Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Seperti Pengantin Baru


__ADS_3

"Sayang, berjanjilah kamu ngga akan meninggalkan ku lagi, karena aku ngga sanggup berpisah dari mu." Rangga memegang kedua tangan ku.


"Tergantung, kalau kamu ngga berulah." Aku melepaskan tangan Rangga, ketika aku ingin beranjak berdiri. Rangga menarik tangan ku, hingga jatuh di atas tubuh Rangga. Kedua mata kami saling bertemu dan detak jantung pun juga berdetak bersamaan.


"Sayang, aku kangen banget sama kamu. Bolehkan aku minta jatah ku? kasihan Steven sudah terlalu lama ngga pulang kerumah." Bisik Rangga. Aku mengangguk dan malu.


Sumpah perkataannya Rangga membuatku malu, sebenarnya aku juga mau. Tapi malu banget, padahal sudah punya anak aku tetap masih malu.


"Sayang, kamu gemesin banget." Rangga menggendong ku ala bridal style sambil mencium bibir ku.


Sampai di ranjang Rangga meletakkan ku pelan, lalu melepaskan pakaian ku dan pakaiannya.


"Steven pulang." Teriak Rangga melihat rumah yang sangat di rindukan. Kamu melakukan pergulatan hingga jam 4 dini hari, karena hasrat yang di rindukan akhirnya kesampaian.


"Terimakasih, sayang. Punya mu tambah menggiurkan, membuatku tambah kecanduan." Rangga menciumi kening ku.


"Yah, karena Steven ngga mau pulang jadi rumahnya sempit dech. Hehehe...." Kata ku tertawa.

__ADS_1


"Aarrgghhh... Kamu sangat menggemaskan, jadi pengen lagi." Rangga sudah di atas ku.


"Cukup, sayang. Aku lelah dan Mrs V aku sakit, Steven tambah besar sih." Aku mendorong tubuh Rangga.


Rangga turun dari tubuh ku, lalu melihat Mrs V ku agak bengkak dan kemerahan.


"Maafkan aku, sayang. Bis enak sih." Kata Rangga.


Rangga menggendong ku ke kamar mandi dan merendamkan tubuh ku di air hangat.


"Astaga, sayang. Kamu pakai celana kenapa, itu steven mu kelihatan bikin malu tau." Aku menutup mata, karena Steven Rangga besar dan panjang.


"Ngapain malu, kamu kan sudah pernah merasakan dan mendapat hasil lagi. Kalau kamu mau lagi, aku dengan senang hati melakukan lagi." Ucap Rangga menggoda ku.


Rangga langsung menindih badan ku, kami melakukan pergulatan semalam.


Selesai mandi, kami sholat subuh berjamaah. Aku senang Rangga sudah berubah, biasanya aku yang bangunkan sholat, ini sekarang dia berinisiatif mengajakku sholat. Setelah sholat subuh kami melanjutkan tidur kembali.

__ADS_1


Waktu sudah menunjukkan jam 10 pagi, Rangga dan Reina masih tidur, karena mereka baru tidur jam 5 subuh.


"Adlan dan Adline, Mommy dan Deddy belum bangun juga?." Tanya Vino menghampiri Si kembar sedang menggambar.


"Iya, Oom." Adline melihat Vino sebentar, lalu melanjutkan menggambarnya. Adlan tidak menghiraukan Vino, dia tengah asyik menggambar.


"Iya, kakak ngga biasanya. Kak Reina bangun siang, apalagi semalam kak Reina tidak meniduri Cayra. Jadi aku semalam yang meniduri Cayra, Kak. Untung Cayra anaknya pintar, dia ngga rewel." Vina menggendong Cayra.


"Dasar mereka, itu seperti pengantin baru aja. Tega mencuekan anak-anaknya." Vino menggeleng-geleng kepalanya.


"Mang apa yang mereka lakukan, kak?." Vina polos.


"Entar kamu juga ngerti, dek." Vino mengelus rambut sang adik.


"Ih, Kakak mah. Rambutku jadi berantakan." Vina kesel.


"Sini biar kakak rapikan lagi." Vino merapikan rambut Vina. Adiknya sangat manja kepada Vino, ketika kedua orangtua mereka meninggal karena kecelakaan. Vina selalu menempel Vino berada, dia sangat takut sendirian. Karena akan mengingatkan kejadian yang merenggut nyawa kedua orangtuanya.

__ADS_1


__ADS_2