Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Rangga Emosi


__ADS_3

Rangga setiap hari menangis dan sangat menyesali perbuatannya kepada istri dan anak-anaknya



"Sayang, maafkan aku. Tolong kembalilah pada ku, aku tak sanggup kehilangan mu. Hiks...Hiks...Hiks..." Rangga menangis.


Para sahabatnya menjadi tak tega melihat Rangga menjadi kacau.


"Bro, sabar ya. Loe harus kuat hadapi cobaan ini." Alex menepuk pundak Rangga.


"Loe sekarang menyesal telah berbuat jahat sama adik dan keponakan Gue?." Tanya Randy sinis.


"Gue sangat menyesal menyesal, Ran. Tolong kasih tau Istri dan anak-anak ku kemana?, ijinkan Gue ketemu mereka, Ran. Gue ngga sanggup tanpa mereka, Ran." Rangga berlutut memegang kaki Randy.


Randy tidak tega melihat Rangga berlutut, lalu membantu Rangga berdiri.


"Gue akan kasih tau dimana istri dan anak-anak Loe, tapi Loe harus janji jangan pernah nyakitin mereka lagi. Kalau Loe masih nyakitin mereka, jangan harap Loe bisa ketemu mereka lagi." Tegas Randy.

__ADS_1


"Iya, Gue janji. Gue ngga akan pernah menyakiti mereka, Gue ngga mau mereka pergi lagi. Sekarang dimana mereka Gue akan jemput mereka?." Ucap Rangga.


"Bro, istri dan anak-anak Loe ada di Bali. Kita sengaja membayar orang sewaan Loe jangan ngasih tau keberadaan mereka, tenang aja mereka sangat aman dan baik-baik aja disana?." Rio menjelaskan.


"Pantas aja Gue sudah membayar orang mencari istri dan anak-anak Gue, tak ada hasil. Jadi ini ulah Loe pada. Kenapa Loe pada tega sama Gue, selama ini Gue tersiksa banget. Asal Loe pada tau tanpa mereka hidup Gue hampa, tanpa ada arah harus kemana. B***ngan kalian." Rangga memukul sahabat-sahabatnya. Rangga merasa di bodohi.


"Sorry ya, Rang. Biar Loe jera." Ucap Adi.


"Kita ingin Loe sadar, wanita sebaik Reina dan anak-anak yang lucu-lucu Loe sia-siakan." Tambah Randy mengelap darah di bibirnya akibat pukulan Rangga.


"Gue saat ini masih marah banget sama Loe sudah nyakitin adik Gue, tapi Gue juga ngaku salah seharusnya Gue ngga memisahkan kalian. Gue minta maaf, Rang." Randy mengulurkan tangan.


"Ya, Rang. Maafin kita." Alex menepuk pundak Rangga. Rangga menarik napas.


"Karena kalian sahabat-sahabat gue yang sudah gue anggap saudara sendiri, kali ini Gue maafin semua. Tapi lain kali Gue akan kirim Loe semua ke Afrika." Tegas Rangga.


"Thank's brother." Adi merangkul Rangga.

__ADS_1


"Loe yang terbaik, Rang." Rio memeluk Rangga.


"Karena kalian sudah bikin hidup Gue terpisah dari anak dan Istri Gue, Gue pengen kalian bantu Gue untuk membujuk Istri dan anak-anak Gue kembali ke sisi Gue lagi." Kata Rangga.


"It's Ok, bro. Kita akan bantu Loe." Alex merangkul Rangga.


"Mumpung disini ngga ada anak dan istri kita, kita manggung. Yuk, kangen nih sudah lama kita ngga manggung." Ide Rio.


"Iya, juga sih." Adi mengiyakan.


"Sorry Gue tetap ngga bisa, pikiran Gue saat ini masih ke anak dan Istri Gue." Kata Rangga sedih.


"Wah! parah Loe." Alex menujuk dan menggeleng kepala ke arah Rio dan Adi.


"Sory, selama ini kan kita selalu sibuk dan lupa harus merilekskan diri sendiri." Rio menunduk kepala, begitu Adi. Mereka merasa bersalah.


"Ya, udah. Jangan pada melow, lebih baik kita ke rumah Gue. Buat strategi untuk bujuk Istri dan anak-anak Gue." Rangga merangkul Rio dan Adi.

__ADS_1


__ADS_2