
Jangan pernah katakan bahwa
Cintamu hanyalah untukku
Karena kini kau telah membaginya
Maafkan jika memang kini
Harus kutinggalkan dirimu
Karena hatiku selalu kau lukai
Tak ada lagi yang bisa 'ku
Lakukan tanpamu
'Ku hanya bisa mengatakan
Apa yang kurasa
__ADS_1
'Ku menangis membayangkan
Betapa kejamnya dirimu atas diriku
Kau duakan cinta ini
Kau pergi bersamanya
'Ku menangis melepaskan
Kepergian dirimu dari sisi hidupku
Harus selalu kau tahu
Aku menatap ke arah jendela dan meneteskan air mataku. Lagu yang di setel Vina seakan menyatakan perasaan ku saat ini, rasanya sakit mengingatnya. Saat ini aku rapuh.
"Sanggupkah menjalani hidup ku ini. Ya Allah kuatkan hamba demi anak-anak ku, berikan kami kebahagiaan. Hamba tau ini cobaan yang ku berikan keluarga kami, tapi aku belum siap untuk ketemu Dia, hati aku sudah terlanjur tersakiti. Dengan terpaksa aku harus menghindari Dia, anak-anak Mommy maafkan Mommy yang terlalu egois. Harap kalian mengerti keadaan Mommy saat ini." Batin ku, lalu aku menciumi anak-anak ku satu persatu yang sedang terlelap.
"Rei, Gue tau Loe saat ini sangat rapuh dan Loe tutup itu semua dari Gue, tapi Gue menyadari perasaan Loe. Loe harus kuat jalani ini semua. Gue akan bantu Loe semampu Gue, sebenarnya Gue ngga sanggup melihat Loe sedih dan meneteskan air mata. Rasanya Gue ingin memeluk Loe agar Loe tenang dan melupakan kesedihan Loe, tapi apa daya Gue Loe sudah ada yang punya. Mulai sekarang Gue janji akan membuat Loe dan anak-anak Loe bahagia dan melupakan kesedihan yang Loe alami, Gue memang ngga tau masalah yang hadapi. Tapi Gue sakit ngelihat Loe kaya gini. Gue yakin Loe orang yang kuat, andai Gue terlebih dahulu kenal Loe. Gue akan membuat Loe bahagia." Batin Vino menatap Reina dari kaca spion depan.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan jam 6 pagi. Kami tiba di Villa Kalimantan, benar kata Vino tempatnya sangat cocok tuk bersembunyi karena tempat jauh dari keramaian. Harus menempuh berjam-jam, sampai ke Villa. Udaranya sangat sejuk, banyak pepohonan berbagai jenis, juga sekitar villa terdapat berbagai warna bunga dan di belakang Villa terdapat danau kecil.
"Hhhmmm. Bismillah, semoga aku bisa menenangkan dan menata rapih puing-puing hati ku." Aku menghela napas.
Kedatangan kami ke Villa di sambut oleh para pembantu, ada sekitar 10 pembantu yang beda tugas.
"Mommy ini seperti rumah kita yang dulu, banyak maid." Bisik Adlan menarik tangan ku.
"Iya, Mommy aku jadi kangen Deddy." Tambah Adline memeluk ku.
"Sabar, sayang. Kita nikmati liburan sampai Deddy jemput." Kataku bohong.
"Maafkan Mommy, Sayang. Mommy belum bisa sanggup ketemu sama Deddy kalian." Batin ku memegang pipi Adline.
"Semuanya kenal kan ini tamu kami, layani mereka seperti saya dan Vina. Mengerti." Tegas Vino.
"Baik, tuan." Serentak para Maid.
"Ya, udah. yuk, kak. Kita kekamar. Bi Siti dan Bi Minol bantu bawa barangnya, ya." Vina mengajak ku kemar yang berada di lantai dua.
__ADS_1
Aku melihat sekeliling rumah ini sangat nyaman dan unik, karena terbuat dari kayu. Model rumahnya sangat klasik dan jarang orang mempunyai rumanyambung. Anak-anak juga asik bermain di luar villa
Maaf kalau ada kata-kata yang ngga nyambung. Jangan Lupa Vote, Like dan Komentarnya. Terimakasih sebelumnya