
"Kasihan, suami ku. Terimakasih, Yank. Kamu sudah memberikan kebahagiaan yang tak terhingga, walau kadang kamu itu nyebelin. Tapi ku tetap mencintaimu, My Husband forever. Mmmuuucchhh..." Kata ku memandangi Rangga yang terlelap dan mengecup singkat bibir Rangga.
Aku meninggalkan Rangga di kamar dan menuju dapur untuk memasak makan siang. Ku lihat para ART sudah tengah sibuk menyiapkan masakan.
"Siang nyonya..." Sapa para ART.
"Siang..." Balas ku dan tersenyum.
"Menu siang ini apa?." Tanyaku dan melihat semua bahan sudah di meja.
"Seperti biasa makanan favorit si kembar ayam goreng, dan tadi tuan Rangga memerintahkan kami masak Soto Lamongan dan udang goreng cryspi." Jelas ART 1
"Baiklah, aku bantu ya." Aku hendak membantu ART memasak, tiba-tiba Rangga memelukku dari belakang.
"Kamu ngga usah bantuin masak, mereka sudah ku gaji. Kamu cukup ngelayani suami mu yang ganteng ini." Rangga mencium pipiku.
"Ih, kamu apa-apa si, Yank. Malu tau di lihat para ART." Kata ku mencubit tangan Rangga.
"Auww... sakit, Yank." Rangga mengelus-elus tangannya yang abis ku cubit.
"Biarin, bis kamu nyebelin banget." Aku pergi menuju ruang keluarga. Rangga mengikuti ku dari belakang. Tingkah Rangga hari ini sangat aneh dan ngga biasanya, dia bersikap manja dan ngga mau jauh dari ku. Hingga aku kelelahan dibuatnya.
"Ih, Deddy ngga malu apa. Sudah besar manja sama Mommy, malu-maluin kamu pria aja." Ledek Adlan.
"Hahaha... emang enak di ledekin anak sendiri." Mendengar omongan Adlan Aku tertawa.
__ADS_1
"Biarin aja Mommy kan istri Deddy, jadi sah-sah aja Deddy manja sama istri Deddy sendiri. Wweee..." Rangga menjulurkan lidah dan memeluku dengan manja
"Ish... Deddy bikin malu aku aja. Sana jangan dekat-dekat Mommy, kasihan Dedenya." Adline mengusir Rangga dari ku.
"Ngga mau, Deddy ngga mau. Kalian sana pergi main atau belajar, jangan ganggu Deddy." Rangga bersikap seperti anak kecil.
"Mommy..." Serentak Si kembar dengan tatapan melas minta belas kasih.
"Kalian ini bikin Mommy pusing, lebih baik Mommy pergi aja." Kata ku beranjak pergi dengan sigap Rangga memelukku dari belakang si kembar memeluk kakiku.
"Jangan pergi Mommy." Serentak Rangga dan si kembar.
"Kalau kalian ngga mau Mommy pergi, kalian harus janji dulu. Ngga ada yang namanya berantam dan manja-manja sama Mommy." Kataku tegas.
"Siap Mommy." Serentak Rangga dan Si kembar.
"Hore..." Teriak girang kembar.
"Kamu mau berlibur kemana, Yank." Rangga merangkulku.
"Aku ingin berlibur ke Lombok, Yank. Ingin lihat indahnya pantai disana, Yank." Kataku.
"Baiklah, Kids ayo siapkan barang-barang kalian. Kita pergi sekarang." Rangga menunduk.
"Siap Deddy." Teriak kembar penuh semangat.
__ADS_1
Rangga membisikan puisi
Wahai engkau istri tercinta..
Engkau lah bidadari ku di dunia..
Sudah seharusnya selalu ku jaga..
Wahai engkau istri tercinta..
Aku bersumpah kan selalu setia..
Engkau lah anugerah terindah di dunia..
Semoga bersama sama kita bisa meraih ridho Allah Subhanahu Wa Ta'alla...
Jantung selalu berdebar-debar...
Bila kau di dekat ku...
Karena Aku mencintaimu...
Sangat-sangat mencintaimu...
Jangan pernah kau tinggalkan aku...
__ADS_1
Aku tak sanggup berpisah denganmu...
Mendengar puisi Rangga membuat hatiku berbunga-bunga. Rangga selalu membuatku melayang.