
"Kenapa mereka cantik banget?." Geram Rangga.
"Lihat tuh cowok-cowok pada ngelirik mereka." Randy kesel.
"Rugi Gue." Tambah Alex kesel.
"Ya rugi bangetlah." Adi Kesel.
"Ya, apalagi bini Gue yang lagi hamil tambah tubuhnya montok." Rio geram.
Para Istri ke cafe dan tak sengaja ketemu Lee Min Hoo yang sedang syuting film. Membuat para istri histeris.
"Aaaaaaaa... Oppa Lee Min Hoo." Serentak.
Dari kejauhan Para suami melihat para istri yang histeris melihat melihat Lee Min Hoo, merasa cemburu.
"Siapa lagi tuh Opa?." Rangga mengepal tangannya.
"Sayang banget masih mudah di panggil Opa." Alex.
__ADS_1
"Lah bukan Opa kakek, tapi Oppa itu kakak bagi penggemar semua cowok korea itu Oppa." Kata salah satu pengunjung yang datang mendengar pembicaraan para suami.
"Apa cakepnya mereka, cakepan juga kita." Pede Adi.
"Iya, apalagi kita yang bisa memuaskan di ranjang. Hahahaha..." Rio Bangga.
"Pea Loe." Rangga mentoyor kepala Rio.
Sementara para istri sedang asyik selfi-selfi mesra dengan Lee Min Hoo, membuat para suami sangat cemburu. Mereka pun menghampiri istri mereka masing-masing dan menarik pergi jauh dari artis pujaan mereka.
"Yank, sakit kamu kenapa sih?." Kata ku merasa tanganku yang di tarik Rangga dan melepaskan tangan Rangga.
"Aku kaya gini harusnya kamu sadar dong." Aku tau mau kalah marah dan menatap tajam.
"Salah aku apa?." Kata Rangga.
"Dasar suami nyebelin dan nggak peka, makanya aku pergi, biar kamu tau kesalahan kamu itu apa. Dah aku cape." Aku hendak pergi Rangga langsung menarik ku dan memeluk ku dari belakang.
"Jangan pergi, iya. Aku minta maaf, Aku banyak salah sama kamu. Hingga aku lupa kesalahan aku itu apa. Jangan pernah pergi dari ku lagi, Aku ngga sanggup kalau kamu ngga ada didekat ku. Aku sangat mencintaimu. Aku cemburu melihat kamu sama cowok tadi." Rangga membalikan tubuhku dan mencium kening ku.
__ADS_1
"Ya, ampun itu Idola aku, sedangkan kamu itu suami aku. Ngapain cemburu." Aku merasa senang atas pengakuan Rangga.
"Yank, maafin aku ya?Dan jangan pernah pergi lagi."
Disisi Tania dan Randy
"Cepat masuk ke mobil." Randy marah, menyuruh Tania masuk ke mobil.
"Nggak." Tania juga marah, tangannya menyila dan membuang muka.
"Masuk nggak." Randy dengan nada tinggi.
"Aku nggak mau." Tania baru melangkahkan kaki, tapi tangannya sudah di pegang Randy.
"Kamu jangan kaya anak kecil, ngga cape apa menghindar terus." Randy menatap Tania.
"Justru kamu yang kaya anak kecil, aku cape hadapi kamu. Kamu suami yang nyebelin dan peka kesalahan kamu apa, lebih baik kita pisah dulu dan renungin kesalahan kamu. Kalau sudah tau baru datang kepada ku." Tania meneteskan air mata dan ingin pergi. Tapi Randy sudah memeluk Tania dari belakang.
"Aku ngga mau pisah, aku ngga sanggup harus pisah denganmu. Karena Aku sangat mencintaimu. Aku minta maaf atas semua kesalahan ku selama ini dan aku sangat cemburu kamu peluk-peluk cowok lain." Randy menetes kan air mata juga.
__ADS_1
"Dia itu cuma Idola aku, di hatiku itu cuma ada kamu seorang." Tania tersenyum melihat Randy yang cemburu, karena baru kali ini Randy menunjukkan kalau dia cemburu.