Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Aksi Kembar 3


__ADS_3

"Iya, Deddy saat ini Deddy sangatlah menyesal. Hidup sendiri tanpa istri dan anak-anak Deddy, di hati kecil Deddy sangat merindukan mereka. Walau Deddy masih belum mengingat mereka." Rangga masih menangis.


"Kalau seandainya saat ini, Deddy ketemu mereka bagaimana?." Tanya Daffa menatap Rangga.


"Deddy akan memeluknya dan mencium mereka." Kata Rangga.


Si Kembar A mendengar itu ingin rasanya menghampiri Deddynya.


"Apa anak kembar Deddy seperti kami?." Tanya Daffi.


"Tidak, satu laki dan satunya perempuan."


"Apa seperti mereka?." Daffa menujuk Si kembar A yang pura-pura bermain bola. Rangga menoleh yang di tunjuk Daffa.


Rangga berdiri dan berlari mendekati Si kembar A.


"Maafkan Deddy." Rangga memeluk Adlan dan Adline. Si kembar A terdiam harus berbuat apa. Si kembar D merasa terharu rencananya berhasil untuk mempertemukan Si kembar ke Deddynya.

__ADS_1


"Maafkan Deddy yang jahat ini, Deddy sangat menyesal." Rangga meneteskan air mata.


"Deddy, kami sebelumnya sudah memaafkan Deddy. Tapi Mommy sangatlah kecewa dan akan membawa kami pergi jauh dari Deddy." Adlan melepas pelukan Rangga.


"Kalian jangan meninggalkan Deddy sendirian, Deddy menyesal." Rangga sedih dan masih memeluk Adline


"Keputusan Mommy sudah bulat, bahkan kami sudah merayu Mommy, tetap aja Mommy dengan keputusannya. Karena mendengar Deddy ingin menikah dengan tante Arini." Adlan murung.


"Adline ngga mau Deddy dan Mommy pisah." Kata Adline menangis.


"Adlan, Adline. Sudah berapa kali Mommy bilang, jangan pernah menemui Deddy kalian." Kataku Emosi. Rangga melepaskan pelukan Adline. Lalu berjalan mendekatiku.


"Sudah aku bilang sama kamu, aku ngga akan memaafkan mu. Karena aku sudah sakit hati, selama ini kamu ngga pernah sama sekali mencintaiku dan akan menikah gadis cinta pertama mu itu." Aku melepas tangan Rangga dan meneteskan air mata.


"Maafkan aku, saat ini aku belum mengingat kalian. Tapi aku ngga ingin pisah dari kalian semua." Rangga memaksa memegang tangan ku. Tiba-tiba ponsel Rangga berdering.


Kemudian Rangga menarikku. Aku berusaha berontak, tapi tak kuasa tangan Rangga terlalu kuat mencengkeram tanganku.

__ADS_1


"Rang, kamu menyakiti ku." Kata ku lirih sakit.


"Maaf." Rangga melepaskan tanganku dan memegang pinggangku.


"Rangga mau aku membawa kemana." Batin Ku. Si kembar A dan Si kembar D mengikuti dari belakang.


Kami memasuki ruangan di rumah sakit.


"Kamu lihat lah, kenapa aku begini?." Rangga menunjuk Arini yang sedang berbaring lemah, dia ngedrop lagi. Aku bingung harus apa, di hati ku masih terasa sakit. Aku keluar dan duduk di bangku. Rangga mengikuti ku.


"Aku saat ini bingung dengan perasaan ku saat ini." Rangga yang duduk di sampingku dan menatapku.


"Aku paham, lebih baik aku menyerah. Aku akan melepaskan mu, karena Arini sangat membutuhkan mu dan aku akan coba jalani hidup tanpa dirimu." Aku menatap Rangga sedih.


"Ngga aku ngga mau kamu pergi." Rangga menarikku dan jatuh di pelukannya. Aku sangat rindu pelukan dan wangi tubuh Rangga membuatku nyaman.


"Tidak Rang, kamu harus melepaskan ku. Arini lebih membutuhkan mu dan maaf aku telah merusak hubungan kalian, karena perjodohan itu." Aku melepas pelukan Rangga.

__ADS_1


"Bagaimana dengan ku, aku sangat membutuhkan mu dan anak-anak." Rangga memegang tangan ku.


__ADS_2