
Pengunjung Bertepuk tangan. Rangga memelukku dan mencium kening ku.
"I Love you, My wife." Rangga tersenyum
"I Love you too, My Husband." Aku memeluk Rangga kembali.
Di rumah (Kamar)
Aku dan Rangga berbaring di ranjang. Rangga mencium bibirku dan memegang tengkuk leher ku, lalu pindah ke leher. Tangannya sudah meraba-raba kemana-mana. Ketika Rangga ingin mengisap *** Terasa ada pergerakan.
"Auww... Debay nendang aku, yank." Rangga duduk di sampingku.
"Mungkin debay ngga suka di tengokin Papanya, hahahaha..." Ejek ku.
"Debay kalian jahat sama papa nih." Rangga mencium perut ku dan tersenyum, karena merasakan ada yang gerak-gerak di perutku. Rangga menjadi gemas dan terus menciumi perut ku.
"Papa Ngga sabar ingin melihat kalian lahir di dunia." Rangga mengelus-elus perut ku
"Yank, gimana nih junior sudah bangun. Rangga memegang tanganku dan meletakkan tanganku di juniornya.
"Gimana, ya. Kan anak mu tak suka."
__ADS_1
"Aku ngga peduli." Rangga beranjak berdiri dan melepaskan pakaianku dan pakaiannya. Lalu kami melakukan olahraga ranjang yang penuh gairah.
"Yank, kamu nekat." Aku ngga abis pikir Rangga nekat. Sebenarnya aku juga menginginkan juga.
"Bis kamu tambah seksi, yank." Rangga menggoyangkan pinggulnya. Walau, ada terasa gerakan di perutku. Rangga tidak memperdulikannya dan malah dia asyik dengan kegiatannya
"I Love You baby, maafkan papa, ya sayang." Rangga mengecup bibirku dan perutku.
"Papanya mesum, ya sayang." Aku mengelus-elus rambutku.
"Abis kamu tambah seksi, yank. Bikin juniorku bangun terus." Rangga mencubit pipi ku.
Aku menyiapkan sarapan. Tiba-tiba Rangga dan memelukku dari belakang, lalu menciumi leher ku. Hingga membuatku geli.
"Yank, aku lagi masak." Kata ku agak emosi.
"Sebentar aja, yank. Aku pengen banget nih." Rangga mematikan kompor. Kemudian melumatkan bibir ku. Aku berusaha mendorong Rangga, tapi tangan kekarny memeluk erat. Hingga akhirnya aku pasrah. Untungnya di apartemen cuma tinggal berdua aja. Kami melakukan di ruang keluarga.
"Nikmat, yank." Rangga mencium keningku.
"Dasar suami nyebelin. Main ngga tau tempat, kalau ada orang gimana." Aku memakai pakaian kembali.
__ADS_1
"Bis semakin hari kamu bikin aku nafsu, yank." Rangga memakai pakaian.
"Dasar mesum." Aku beranjak ke dapur dan meneruskan kembali memasak.
"Yank. Minggu depan kita pindah kerumah yang agak besar, biar anak-anak bisa bebas bermain." Rangga mengikuti ku.
"Seterah kamu aja, Yank. Aku ikut aja." Aku meletakan masakan di piring.
"Baiklah, minggu depan kita pindah." Rangga menarik kursi untuk aku duduki. Rangga menuangkan nasi dan lauk. Kami melahap masakan ku. Sambil mendengarkan lagu yang kami nyanyikan di cafe, karena ada yang mengirim video kami ke youtobeer. Ku lihat likenya dan yang nonton begitu banyak. Rasanya kami menjadi artis papan atas. Hati ku merasa berbunga-bunga mengingatkan kejadian di cafe.
"Ngga sangka ya ,Yank. Kita jadi populer kaya gini." Aku merebahkan kepala di dada bidang Rangga.
"Iya, Yank." Rangga mencium kening ku.
"Semoga pernikahan kita awet sampai maut memisahkan kita." Rangga mencium kening ku kembali.
"Amiin... dan ngga ada lagi namanya PELAKOR." Aku menekankan pelakor.
"Iya, sayang." Rangga menarik hidung ku.
Maaf di revisi dulu karena mau mengajukan kontrak mohon dukungannya dan jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya... Terimakasih sudah mampir dan membaca novel ku.
__ADS_1