Sayang." Kataku tersenyum.


"Yang benar, Sayang." Rangga nggak percaya.


"Iya, Sayang my hubby." Aku memegang tangan Rangga.


"Terimakasih, Sayang." Rangga memelukku dan mencium kening ku.


Sore, aku sudah di bolehkan pulang oleh Dokter. Karena badan aku masih lemas, Rangga menggendong ku ala bridal style. Aku jadi teringat hamil pertama Rangga, dia begitu antusias dan selalu menuruti ngidam ku.


Tiba dirumah. Si kembar, orangtua ku dan Rangga sudah berkumpul menunggu kepulangan ku.


"Mommy..." Si kembar langsung memeluk ku.


"Aku senang sekali, akhirnya aku akan menjadi kakak." Adline semangat.


"Aku juga Mommy, aku janji akan menjadi abang yang selalu melindungi Mommy dan adik." Tambah Adlan semangat.


"Jadi, cuma Mommy nih." Rangga agak cemburu.


"Deddy harusnya melindungi kami semua, karena Deddy kepala rumah." Jelas Adlan membuat semua orang tertawa.


"Sudah-sudah, biarkan Mommy mu istirahat ya." Mama ku membawa si kembar keruang keluarga.


"Iya, Oma." Serentak Si kembar.

__ADS_1


"Princes Papa selamat, ya. Papa senang banget bisa miliki cucu lagi." Papa dan memelukku.


Karena badanku masih lemas, Rangga menggendong ku hingga kekamar.


Keesokan Harinya di pagi yang cerah, Adlan dan Adline sudah ribut pagi-pagi hanya untuk menemui ku.


"Mommy..." Serentak Adlan dan Adline yang dari tadi mengetuk pintu.


Ketika pintu di buka oleh Rangga, Si kembar langsung berlari menuju ku sambil membawa bingkisan.


"Mommy, ini dari Lin-lin buat Mommy dan Adik." Adline memberikan bungkusan berwarna pink.


"Ini apa sayang?." Kataku lirih.


"Buka aja, Mom." Adline senang, duduk di samping kanan ku. Aku membuka bingkisan Adline.


"Sekarang dari Abang Lan-Lan." Adlan memberikan bingkisan warna biru dan duduk di sebelah kiri ku. Aku membuka bingkisan Adlan.


"Subhanallah, Sayang. Terimakasih Mommy sangat suka." Aku mencium kening Adlan. Kado Adlan sebuah baju gamis warna biru Navy.


"Kok cuma Mommy doang yang di kasih Hadiah, buat Deddy ngga." Rangga pura-pura marah.


"Mommy kan lagi hamil ade kami, memang Deddy bisa hamil." Sinis Adline.


"Mommy bisa hamil karena Deddy yang produksi." Rangga mendekati Adline. Sebelum si kembar banyak tanya, aku mengalihkan.

__ADS_1


"Sudah-sudah, Mommy mau mandi. Anak-anakku yang cantik dan ganteng, kalian kebawah nemuin Oma dan Opa, ya." Aku mencium pipi si kembar.


"Ok, Mommy." Serentak Adlan dan Adline.


Adlan dan Adline sudah turun ke bawah menemui Oma dan Opanya.


"Yank, kamu jangan seperti itu kepada anak-anak." Kata ku menatap Rangga.


"Ya, Yank. Aku cuma menggoda mereka, karena mereka antusias banget mendengar kami hamil ade lagi. Maaf ya, Yank." Rangga memelukku.


"Mandi yuk, Yank. Aku lagi mau mandi bareng kamu." Aku melepas pelukan Rangga.


"Dengan senang hati, My Queen in love." Rangga langsung mengendong ku dan menuju kamar mandi.


Kami melakukan adegan panas di kamar mandi, karena aku sedang hamil Rangga melakukan sangat pelan-pelan dan hati-hati.


Disisi lain.


"Apakah Adlan dan Adline sangat senang punya ade?." Mama Rangga


"Senang Banget, Oma." Serentak.


"Kalian nanti harus jaga ade dan ajarkan ade sesuatu yang benar." Mama ku.


"Siap Oma." Serentak.

__ADS_1


Mohon dukungannya, ya. Jangan lupa Like, Vote dan komentarnya. Terimakasih sudah mampir. 😘😘😘


__ADS_2