
Di kamar hotel, Chika tidak bisa tidur. Chika membangunkan Audy.
"Beb, bangun. Gue ngga bisa tidur temanin jalan-jalan, yuk." Chika menggoyangkan tubuh Audy.
"Mmm... Gue ngantuk banget, Beb. Loe sendiri aja napa." Audy menarik selimut kembali.
"Ah!, Loe mah. Ya, udah gue Jalan-Jalan sendiri aja." Chika kesel dan pergi keluar sendiri. Chika berjalan hingga di pinggir pantai. Tiba-tiba datang dua laki-laki berbadan tinggi dan kekar. Chika merasa ketakutan.
"Hai, cantik. Sendirian aja." Kata Laki-Laki 1 mencolek dagu Chika.
"Apa-apaan sih." Chika menepis tangan laki-laki 1.
"Galak banget, neng." Sahut laki-laki 2. Ketika Chika ingin memundurkan diri, tangannya sudah di pegang oleh laki-laki 1.
"Mau kemana sih, neng. Buru-buru banget." Kata laki-laki 1. Chika berusaha melepaskan pegangan, tetapi tangannya semakin di cengkaram.
Bbrruuggg Sebuah bogem meninju laki-laki 1 hingga terjatuh.
__ADS_1
"Loe ngga apa-apa?." Adi memegang pipi Chika. Chika langsung memeluk Adi.
"**** berani banget loe mukul teman gue." Laki-Laki 2 memukul pipi Adi.
"Loe yang berani sentuh cewek gue. ****." Adi membalik membogem laki-laki 2. Chika merasa ketakutan, lalu teriak minta tolong. Orang pada ngumpul mendengar teriakan Chika. 2 Laki-Laki itu langsung melarikan diri.
"Kalian ngga apa-apa." Kata Bapak-bapak.
"Kami ngga apa-apa, Pak. Terimakasih, ya. Pak." Chika membantu Adi berdiri. Adi dan Chika berada di Loby hotel. Lalu mengobati luka di wajah Adi.
"Di, gue terimakasih banyak. Kalau ngga ada loe, entah nasib gue kaya gimana." Chika mengobati wajah Adi.
"Maaf." Adi menunduk malu.
"Eh. I-Iya." Pipi Chika merona. Mereka berdua terdiam dan merasa canggung.
"Gu-Gue ma-mau ke kamar dulu, ya." Chika beranjak berdiri.
__ADS_1
"Gue juga mau kekamar, bareng aja." Adi menahan rasa canggung. Mereka berdua berjalan menuju kamar, sepanjang jalan mereka berdua terdiam dan merasa canggung. Detak jantung mereka berdua berdebar-debar. Tiba di depan pintu kamar Chika dan Audy. Adi memegang tangan Chika.
"Chik, maafin gue yang tadi, ya. Bukan maksud gue kaya gitu." Adi menatap Chika.
"I-iya, Ngga apa-apa kok. Walau itu ciuman pertama gue sih. Ya, udah gue masuk dulu, Bye Adi." Chika masuk kamar sebelum Adi bicara kembali.
"Pantesan manis banget rasanya, gue jadi pengen lagi. Aaarrrggghhh... Kenapa gue jadi mesum gini sih." Batin Adi sambil mengacak-acak rambut. Adi kembali ke kamarnya.
Chika senyum-senyum di ranjang sambil memegang bibirnya.
"Kenapa gue jadi berdebar-debar sih gara-gara ingat kejadian tadi. Kenapa juga Adi mencium gue atau dia suka sama gue, ya. Tau ah, gue ngantuk." Gumam Chika. Lalu menarik selimut.
Keesokan Paginya
Di restoran hotel, sudah berkumpul semua. Aku melihat tingkah Chika dan Adi merasa aneh. Mereka terlihat canggung dan malu-malu.
"Chika, Adi. Loe berdua kenapa?apa ada masalah dengan kalian berdua." Kata ku.
__ADS_1
Guys, mohon maaf atas kesalahan Author dalam penulisan yang mungkin tidak nyambung atau alur ceritanya aneh. Sekali lagi maaf