Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Aksi Si kembar 2


__ADS_3

Tiba-tiba kepala Rangga menjadi pusing.


"Kenapa terlintas bayangan di pikiran Gue, apa itu memori Gue bersama mereka. Aduh kepala Gue sakit." Rangga teriak kesakitan dan memegang kepala.


ART mendengar suara Rangga, lalu menghampirinya dan panik.


"Tuan ada kenapa?." Salah satu ART.


"Aa-ambilkan saya obat, kepala saya sakit banget Bi." Rangga menjambak-jambak rambutnya.


"Ini Tuan." ART 2 memberikan obat dan air segelas, dengan cepat Rangga mengambil dan meminum obat. Mulai perlahan-lahan sakit di kepala Rangga mereda.


"Sebaiknya tuan istirahat." ART 3 membantu Rangga berbaring.


Keesokan Pagi


Rangga bangun dari tidurnya, kepalanya tidak terasa sakit. Lalu dia bergegas mandi.


Selesai mandi Rangga menuju rumah sakit untuk menemui dokter, karena sudah waktunya Rangga kontrol.


"Dok, semalam kepala saya terasa sakit sekali dan muncul bayangan memori sebelumnya." Rangga setelah di periksa.


"Tidak apa-apa itu tuan, sebentar lagi tuan akan sepenuhnya sembuh dan mengingat kembali. Tapi sebaiknya anda jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingatnya dan saya akan memberikan vitamin dan pereda sakit." Penjelasan Dokter.


"Baik, dok. Terimakasih." Rangga mengambil resep obat dan menebusnya, setelah itu Rangga menemui Arini.


Bbrruukkk

__ADS_1


Rangga ngga sengaja menabrak anak kecil.


"Nak, kamu ngga apa-apa?." Tanya Rangga membantu anak kecil.


"Saya ngga apa-apa tuan." Anak kecil itu Daffa.


"Nama kamu siapa?dan dimana orangtua kamu?." Rangga mendudukan Daffa ke bangku.


"Saya Daffa, Deddy lagi kerja dan Mommy lagi periksa kandungan. Om." Kata Daffa polos.


Deg


Rangga merasa tidak asing panggilan itu dan terlintas bayangan Adlan dan Adline memanggil dirinya. Kepala Rangga menjadi sakit kembali, tapi tak sakit seperti semalam.


Rangga memijat-mijat keningnya.


"Om kenapa?apa Om sedang sakit." Daffa khawatir.


"Kalian kembar?." Rangga.


"Iya, Om. Ini Daffi saudara kembar saya." Daffa mengenalkan Daffi.


"Saya Daffi, Deddy." Kata Daffi memeluk Rangga. Mata Rangga terbelalak.


"Maaf tuan adik kembar saya, Om." Daffa melepaskan Daffi dari pelukan Rangga.


"Tidak apa-apa." Kata Rangga tersenyum.

__ADS_1


"Maaf kan Daffi, ya. Soalnya Daffi aku kangen sama Deddy." Daffi sedih.


"Ngga apa-apa kok, kalian bisa panggil Om ini Deddy dan memeluk Om." Kata Rangga berjongkok.


"Benarkah." Daffa senang.


"Deddy..." Serentak Daffa dan Daffi. Mereka memeluk Rangga, tak jauh dari mereka Si Kembar A merasa iri.


"Sabar, ya. Lin, nanti perlahan-lahan Deddy akan ingat kita dan kembali bersama." Adlan memeluk Adline.


"Iya, Lan." Adline menghapus air mata.


Si kembar D mengajak Rangga kesuatu tempat.


"Tempat ini mengingatkan Deddy dengan anak-anak Deddy." Rangga tanpa sadar mengungkapkan.


"Apa Deddy mempunyai anak?." Daffi polos.


"Iya, Deddy mempunyai anak kembar dan yang satu masih baby." Rangga berjongkok.


"Benarkah, mereka pasti merasa senang mempunyai Deddy seperti Deddy ini." Daffa menatap Rangga.


Tiba-tiba Rangga meneteskan air mata, mengingat betapa kejamnya dia tidak mengakui Si kembar anaknya, hingga mereka pergi.


"Deddy ini jahat, tidak mau mengakui anak Deddy sendiri hingga mereka semua meninggalkan Deddy." Rangga berjalan dan duduk di bangku dekat danau.


"Kenapa Deddy tidak mengakui anak Deddy sendiri." Daffa mengikuti Rangga.

__ADS_1


"Deddy sedang hilang ingatan, karena Deddy mengalami kecelakaan." Rangga menjelaskan.


"Seharusnya Deddy jangan jahatin mereka, betapa sedihnya mereka." Kata Daffi.


__ADS_2