Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Reuni


__ADS_3

Mumpung para suami sedang keluar negeri, kami para istri hangout ke mall. Seperti biasa anak-anak di titipkan ke Oma dan Opanya.


"Bebasnya gue." Audy merasa lega karena kemarin-kemarin harus ngurus anaknya tanpa Para orang tua, hingga membuat Audy kelelahan. Apalagi ART cuma sampai sore aja, kecuali kalau Rio lagi keluar kota atau keluar negeri ART nginap. Untuk menemani Audy dan Anaknya.


"Kalian kangen ngga sih, waktu kita sekolah." Chika mengingat-ingat masa sekolah dulu.


"Iya, indahnya zaman kita sekolah dulu. Tanpa beban." Tania.


"Gimana kalau kita ngadain reuni?." Seru Ku.


"Tapi kan aku beda sekolah sama kalian." Latifa sedih.


"Tenang Latifa sayang, Alex kan satu sekolah dengan kalian." Aku merangkul Latifa.


"Iya, pasti kamu ikutlah." Tania.


"Baiklah." Latifa tersenyum.


Kami pun menyusun acara dan mencari-cari kontak teman-teman alumi, lalu kami menghubungi mereka satu persatu. Tak lupa para suami di hubungi untuk minta pendapat. Para suami setuju.


Dua Minggu Kemudian

__ADS_1


Acara Reuni akbar berlangsung, senang ketemu teman satu sekolah dan mengingat zaman sekolah dulu masih kucel dan kusam, sekarang menjadi lebih baik.


Mereka ada yang berdansa dan ada juga bersendau gurau. Menikmati acara ini.


Bbrruukkk


Ngga sengaja Rangga menabrak seseorang.


"Sory, gue ngga lihat." Rangga membantu bangun seorang gadis.


"Terimakasih, Rang." Kata gadis itu.


"Gue Siska, Rang. Apa kabar?." Siska mengulurkan tangannya. Rangga menatap Siska yang sulit di artikan.


"Sis, Loe tambah cantik dan Seksi." Kata Rangga yang terpesona melihat Siska yang berbeda.


Disisi lain


Ketika aku hendak ingin ke toilet aku melihat Rangga sedang bicara dengan seorang gadis, diam-diam aku mendekati Rangga. Ada rasa kecewa Rangga dengan berani memuji cewek dan memeluknya.


Rasanya sakit banget hati ini dan hancur berkeping-keping. Air mata ku menetes, Aku sudah ngga tahan melihat kelakuan Rangga. Kemudian aku pergi tanpa arah tujuan. Sakit banget rasanya sampai-sampai aku sesak.

__ADS_1


Aku bingung harus melaju kemana.


"DASAR SUAMI BANG****T. Aku memaki-maki. Tanpa ku sadari aku melajukan mobil sudah jauh dari kota, aku juga bingung di desa mana.


Aku mencari-cari rumah yang masih nyala lampunya. Sudah 1 Jam aku mencari-cari rumah yang lampunya masih nyala.


Aku memberhentikan mobil di sebuah warung kopi, ku perhatikan satu persatu. Takutnya mereka bukan manusia. Karena ada rasa takut juga aku. Aku memberanikan diri keluar dari mobil dan mendekati warung.


" Assalamu'alaikum, teh. Mau tanya ini desa apa ya?." Kata ku gugup.


"Wa'laikumsalam, ini Desa mawar,neng. Tapi ibu lihat kamu bukan orang desa ini." Ibu paruh baya.


"Iya, Bu. Saya nyasar ngga tau di mana sekarang." Kata ku masih keadaan takut.


"Tenang kamu, neng. Saya ini orang baik-baik, kamu ngga usah takut sama saya." Ibu paruh Baya itu memberikan Ku teh hangat dan cemilan.


"Iya, maaf atas tindakan saya. Karena saya masih bingung saya ada di mana." Kataku dan menerima teh hangat.


"Saya Ibu Kokom dan ini suami saya Paijo. Kamu siapa neng." Ibu kokom memperkenalkan diri.


"Saya Reina, Bu. Saya dari kota bu." Aku menundukkan kepala mengingat kejadian Rangga memeluk Siska.

__ADS_1


__ADS_2