Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Penjelasan


__ADS_3

Author Pov


Betapa senangnya melihat kedua anakku sedang bermain di sawah di temanin dua cucu laki-laki Mang Jaja.



Tawa mereka perlahan-lahan melupakan masalah yang sedang aku hadapi. Di sini Aku dan Kedua anakku hidup berkecukupan dan makan seadanya. Untungnya Adlan dan Adline tidak rewel atau risih, malah mereka sangat antusias bisa bermain di alam bebas.


Hari sudah semakin siang, tapi udara di sini terasa sejuk. Aku mengajak anak-anak pulang. Kami pun pulang kerumah Mang Jaja. Ku lihat di rumah Mang Jaja banyak orang dengan berbadan kekar dan berjas hitam.


"Apa Mang Jaja, punya hutang." Pikir ku.


Sebelum aku masuk, aku memandikan Adlan dan Adline ke kamar mandi yang letaknya di belakang rumah. Setelah aku memandikan Adlan dan Adline. Kami masuk kedalam rumah menuju pintu ke belakang.


"Didi." Teriak Serentak Adlan dan Adline. Aku kaget.

__ADS_1


"Anak-anakku, aku sangat merindukan kalian." Rangga menciumi Adlan dan Adline.


"Nak, pakai baju dulu." Aku berusaha tegar, walau hati ini masih tak mau ketemu Rangga.


"Yank..." Rangga berdiri di bantu oleh dua pengawalnya. Aku lihat Rangga begitu pucat wajahnya dan tak terurus. Aku hanya senyum sinis aja.


"Adlan dan Adline sama kakek dulu, yu." Mang Jaja menggendong Adlan dan Adline. Di ruang tamu hanya ada Aku dan Rangga.


"Yank, aku kangen kamu. Ngga ada kamu di samping ku hidup ku merasa hampa." Lirih Rangga.


"Yank, Maafin aku. Aku jelasin kalau cewek yang di restoran itu adalah Wina, dia adalah mantan ku dan relasi bisnis ku. Aku sudah kasih tau kalau aku sudah menikah dan punya anak. Dia merasa tidak terima dan mengancam ku bila aku ngga cium dia, kamu mau menyakiti kamu dan anak-anak. Aku ngga mau kamu sakit, dengan terpaksa aku menuruti keinginan dia. Dan tiba-tiba kamu datang. Aku langsung mendorong Wina dan langsung mengejar kamu. Aku tak ada perasaan lagi dengan Wina, yang di hati ku cuma satu yaitu kamu dan anak-anak. Aku sangat mencintai kamu. Aku mohon percayalah padaku." Rangga berlutut dan meneteskan air mata. Ku lihat mata Rangga sangat tulus tak ada kebohongan. Aku tak tau harus bagaimana. Aku juga tak tega melihat Rangga yang pucat.


"Aku sudah memaafkan mu, tapi aku harus menata kembali puing-puing di hati ku." Aku memegang tangan Rangga.


"Terimakasih, sayang. Aku sangat mencintai mu." Rangga memeluk ku.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya. Makan dulu maaf nih cuma seadanya aja." Kata Bi Siti istri Mang Jaja.


"Maaf merepotkan." Kata Rangga yang masih memeluk ku.


"Cie... Cie... Mimi dan Didi pacalan." Serentak ledek Adlan Adline, membuat aku malu.


"Anak Didi tau dari mana kata pacaran." Rangga mencubit gemas hidung Adlan dan Adline.


"Iyat d tipi." Ucap polos Adlan dan Adline serentak. Kami menyantap makan siang. Kulihat Rangga begitu lahapnya makan.


"Tuan sudah seminggu ngga makan, dan sempat di infus." Bisik Mang Jaja. Mendengar kata Mang Jaja aku merasa bersalah tak mau mendengar penjelasan Rangga.


Hari sudah semakin sore.


"Yank, lepasin aku mau mandi nih." Kata ku yang dari tadi Rangga memeluk ku.

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya.


__ADS_2