
Kandungan ku kini sudah beranjak 5 bulan, tapi Rangga belum membuat buku nikah.
"Reina, sayang. Aku belum dengar kamu mengatakan cinta ke aku." Rangga menciumi tanganku.
"Aku ngga bilang sebelum kamu bikin buku nikah." Sinis ku.
"Benar kalau buku nikahnya jadi sekarang kamu harus bilang ya." Rangga menuju Ruang pakaian dan membawa kotak.
"Nih." Rangga menyodorkan kotak.
"Apa ini." Tanya ku heran.
"Buka aja." Rangga duduk di samping ku. Aku membuka kotak dan betapa aku kagetnya aku.
"Ini buku nikah, kapan kamu buatnya, Rang." Aku memegang 2 buku nikah warna merah dan hijau.
"Sejak pertama kamu hamil, yank." Rangga merangkul ku.
"Terima kasih, Rang." Aku memeluk Rangga dan menetes kan air mata.
"Sekarang ayo bilang kalau kamu mencintai aku." Rangga melepas pelukan ku dan memegang tangan ku.
"A-aku sangat suka buku nikahnya." Aku melepaskan tangan Rangga dan menaruh kembali buku nikah ke dalam kotak.
"Loh, kok buku nikah, yank." Rangga cemberut. Aku mendekati Rangga. Aku menjijitkan kaki dan men*** bibir Rangga.
__ADS_1
"Aku cinta Kamu." Bisik ku ke telinga Rangga. Aku hendak beranjak keluar kamar, tapi Rangga menarikku hingga jatuh di pelukannya.
"Bilang sekali lagi." Rangga memegang tanganku.
"Rangga Surya Wijaya, Aku mencintaimu." Teriak ku. Rangga men*** bibirku. Rangga melepaskan ciuman
"Aku juga mencintaimu, Akasma Lareina Putri Sanjaya." Rangga men*** bibirku kembali. Tangannya memasuki baju ku dan ****. Lalu Rangga melepas pakaian ku dan pakaiannya.
Rangga menggendong ku dan menuju Ranjang. Rangga men*** bibirku.
"Deddy datang debay." Rangga menciumi perutku dan mulai aksinya
"Terimakasih, yank. Sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak-anakku. Kau jiwa ku dan hidup ku, aku takut kehilanganmu. Karena Aku sangat mencintaimu." Rangga mencium kening ku dan menjatuhkan diri ke sebelah ku.
"Aku juga mencintaimu, Yank." Aku memeluk Rangga, kami tertidur saling berpelukan.
Aku terbangun dan melihat jam di dinding menuju jam 6.
"Aku sangat beruntung mempunyai suami seperti kamu, walau nyebelin." Batinku. Aku memandangi Rangga dan menciumi bibir Rangga. Ketika aku hendak bangun Rangga menarik ku dan memeluk ku.
"Sebentar aja."
"Rangga, sayang. Bangun yuk, aku lapar nih." Aku memegang pipi Rangga
"Mandi bareng, yuk." Rangga menggendong ku sampai kekamar mandi.
__ADS_1
"Yank, pengen lagi." Bisik Rangga. Aku mengangguk. Kami melakukan kan lagi.
1 Jam Kemudian
Aku dan Rangga selesai mandi.
"Kamu gila, yank." Aku menyikut Rangga.
"Habis kamu bikin aku kecanduan dan kamu tambah seksi, yank." Rangga memeluk ku.
"Kita makan di rumah Mama, aku kangen masakan mama." Aku mendongak kepala.
"Ya, yank." Rangga menggenggam tanganku hingga menuju mobil. Rangga melaju mobilnya.
Di Rumah Mama
Mama dan Papa menyambut ku dengan senang, ketika terlihat mobil masuk gerbang. Rangga memakirkan mobil dan membukakan Pintu. Aku keluar, Rangga memegangi tangan ku.
"Princess Papa." Papa Sanjaya memelukku dan mencubit pipiku.
"Sayang, kamu datang juga." Mama Vina tak kalah mau memeluk ku dan mencium pipiku.
"Assalamu'alaikumsalam. Mah, Pah." Rangga mencium Tangan Mama dan Papa.
"Wa'alaikumsalam, Nak." Mama dan papa memeluk Rangga.
__ADS_1
Maaf harus di revisi lagi karena mau pengajuan kontrak mohon dukungannya. Jangan lupa Like, Vote dan komentarnya ya... Terimakasih sebelumnya sudah mau berkunjung dan membaca novel ku... 😘😘😘😘😘