
Aku, Tania, Chika dan Audy mendatangi kediaman Alex dan Latifa untuk menemui Latifa. Semenjak kejadian kemarin kami akrab, karena hari ini para suami sedang keluar negeri, kami berkumpul di Kediaman Latifa dan Alex.
Aku, Tania, Chika dan Audy melihat Latifa turun dari tangga dengan jalan terpogoh-pogoh. Aku khawatir dan membantu Latifa jalan
"Latifa, Loe kenapa?." Aku khawatir.
"Mmm... Ng-Ngga apa-apa kok." Latifa menutupi, Latifa malu mau jawab apa. Karena Latifa kaya gini gara-gara sang suami yang hasratnya harus di penuhi.
"Ceritalah kita kan sahabat." Tania memegang bahu Latifa.
"Iya ceritalah." Audy menatap Latifa.
"Senangnya aku sudah di anggap sahabat oleh kalian." Latifa terharu.
"Kita juga senang, persahabatan kita tambah satu, jadi mulai hari ini kalau ada apa-apa ceritalah." Chika Senang.
"Mmm.Gara-gara Alex, semalaman aku di hajar hingga ngga bisa jalan kaya gini dan Dia ngga biarkan aku istirahat sebentar, aku kesal dan marah. Tapi tetap aja Alex menghajar ku hingga Subuh." Latifa kesel dan mengebu-ngebu. Aku, Tania, Chika dan Audy melihat Latifa yang kalem dan sekarang berubah menjadi orang emosi. Melihat tingkahnya Latifa kami tertawa.
__ADS_1
"Ya Ampun, Latifa. Aku kira kamu itu di pukul sama Alex ngga taunya. Hahahaha..." Aku menggeleng kepala.
"Kamu itu gemesin." Chika mencubit pipi Latifa.
"Kalian tadi kan yang minta cerita, jadi mandang aku aneh." Latifa cemberut.
"Bukan gitu, kita ngga nyangka kamu jadi orang berbeda pas cerita tadi." Jelas Tania.
"Jangan cemberut gitu, nanti jelek loh." Ledek Audy.
"Makasih, ya. Kalian memang sahabat ku." Kami berpelukan.
"Setuju." Serentak.
Kami langsung berkemas dan anak-anak di titipin ke Oma dan Opanya. Kami menggunakan pesawat jet pribadi milik ku yang Rangga tidak ketahui.
Sesampai di Korea, Kami memesan 1 kamar Hotel yang paling besar agar bisa di tinggal untuk 5 orang. Malamnya kami Jalan-Jalan mengelilingi kita Seoul, Kami tertawa bersama sambil menikmati pemandangan malam. Lalu kami mampir di sebuah cafe yang terkenal di Seoul.
__ADS_1
Keesokan Pagi
Kami berjalan-jalan ke Istana Gyeongbokgung. Saat kami berkunjung ke sana, langit hari itu cukup cerah karena musim dingin hampir berakhir. Konter tiket pun terlihat dipenuhi antrian wisatawan lokal maupun mancanegara, mulai dari anak-anak hingga orang tua pun berkunjung ke sana.
Terlihat juga beberapa wisatawan asing ikut menggunakan baju itu. Uniknya, jika memakai pakaian tradisional tersebut, dibebaskan dari biaya tiket masuk istana dan ada beberapa tempat penyewaan baju hanbok tak jauh dari istana. Kami pun menyewa baju hanbok. Kami terlihat cantik seperti putri dari kerajaan Korea.
"Guys, Lagi lagi ada syuting film, kita lihat yuk. Siapa tau lihat Oppa ganteng." Chika antusias.
"Yuk." Serentak.
"Aaa... Oppa Cha Eun-woo dan Lee Min Hoo." Serentak histeris melihat artis Korea yang ganteng.
"Rasanya Gue mau meleleh." Lebay Chika sambil memegang pipi.
"Sama pengen Gue peluk dan cium." Audy tak mau kalah lebaynya.
"Kalian ini kan sudah pada punya suami." Latifa menggeleng kepala.
__ADS_1
"Itu mah beda, Fa." Kata ku.