Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Haruskah Aku Memaafkannya?


__ADS_3

"Please sayang, bicaralah. Kamu rasakan dari dulu hingga sekarang detak jantung ku selalu berdetak kencang bila kamu ada di samping ku selamanya selalu begitu." Rangga meletakkan tangan ku di dadanya. Aku merasakan detak jantungnya, sama yang kurasakan saat ini.


"Ya Allah, apa yang harus kulakukan sekarang?apakah aku harus memaafkannya." Batin Ku. Air mata ku menetes.


"Hei, aku hanya minta kamu memaafkan aku bukan menangis. Sayang, dengarkan aku. Kamu adalah wanita satu-satunya yang hinggap di hati ku dan ngga akan tergantikan, kamu selalu ku cinta seumur hidup ku. Ini bukan bualan atau gombalan, ini murni dari isi hati ku. Kamu boleh hukum apa aja atas kesalahan ku ini, tapi jangan marah lagi atau mendiamkan aku lagi. Aku tak mau kehilangan kamu." Rangga memegang pipiku.


"Aku akan memaafkan kamu, jika kamu penuhi syarat dari aku." Aku menghela napas dan berdiri.


"Baik, apapun itu aku penuhi." Rangga ikut berdiri.


"Syarat pertama kamu keluar dari kamar ini, aku mau istirahat dulu." Tegas ku.


"Ngga, aku ngga mau nanti kamu kabur lagi. Apalagi sekarang kamu tambah cantik dan terlihat lebih fresh. Biarkan aku di sini temani kamu, aku janji ngga akan macam-macam." Rangga memegang pundak ku.


"Kalau kamu ngga penuhi, selamanya ngga akan aku maafkan." Aku melepaskan tangan Rangga.

__ADS_1


"Tapi aku masih sangat merindukan kamu, sayang. Please boleh ya?." Rangga kekeh.


"Oke, kalau kamu masih ngeyel. Aku ngga akan pernah maafkan kamu dan aku akan mengurus perceraian." Tegas Ku.


"Oke-oke, aku turuti syarat kamu dan kamu jangan pernah bicara seperti itu lagi. Aku ngga mau kita berpisah, kalau kamu minta pisah lebih baik aku mati aja." Rangga sedih.


"Maaf, tapi kamu susah banget di kasih tau." Aku merasa bersalah.


"Baik aku maafkan, biarkan aku memeluk mu terlebih dahulu." Rangga langsung memeluk ku. Aku membiarkan Rangga memeluk ku, sebenarnya aku sangat merindukan peluk hangatnya.


Sahabat-sahabatnya masih setia menunggu Rangga di lantai bawah, ketika Rangga turun dari tangga. Para sahabatnya menghampirinya dan banyak beberapa pertanyaan, hingga Rangga bingung menjawab pertanyaan mereka.


"Intinya Gue masih harus berusaha, agar Reina bisa memaafkan Gue. Gue mohon kalian harus bantuin Gue." Rangga memijat keningnya.


"Tenang, Bro. Kita akan siap selalu bantuin Loe, nih minum dulu." Alex memberikan Rangga minum.

__ADS_1


"Thank's, ya." Rangga meneguk air.


"Loe sekarang istirahat, anak-anak Loe sudah pada tidur." Kata Randy.


"Mereka tidur di kamar mana?." Tanya Rangga.


"Itu kamar di samping tangga." Rio menujukkan. Rangga langsung menghampiri buah hatinya dan menciumi mereka satu persatu. Kemudian Rangga merebahkan badan di samping Adlan dan dipeluknya.


Tak terasa hari sudah menjelang sore, aku terbangun dan langsung bergegas mandi. Aku berendam di bathtub, aku merasa nyaman. Karena hari ini sangat melelahkan menghadapi Rangga.


"Apa aku harus memaafkannya dan hukuman apa yang pantas buat Dia jera, lama kelamaan aku sudah merasa lelah harus menghindari Rangga." Batin ku.


Ketika aku keluar kamar mandi, tiba-tiba tangan kekar memeluk ku dari belakang. Aku berontak.


"Wangi abis mandi ini yang bikin memabukkan." Bisik Rangga.

__ADS_1


__ADS_2