
"Aku takut Putri terluka, Sayang." Adi merayu.
"Kalau kaya gini anakku jadi kurang bergaul, Yank." Chika kesel.
Alex menghampiri Latifa yang diam aja.
"Kamu marah, Yank." Bisik Alex.
"Ya jelas marahlah, ini acara kita kenapa tuan rumah terlalu santai." Latifa dengan nada tinggi membuat Alex kaget.
"Aduh para orangtua jangan marah-marah. Kita masih mau main keganggu tau." Adlan kesel. Semua kaget melihat Adlan yang marah.
Para cewek berkumpul dan saling berbisik.
"Pokoknya malam ini kalian ngga dapat jatah." Serentak.
"Kok gitu, Yank." Serentak para cowok.
"Kok, kamu juga ikut marah. Yank. Aku belum sama sekali ngerasain tubuh kamu. Mang kamu dah selesai haidnya" Alex memegang bahu Latifa.
"Biarin, Abis kamu ngeselin, Dah dari kemarin." Latifa melepas tangan Alex.
"Sial, kenapa aku kena marah juga. Yank. Masa kamu tega sama aku, yang dah nunggu kamu." Alex sedih.
"Itu hukuman buat kalian." Serentak dan pergi.
__ADS_1
Para cowok menatap kepergian para istri. Mereka terlihat sedih, terutama Alex.
"Hahaha... Kita sukses besar ngerjain para suami." Reina senang.
"Iya, sekali-kali kita kerjain biar tau rasa." Tambah Tania.
"Betul itu, apalagi gue kesal sama Rio. Anak masih di perut gue apa yang harus jagain coba." Audy mengelus perutnya.
"Gue juga kesel sama Adi, masa anaknya ngga boleh bermain. Takut terluka, Gue ngga mau nanti anak gue kuper." Chika ikut kesal.
"Tapi kasihan juga loh, apalagi Alex tersiksa. Karena dia belum pernah ngerasain." Latifa murung.
"Dah kamu jangan lembek jadi istri, nanti di injak-injak." Kata Reina.
"Ok, Kita tidur dimana nih?." Audy menyetujui
"Bagaimana di Mansion gue, tempat tidur gue gede muat buat kita berlima." Usul Reina.
"Ok, Kalau gitu. Gue mau titipin Putri sama Omanya." Chika pergi memberikan Putri ke Omanya
"Kalau Loe gimana Latifa?." Tanya Tania.
"Mmm, aku ikut aja dech." Latifa
"Yang lain sudah pada setuju kita, berangkat ke Mansion Gue." Reina Semangat.
__ADS_1
"Tapi ini masih sore, Rei." Tania bingung.
"Ngga apa-apa, sebelum para suami menyadarinya." Reina usul kembali.
"Ok." Serentak.
Para istri diam-diam pergi menggunakan mobil Reina. Walau Mansion Reina dan Alex bersebelahan, tapi jaraknya sangat jauh
Sesampai di Mansion Reina, mereka ngobrol dan bermain seru. Seperti masa-masa remaja. Mereka merasa muda kembali.
Para suami bingung tak ada batang hidung para istri, mereka sudah mencari seisi Mansion Alex tapi tak di temukan para Istri. Mereka mulai panik dan mencari di luar Mansion. Mencari setiap sudut kota ini.
Para Istri tengah asyik nonton darkor sambil menikmati cemilan, tak memperdulikan para suami yang bingung mencari para istri.
Ponsel para istri sengaja di matikan, biar ngga merasa terganggu.
Hari sudah malam, Rangga membawa pulang Adlan dan Adline. Ketika Rangga ingin masuk ke kamar, dia merasa heran kenapa pintu kamar terkunci. Lalu dia menanyakan ke Bi Sum.
"Bi, ini kamar kenapa terkunci dari dalam." Rangga.
"Ini tuan, Nyonya dan teman-temannya sedang di kamar dan ngga mau di ganggu katanya." Bi Sum.
"APA!! Nyonya di dalam." Rangga kaget.
"Iya, tuan." Bi Sum ketakutan.
__ADS_1