
Keesokan Pagi
Hari ini kami berencana untuk berlibur ke Jeju Island dan tempat-tempat romantis lainnya yang ada di darkor, para suami menemani para istri. Selama perjalan kami banyak ngobrol tentang pulau Jeju yang terkenal di darkor. Para suami merasa terasingkan, para suami hanya diam melihat para istri jika sudah berkumpul.
Sesampai di pulau Jeju. Para suami menggandeng tangan para istri mereka masing-masing, mereka sangat posesif.
"Kalian ini kalau sudah berkumpul, melupakan kami para suami kalian." Alex cemberut, karena Latifa tak sama sekali memandang Alex.
"Hehehe... Maaf, Yank. Abis kamu kalau aku ajak bicara dengan tema darkor, kamu ngga akan mengerti." Latifa merangkul lengan Alex.
"Emang seru banget nonton film cengeng dan melaow gitu." Tanya Adi bingung.
"Jangan salah, Yank. Filmnya emang ada cengeng dan melaownya, tapi ada juga aktion." Chika menjelaskan.
"Apalagi kalau pemeran utamanya ganteng-ganteng bikin kita meleleh." Tambah ku memegang pipi ku.
"Mulai sekarang kamu ngga boleh nonton darkor." Rangga kesel dan pergi.
__ADS_1
"Loh kok gitu sih, Yank." Aku mengejar Rangga.
"Kamu selalu memuji mereka, aku ngga suka." Rangga menghentikan jalannya dan menatap ku.
"Huh, dengar ya para suami kami tercinta. Cowok-cowok di darkor hanya idola kami dan ngga mungkin kami mencintai, sedangkan kalian adalah suami kami cintai dan selalu di hati kami. Kalau kalian tidak mengijinkan kami nonton darkor lagi, kami para istri akan pergi." Aku dan para sahabat pergi dengan emosi. Kami sangat kekanak-kanakan, karena darkor hanya hiburan kami.
"Shitt." Serentak para suami dan menghampiri kami.
"Maaf." Serentak para suami dan memeluk istri mereka masing-masing.
Kami semua menikmati liburan di Korea. Tak terasa hari sudah malam. Sebelum kami kembali ke hotel, kami mampir terlebih dahulu di restoran untuk makan malam. Para suami dengan setianya menemani istri mereka masing-masing. Walau sangat lelah mereka tetap menemani kemana pun para istri pergi.
"Lelahnya." Rangga menjatuhkan tubuh ke ranjang.
"Terimakasih, ya. Yank, Kamu sudah mau menemani ku seharian ini. Aku senang banget, jadi tambah cinta aku sama kamu." Aku memeluk dan mencium bibir Rangga.
"Itu sudah kewajiban suami untuk menyenangkan istrinya yang tercinta." Rangga memegang pinggang ku.
__ADS_1
"Aku mau mandi dulu, Yank. Gerah seharian Jalan-Jalan." Kata ku dan beranjak kekamar mandi, lalu Rangga mengikuti ku dari belakang.
"Mandi bareng, Yank. Biar cepat." Rangga mengambil handuk.
"Tapi jangan mesum ya. Aku cape, Yank." Kata ku tegas.
"Iya, aku tau. Lagi pula aku juga cape, Yank." Rangga memelas.
"Belum apa-apa sudah skat matt. Jadi harus puasa lagi nih." Batin Rangga.
Aku dan Rangga sudah selesai mandi dan langsung merebahkan ke ranjang.
Rangga memeluk dan mencium keningku.
"Terimakasih, Yank. Kamu sudah mau bersabar dan bertahan menghadapi aku yang nyebelin ini." Kata Rangga.
"Iya, Yank. Dah tidur, aku ngantuk nih." Aku memejamkan mata.
__ADS_1
"Yah, ini orang di ajak ngobrol sebentar malah molor. Untung aja dah jadi bini gue, yang gue cintai dan sayangi seumur hidup gue. Terimakasih, Ya Allah engkau telah berikan hamba istri yang baik, cantik, all perfect. Hamba janji akan selalu menjaga, menyayangi, dan membuatnya bahagia sampai hamba menutup mata." Rangga mencium kening Reina.