Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Berkumpul Kembali


__ADS_3

Para orangtua dan para sahabat datang berkunjung, mereka membawa beraneka ragam makanan dan minuman.


"Ya, ampun. Kalian semua kenapa datang ngga kasih kabar, aku kan jadi belum menyiapkan makanan." Kata ku senang sekaligus kaget, mereka datang tiba-tiba.


"Kan kami mau ngasih kejutan buat kamu dan mama juga kangen sama kamu, sayang." Kata Mama Ku tersenyum dan memelukku.


"Iya, gantian dong ma. Papa mau meluk princes papa." Kata Papa dan menarik lengan mama.


"Sabar dong, pa. Mama masih kangen." Kata mama ngga mau mengalah masih memeluk ku.


"Mama dan Papa ini ngga berubah, sini aku peluk mama dan papa." Aku memeluk mama dan papa.


"Deddy dan Mommy ngga di peluk nih." Deddy Surya, mertua ku.


"Ngga boleh, ini princes ku kamu ngga boleh peluk. Masih kangen." Papa memeluk ku dengan erat.

__ADS_1


"Dasar Kodok, awas aku juga mau peluk menantu ku yang cantik." Deddy Surya. Papa tetap aja ngga mau ngalah.


"Akung sama Opa ngga malu apa berebutan Mommy, kaya anak kecil. Kasihan Mommy sampai sesak gitu dan ingat ini Mommy ku ngga akan aku biarkan kalian melukai Mommy ku." Adlan menarik Papa dan Deddy Surya, lalu memeluk ku.


Semua orang tertawa melihat tingkah lucu Adlan yang seakan tidak akan membiarkan orang merebut mainannya. Karena ada kebisingan di bawah, Vino dan Vina turun.


"Itu siapa, sayang?." Kata Mama.


"Itu Vino dan adiknya Vina, mereka sudah banyak membantu aku. Vino, Vina. Sini aku kenalkan kepada keluarga ku dan Rangga." Kata ku dan mengajak bergabung.


"Assalamualaikum, saya Vino dan ini adik saya Vina." Vino memperkenalkan diri dan Vino.


"Maaf tante, apa mungkin tante pernah tinggal di Kalimantan?." Vina mendekati Tante Melly.


"Dulu tante dan keluarga tante pernah tinggal disana." Tante Melly mengelus rambut dan merapikan rambut Vina, seakan sudah kenal lama. Lalu tante Melly melihat kalung yang di pakai Vina.

__ADS_1


"Kamu dapat darimana kalung ini." Tante Melly memegang kalung.


"Kata Kak Vino kalung ini satu-satunya yang di berikan mama, waktu aku masih umur satu tahun dan sebelum kecelakaan mama memberikan kalung ini. Sejak itu aku selalu memakainya." Vina menunduk menutupi kesedihan, kecelakaan itu membuat Vino dan Vina menjadi anak yatim piatu.


"Apakah Orangtua kalian selamat." Tante Melly penasaran.


"Orangtua kami ngga selamat, karena mobil sudah meledak dan jatuh ke jurang." Vina tak bisa memendung lagi air matanya dan menetes di pipinya.


"Sayang, ini mama kamu. Aku Ibu kandung mu, mama selalu mencari keberadaan kalian berdua. Mama yakin kalian berdua masih hidup, walau semua orang menyatakan kalian sudah tewas. Hiks... Hiks... Hiks..." Tante Melly memeluk dan mencium seluruh wajah Vina. Aku dan semua orang kaget atas pernyataan Tante Melly.


"Benarkah Tante, mama Vina?." Vina memastikan.


"Benar, sayang. Coba kamu lihat kalung ini, di belakangnya ada nama kamu." Tante Melly memegang tangan Vina dan benar, namanya ada di belakang kalung.


"Mama, aku sangat merindukan mama. Kak Vino ini mama kita, sini." Vina memeluk Tante Melly.

__ADS_1


"Vino juga sangat merindukan mama." Vino juga memeluk.


Akhirnya kami semua bisa berkumpul kembali.


__ADS_2