
"Maafkan Abang, Fa. Abang ngga tau sifat Arini seperti itu, saking Abang sayangnya kepada Arini ngga bisa lihat sifat buruknya Arini." Bara menatap teduh Latifa.
"Tidak apa-apa, yang penting Abang sekarang harus taubat dan minta ampun kepada Allah SWT." Latifa lembut.
Alex melihat Latifa bersama pria lain rahangnya mengeras dan mengepalkan tangannya. Rangga melihat wajah Alex yang merah, menahan marah. Lalu menghampiri.
"Bro, sabar jangan kebawa emosi. Gue tau loe cemburu." Rangga memenangkan Alex.
"Gue ngga bisa, Bro. Melihat bini Gue bersama pria lain, apalagi pakai pegang tangan segala." Alex menepis tangan Rangga ketika Rangga ingin memegang tangan Alex.
"Loe jangan emosi, ingat kita masih di kandang ular." Rangga menarik kembali tangan Alex.
Bara bangun dari duduknya, lalu menghampiri ku yang sedang memeluk Cayra.
"Wah! Dia mau ngapain, dia mendekati bini gue sekarang." Rangga panik, langsung mendekati istri dan anak-anaknya.
"Rei, Gue mewakili dari Arini, maukah Loe maafin segala kesalahan Arini, ya." Bara mengulurkan tangannya.
Sebelum Aku menjawab Rangga merangkul ku dan berkata.
__ADS_1
"Semua sudah berakhir, kami sudah memaafkan kesalahannya dan lupakan dendam di antara kita. Kita jadikan ini pembelajaran agar kita lebih dewasa lagi, Oke sob. Sekarang Loe itu bagian dari kita, Oke." Rangga menjabat tangan Bara, aku mendengar kata-kata Rangga kaget, ngga di sangka Rangga bisa bicara dengan bijak.
Aku tersenyum dan bangga, Rangga sudah berubah menjadi lebih dewasa.
"Iya, aku sudah memaafkan sudah lama. Arini juga menyadarkan kami, agar kami saling percaya dan bersifat dewasa dalam hubungan kami." Kata ku.
"Terima kasih, Rei, Rang. Kalian berdua Benar-benar pasangan paling baik yang pernah Gue temui, sekali lagi maafin Gue dan Arini." Bara membungkukkan badan sedikit.
"Ya, Sob." Rangga menepuk pundak Bara
--------------------🌹🌹🌹🌹🌹🌹---------------------
Sebulan Kemudian
Hari ini mereka merayakan kesuksesan Bara dengan mengundang anak yatim dan kaum duafa, mereka mengadakan syukuran di rumah Bara.
"Selamat, Sob. Berkat Loe cabang yang hampir bangkrut, sekarang kembali bangkit." Rangga memeluk Bara.
"Ya, makanya lain kali Loe harus cek bawahan Loe dan jangan jadi atasan yang masa bodo amat dan tidak meriksa cabang walau itu cabang kecil." Nasehat Bara.
__ADS_1
"Ya, pak Dirut." Ejek Rangga.
"Sue, Loe. BTW mana tim Deddy's Loe?." Bara celingak celinguk.
"Noh, sama para nyonya dan anak-anaknya." Rangga menunjuk dengan bibirnya.
"Samperin, yuk." Ajak Bara.
Bara dan Rangga berjalan menuju tim Deddy's dan yang lainnya.
Mereka berbincang, bercanda dan saling mengejek atau menggoda yang lain. Tak terasa hari sudah mulai malam.
Semua tamu sudah pulang satu persatu, tinggal Bara sendiri yang masih duduk di sofa menatapi langit-langit.
"Arini, Abang sekarang menjadi orang yang lebih baik dan sukses berkat Rangga dan kawan-kawan memberikan pencerahan di hati Abang, maafkan Abang belum bisa menjadi Abang yang baik buat kamu." Batin Bara.
-----------------------🌹🌹🌹🌹🌹🌹---------------------
Persahabatan mereka terus berlanjut, hingga anak-anak mereka menjadi dewasa. Bahkan mereka berniat menjodohkan anak-anak mereka, agar mereka tambah dekat.
__ADS_1
Tidak di sangka Bara menikah dengan sekretarisnya itu, padahal mereka seperti Tom and Jerry.
------------------------------- T A M A T ----------------------