
"Sudahlah, Guys. Kita ngga boleh nangisin para suami brengsek kaya mereka. Kita harus balas perbuatan mereka." Aku menghapus air mata.
"Benar, kita harus bangkit." Tania semangat.
"Saat ini, kita bebas tanpa beban suami." Chika semangat juga.
"Iya, benar kita bebas. Tanpa ada yang harus maksa untung berhubungan intim lagi." Kata Latifa, membuat Kami tertawa. Kami mengacak-acak Wig Latifa.
"Guys, kayanya kita tetap jadi kaya gini lebih gampang untuk gaet Oppa Korea." Usul Audy.
"Benar itu. Tapi Gue mau mandi dulu nih, badan gue lengket." Chika risih.
"Ya, tapi disana masih ada para suami. Chika sayang." Kata ku lembut.
"Jadi kita harus gimana?." Chika bingung.
"Bagaimana kita ke pemandian air panas, yang kaya di film-film itu." Usul Tania.
"Setuju." Serentak
Sesampai di pemandian air panas.
Kami berendam bersama, karena luar jadi kami leluasa menikmati berendam air panas. Badan Kami terasa rileks.
Beberapa Jam Kemudian
__ADS_1
Kami sudah selesai berendam,
kami ikut nimbrung kerumunan orang-orang untuk bersantai.
"Ah! Ini namanya kebebasan para istri. Hahahaha." Chika Senang.
"Benar itu, nyamannya." Audy menikmati aroma terapi di ruangan.
Disisi Lain
"Bagaimana ini kita belum menemukan mereka, Gue khawatir dengan kandungan Bini gue." Rio Panik.
"Ngapain juga, Dessy dan kawan-kawannya ngomong kaya gitu." Rangga emosi.
"Kita balik lagi ke hotel tadi, untuk menanyakan kamar mereka." Ide Adi.
"Ini Para bini kenapa hanya pesan satu kamar." Randy heran.
"Ya, mana Gue tau. Kagak ade Loe suka aneh, masa kangen tidur bareng bini Loe pada." Rangga menaikkan dan turunkan bahunya.
Tiba dikamar hotel,
"Rupanya mereka nginap disini." Alex merebahkan badan di kasur. Adi melihat Instagram Chika, mata terbelalak.
__ADS_1
"Bro, sini cepat bukannya itu para istri." Adi menunjukkan ponsel ke sahabat-sahabatnya.
"Benar ini." Kata Alex.
"Rupanya mereka sangat menikmati, ya." Rangga senyum.
"Jangan salahkan istri, ini salah kita juga tadi. Membiarkan Dessy dkknya ngomong gitu." Randy merebahkan badan di kasur.
"Benar, juga. Padahal mereka ingin memberi kita kejutan atas kedatangan mereka, tapi mereka yang terkejut." Rangga membenarkan perkataan Randy.
"Iya, sekarang kita bikin kejutan romantis gimana?." Usul Alex.
Mereka mulai mempersiapkan kejutan romantis bersama.
Sementara
"Guys, kembali ke hotel. Yuk. Badan Gue pada pegal semua nih." Audy memijat-mijat Bahunya.
"Ya, Udah. Yuk." Aku membantu Audy bangun.
"Kalau ada para suami bagaimana, Rei." Tanya Chika.
"Ah! Bodo amat, Gue dah cape banget pengen rebahan." Audy agak tinggi bicaranya.
"Maklumi, Chika. Audy Lagi hamil, kalau memang nanti ada para suami kita langsung ke kamar dan kunci kamar." Tania menepuk pundak Chika yang sudah cemberut, karena perkataan Audy yang tinggi nadanya.
Sesampai Hotel.
__ADS_1
"Loh kok lampunya ngga bisa di nyalain." Aku berusaha menyalakan lampu. Karena mata Kami sudah ngantuk dan ngga masalahin lampunya. Kami mau ke tempat tidur, kaget melihat lilin dan bunga. Ada kata "Maafkan suamimu."
Para suami yang membawa bunga, bukannya senang malah pingsan. Karena sudah ngantuk banget. Para suami kaget dan menggendong para istri ke rumah sakit terdekat.