
Ketemu kembali Arini sekian tahun, sedang berbaring lemah di rumah sakit, sewaktu Rangga check up. Wajah Arini terlihat pucat dan badannya kurus.
Arini di vonis kanker hati stadium akhir. Rangga yang hilang ingatan, perasaan yang terkubur kembali bangkit dan melupakan sakit di hatinya.
Rasa cinta yang timbul kembali, membuat Rangga merasa ngga bisa menjauh dari Arini. Setiap hari Rangga datang dan menjenguk Arini. Merawat Arini.
Rangga bertekad untuk menikahi Arini dan menceraikan Reina.
Flash Back Of
Setelah kepergian Reina dan anak-anak, merasa ada yang hilang. Ucapan Reina dan anak-anak teriang di telinganya.
"Yank, ada apa sama kamu?akhir-akhir ini aku lihat kamu selalu murung." Arini memegang tangan Rangga.
"Ngga apa-apa, Reina dan anak-anak sudah keluar dari rumah. Aku sekarang sedang mengurus perceraian." Kata Rangga sedih.
"Maaf, ya. Yank. Gara-gara aku kamu pisah dari istri dan anak-anak mu." Arini murung.
"Ngga usah sedih gitu, aku memilih mu karena aku cinta kamu. Aku menikah dengan Reina juga di jodohkan. Sudah kamu jangan mikir yang macem-macem, yang penting kesehatan kamu. Nanti kalau sudah semua beres kita akan menikah." Rangga memegang Pipi Arini.
__ADS_1
"Terimakasih, Yank. Dari dulu kamu selalu membuatku bahagia." Arini memeluk Rangga.
"Ya Allah, kenapa aku ragu dengan perasaan ini. Semenjak Reina dan anak-anak pergi, aku jadi teringat mereka dan ingin mencarinya." Batin Rangga.
Hari sudah malam, Rangga berpamit pulang. Arini menatap kepergian Rangga sangat sedih, ternyata cowok yang sudah dia sakiti masih setia menemaninya.
Sesampai di rumah, Rangga memasuki kamar tamu yang menjadi tempat tidur Reina dan anak-anak. Rangga begitu rindu dengan Reina dan anak-anak. Lalu dia merebahkan diri di ranjang dan menciumi bau wangi parfum Reina yang tertinggal di bantal.
"Kenapa Aku sangat merindukan Reina dan anak-anak?apakah keputusan ku ini benar?." Rangga bangun dan duduk, lalu bersandar.
Keesokan Pagi
Rangga menepikan mobil di mall untuk membeli baju buat Arini. Ketika Rangga memasuki butik, Rangga melihat Reina dan Si kembar sedang bermain di area bermain. Chayra di gendong oleh laki-laki tampan dan berbadan kekar, laki-laki itu adalah Randy. Rangga tidak mengenalinya, karena hilang ingatan. Ada rasa marah di hatinya.
"Secepat itukah Reina mendapat pengganti Gue dan mereka begitu bahagia." Rangga kesel dan masuk kedalam butik.
Setelah dari butik Rangga langsung menuju rumah sakit.
"Ini buat kamu, Yank." Rangga memberikan paper bag.
__ADS_1
"Wah! terimakasih, Yank." Arini memeluk Rangga.
"Cuaca hari ini buruk, kita ke dalam aja ya." Rangga mendorong kursi roda Arini.
Bbrruukkk
Ngga sengaja menabrak seorang wanita, hingga terjatuh. Ketika Rangga menolong, betapa kagetnya wanita itu adalah Reina.
"Maaf, ya..." Rangga bicara terputus.
"Terimakasih tuan, maaf saya permisi dulu." Aku pergi ngga tahan melihat kebersamaan Arini dan Rangga.
"Rei..." Rangga memangil, rasanya Rangga ingin mengejar Reina. Tapi tak tega meninggalkan Arini.
"Siapa dia, Yank?." Arini bingung.
"Dia Reina." Rangga dingin dan mendorong kursi roda Arini.
"Jadi Reina, Yank. Kenapa kamu ngga kejar aja?." Arini lembut.
__ADS_1
"Ngga, biarin aja. Aku ngga mau ninggalin kamu." Rangga