Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Kembali Pulang


__ADS_3

"Yank, Kita kembali ke Jakarta, Ya. Para orangtua dan sahabat kita sangat merindukan kalian semua." Rangga duduk di samping ku.


"Baiklah, tapi aku ngga mau ke Mansion yang baru. Kita ke Mansion yang baru kamu siapkan dulu." Aku menyusui Cayra.


"Tenang, sayang. Aku sudah menyiapkan, Mansion yang lama sudah aku berikan untuk Randy dan Tania." Rangga menempelkan dagunya sambil mengajak Cayra bercanda.


"Kapan kita sudah bisa tempati?." Kata ku.


"Terserah kamu mau kapan, Mansion sudah siap kapan aja kita mau." Kata Rangga.


"Kalau gitu besok aja, aku sudah kangen dengan para orangtua. Pegang dulu aku mau siap-siap." Aku memberikan Cayra ke Rangga.


"Ngga usah, pakaian dan barang-barang semuanya di sini. Biar nanti bila liburan kesini ngga usah bawa apa-apa." Rangga masih mengajak bercanda Cayra.


"Ya udah, aku mau kasih tau kembar, Vina dan Vino." Kata ku.


"Oke, nanti sudah selesai kasih tau ya. Aku mau menyiapkan kepulangan kita." Kata Rangga.


"Iya." Aku pergi dan menghampiri Vino, Vina dan Si kembar di taman.

__ADS_1


"Kids, come here. We will go back to jakarta if you want?." Aku teriak.


"Really Mommy?." Serentak Si kembar.


"Kok kalian cepat banget mau balik?." Vino kaget.


"Iya, kenapa kak?apa kakak ngga betah disini?." Vina sedih.


"Bukan adik kakak yang cantik, kakak sudah kangen dengan opa dan Oma Si kembar. Kalian juga ikut ya." Aku merangkul Vina.


"Aku tergantung kak Vino." Vina menatap Vino.


"Gimana, Vin?." Aku juga menatap Vino.


"Tenang, Rangga juga senang kalian ikut." Aku senang.


Aku menggandeng Si kembar dan masuk ke dalam Villa, Vino dan Vina mengikuti dari belakang. Wajah Si kembar begitu bahagia, karena akan pulang ke Jakarta. Ku lihat Rangga menuruni tangga sambil gendong Cayra.


"Deddy, benar kita pulang ke Jakarta?." Tanya Adline semangat.

__ADS_1


"Iya, sayang." Rangga memberikan Cayra ke Reina, sebelum Reina bicara. Rangga mulai menawarkan Vino untuk ikut.


"Bro, Loe dan Vina ikut kami ke Jakarta ya." Ajak Rangga berdiri berhadapan diantara Vina dan Vina.


"Thank's banget Loe nawarin gue, sebenarnya gue ngga mau ikut kalian ke Jakarta. Tapi gue berubah pikiran, karena gue sudah terlalu dekat sama Si kembar dan Cayra. Jadi Gue dan Vina ikut ke Jakarta sama kalian." Kata Vino berbelit-belit.


"Ya elah. Ngomong ikut, sampai panjang amat itu kata, kalah kereta. Hahaha..." Rangga tertawa.


"Ya udah, kalian berdua siap-siap aja dulu. Besok pagi kita berangkatnya." Kata ku, lalu menuju ke ruang tamu.


"Mom, entar malam barbeque, yuk. Untuk merayakan kita berkumpul kembali." Saran Adlan.


"Tumben nih anak biasanya cuek, dingin dan sikapnya kaya Vino cengengesan." Batin Ku.


"Mom, gimana?." Adlan menatap ku.


"Iya, sayang. Kalian minta tolong sama maid untuk mempersiapkan nanti malam." Kata ku tersenyum. Walau Si kembar terlahir di keluarga kaya raya, tapi aku mengajarkan sopan santun terhadap siapa saja termasuk para maid.


" Siap, Mommy." Serentak semangat.

__ADS_1


Malam Hari


Rangga dan Vino bertugas membakar makanan, Si kembar menyiapkan makanan bila sudah jadi. Sedangkan Aku dan Vina menyiapkan saus dan minuman. Kalau Cayra sedang di kamar bersama Bi Nina.


__ADS_2