
Latifa hanya diam tangannya di tarik oleh Alex.
"Yank, kamu kenapa narik tanganku." Latifa memandang Alex.
"Aku sebenarnya marah sama kamu, tapi aku ngga bisa. Karena aku terlalu mencintaimu. Maaf kemarin aku ngga bantu kamu, maaf kalau aku orangnya cemburuan. Padahal aku tau kamu dan Umi itu mengidolakan cowok korea itu, tapi aku ngga bisa kalau kamu dekat dengan cowok lain, walau pun idola kamu. Aku sangat mencintai kamu Latifa." Alex memegang pipi Latifa.
"Aku senang kamu jujur, asal kamu tau walaupun aku mengidolakan para cowok korea. Tapi di hati ku cuma 1 idola yaitu suamiku tercinta. Aku juga mencintaimu, Alex." Latifa memeluk Alex.
Pasangan Adi chika dan Rio Audy, mereka juga sudah baikan. Mereka kembali ke rumah masing-masing.
Malam Hari, Di Rumah Alex dan Latifa
Alex sedang memainkan ponselnya di ranjang.
Kkrreekk Pintu kamar mandi terbuka. Latifa keluar kamar mandi dengan memakai handuk yang di lilitkan dan terkesan seksi. Alex melihat Latifa, berkali-kali menelan ludah.
"Subhanallah, sungguh cantik dan seksinya istri hamba." Alex dalam hati. Alex turun dari ranjang dan mendekati Latifa, lalu memeluk Latifa dari belakang.
"Sayang, kamu sangat menggodakan." Bisik Alex.
__ADS_1
Alex membalikan badan Latifa dan mencium bibir Latifa dengan lembut. Alex menggendong Latifa hingga ke ranjang.
"Sayang, kita lakukan hari ini, ya. Aku janji akan melakukan pelan-pelan." Alex yang sudah di atas Latifa.
"Iya, Yank." Latifa mengangguk. Alex dengan rakus mencium bibir Latifa, ciuman turun di leher Latifa dan memberikan tato. Alex membuka handuk yang di lilit tubuh Latifa, mata Alex terbelalak melihat gunung kembar yang besar. Alex pun bermain di gunung kembarnya Latifa.
Latifa mendesah, membuat Alex semangat. Alex dan Latifa sudah tidak berpakaian. Steven Alex sudah menegang. Steven masuk ke rumahnya.
"Sakit, Yank. Hiks... Hiks... Hiks..." Latifa menangis.
"Sayang, tahan sebentar aja." Kata Alex.
Alex memberhentikan Steven agar Latifa tidak kesakitan.
"Sudah ngga sakit, Yank." Tanya Alex.
"Sedikit, Yank." Lirih Latifa. Secara pelan-pelan Alex melakukan aksi Steven. Melihat Latifa sudah tenang dan rileks, Alex menjadi semangat. Berbagai gaya mereka melakukan.
"Mantapnya surga duniawi." Alex tumbang di atas tubuh Latifa.
__ADS_1
"Terimakasih, Sayang. Sudah menjaganya untuk ku." Alex mencium kening Latifa. Lalu berbaring di sebelah Latifa.
"Iya, Sayang." Latifa memandangi Alex.
Keesokan Paginya.
Ketika Latifa ingin beranjak dari tempat tidur, Latifa jatuh ke lantai. Hingga membangunkan Alex.
"Auw..." Latifa kesakitan.
"Astaga, Sayang. Kamu kenapa?." Alex panik.
"Ini, Yank. Aku mau bangun tapi... I-tu A-aku sa-sakit." Latifa malu.
"Maaf ya." Alex menggendong Latifa ke kamar mandi. Sesampai kamar mandi Latifa di turunkan pelan-pelan ke bathtub. Mata Latifa terbelalak melihat Steven Alex yang besar.
"Bagaimana mau sakit dan perih, *** gede banget. Alex melakukan berkali-kali lagi dan berbagai cara." Kata Latifa dalam hati yang melihat ke arah Steven Alex.
"Kenapa kamu menatapi Steven ku, kamu mau lagi?. Tenang aku siap." Goda Alex.
__ADS_1
"Ngga masih sakit banget." Latifa menolak. Bagaimana ngga nolak Alex melakukan olahraga hingga jam 3 Dini hari, membuat Latifa kesakitan dan lelah.