Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Randy


__ADS_3

Di London


Randy berkerja di perusahaan Papa Sanjaya sejak umur SMP. Karena Randy itu memang dasarnya pintar, dia cepat menyerap pelajaran. Apalagi bisnis dia paling suka. Sekarang Randy juga membantu perusahaan Papa Surya juga sampai Rangga bisa di percaya.


"Ran, gimana laporan hasil rapat hari ini." Tanya Papa Sanjaya.


"Ini pah, semuanya sudah Randy rekap." Randy memberikan berkas ke Papa Sanjaya.


"Papa bangga sama kamu, Randy. Kamu selalu cekatan." Puji Papa.


"Terima kasih, Pah." Randy tersenyum bangga.


" Hari ini kita ke rumah sakit, Jenguk Papa Surya. Mama juga sudah di sana temani Mama Rani." Kata Papa Sanjaya.


"Ya, Pah." Randy dan Papa Sanjaya menuju rumah sakit.


Sesampai di rumah Sakit, Mama Vina sedang asyik ngobrol dengan Papa Surya dan Mama Rani.


Mereka dulu adalah sahabat dari kecil sampai sekarang, Susah senang selalu bersama. Mereka juga mendirikan perusahaan hingga sekarang menjadi perusahaan terkenal di macam negara.


"Assalamu'alaikum..." Papa Sanjaya dan Randy memasuki Kamar.


"Wa'alaikumsalam..." Serentak.

__ADS_1


Randy mencium satu persatu Tangan Orang tua (Mama Vina, Mama Rani dan Papa Surya).


"Gimana kabar kamu, Nak." Lirih Suara Papa Surya yang terbaring di ranjang.


"Baik, Pah." Randy tersenyum.


"Kumpul begini jadi ingat Reina dan Rangga." Kata mama Rani.


"Apalagi Reina lagi mengandung cucu kita, jadi cepat-cepat keluar itu debaynya." Mama Vani gemas.


"Kita Video call aja." Usul Papa Sanjaya.


Dddrrrttt... Handphone Rangga bunyi. Mata Rangga masih merem dan tanpa melihat.


"Hallo..." Suara serak abis bangun tidur.


"Siapa, Rang." Tanya ku, ngucek-ucek mata.


"Mama, Papa dan Randy. Cepat tutup tubuh mu, kelihatan." Bisik Rangga.


"Kalian ngapain si." Randy menatap curiga.


"Wah! Mentang-mentang dah sah. Kalian main mulu." Goda Papa Sanjaya. Aku dan Rangga tersipu malu.

__ADS_1


"Ingat, Rang. Reina lagi hamil kamu jangan macam-macam. Awas terjadi apa-apa dengan cucu mama." Ancam Mama Rani


"Ng-ngga ngapa-ngapin kok." Rangga Gugup. Mereka tertawa melihat tingkah lucu kami. Kami pun ngobrol sampai jam 1 malam waktu Jakarta, Indonesia.


Esok pagi (Masih Di London)


Randy terbangun, dia mengecek handphone ada beberapa pesan WA. Dia membaca satu persatu pesan, dan pesan terakhir dari Tania. Dia tersenyum melihat pesan Wa dari Tania.


Isi pesan dari Tania


"Randy, apa kabar?kamu kapan pulang."


Randy membalasnya.


"Baik, Kamu sendiri gimana kabarnya. Aku belum tau, memang kenapa?Kangen ya sama aku 😁😁😁..."


"Siapa yang kangen sama kamu, kalau kita nongkrong nggak ada kamu berasa kurang aja gitu." Wa dari Tania. Randy tersenyum melihat Wa dari Tania. Mereka saling membalas pesan dan tersenyum.


Randy meletakkan Handphone di atas meja dan beranjak menuju kamar mandi.


"Duh! kok gue jadi kangen banget sama Tania, setiap memikirkannya apalagi melihatnya jantung gue berdebar-debar ngga karuan. Apa gue dah jatuh cinta sama dia, ya." Rangga megang dadanya.


Selesai mandi dan sudah berpakaian rapi Randy turun kebawah untuk sarapan.

__ADS_1


Randy pagi-pagi berangkat kantor untuk periksa berkas-berkas hasil rapat kemarin Randy begitu giatnya bekerja, padahal umurnya masih terlalu muda. Tapi dia sudah bisa menghendel semuanya.


Sorry up nya sedikit, jangan lupa like dan komentarnya.🤗🤗🤗🤗


__ADS_2