
Pagi harinya Aku, Rangga, Alex, Ibu Kokom dan Pak Paijo kembali. Tidak lupa bayi mungil dan cantik Chayra ikut serta. Aku merasa tidak sabaran ketemu Si kembar.
Kami menggunakan Helikopter, karena dari Desa ke Jakarta membutuhkan waktu 5 jam bila menggunakan mobil. Desa Mawar terletak paling ujung jawa barat dan harus melewati pegunungan(ceritanya seperti hehehe...).
Sesampai di halaman Mansion, kami turun. Aku masuk ke Mansion sambil menggendong Baby Chayra, Aku terkejut. Si kembar, Para Orangtua dan Para sahabat sudah berkumpul menyambut kedatangan ku. Aku merasa terharu.
"Aku sangat merindukan kalian semua. Hiks... Hiks... Hiks..." Aku memeluk satu persatu, terkecuali sahabat-sahabat Rangga.
"Sudah Mommy, jangan menangis." Adline menghapus air mata ku.
"Btw perkenalan ini Pak Paijo dan istrinya Ibu Kokom, mereka yang telah merawat dan membantu ku di desa." Aku memperkenalkan Pak Paijo dan Ibu Kokom kelurga.
"Assalamualaikum." Pak Paijo dan Ibu Kokom sopan.
"Terimakasih, Pak Paijo dan Ibu Kokom. Menjaga my princess." Kata Papa ku.
"Sama-sama Tuan, kami sudah menganggap Neng seperti anak kami sendiri. Maaf kalau saya lancang Tuan." Kata Pak Paijo menunduk.
"Tidak apa, Bro. Saya senang malah, jadi kamu itu saudara. Hahaha..." Papa Ku menepuk pundak Pak Paijo.
"Sudah, Pah. Ini cucu papa yang baru." Aku memberikan Chayra. Papa senang banget.
Kami ngobrol dan bercanda Ria, senangnya bisa berkumpul kembali. Karena harus menyusui Chayra aku langsung ke kamar. Abis nyusui Chayra aku terlelap. Rangga melihat Istrinya sudah terlelap, lalu menyelimutinya dan memindahkan Chayra ke Box atau tempat tidur Baby.
Hari sudah gelap, semua tamu sudah pulang kerumah masing-masing. Terkecuali Orangtua Reina dan Rangga. Aku terbangun dan langsung mandi.
Selesai aku turun kebawah, kulihat Rangga, si kembar, Orangtua ku dan Rangga sedang mengajak ngomong Baby Chayra. Aku merasa senang.
"Assalamualaikum semuanya." Sapa ku.
"Wa'alaikumsalam."
"Yank, kamu sudah bangun. Maaf aku tadi ngga bangunin kamu, karena aku lihat kamu sangat lelah." Rangga menghampiri ku.
__ADS_1
"Ngga apa-apa, Yank. Btw Pak Paijo dan Ibu Kokom kemana, Yank." Kata ku, mencari-cari keberadaan Pak Paijo dan Ibu Kokom.
"Sepertinya masih di kamarnya, Yank." Ucap Rangga.
Tak lama kemudian, Pak Paijo dan Ibu Kokom datang.
"Assalamualaikum, maaf kami terlambat. Karena tadi kami nyasar." Pak Paijo malu.
"Wa'alaikumsalam, ngga apa Pak, Ibu. Sini duduk gabung dengan kami. Anggap aja kami saudara kalian." Mamaku ramah.
Rangga mengambil gitar dan membacakan puisi
*Maaf...
Mungkin cuma kata ini yang bisa aku sampaikan
Maaf... Aku telah mengecewakanmu
Maaf... Jika aku menuruti Egoku..
Dan Maaf... jika aku tidak bisa menjadi seperti yang kamu inginkan...
Aku paham...
Ku sudah banyak berbuat salah kepadamu
Tapi , aku mohon maafkanlah aku...
Maaf atas semua kesalahan yang telah ku perbuat...
Semenjak kepergian Mu
Di setiap heningnya malam yang syahdu
__ADS_1
Gairah hidupku pun hilang merindu
Sejuta penyesalan penuhi ruang hampaku
Selimuti pekat ruang kalbuku
Membuat aku semakin pilu setiap harinya..
Sayang ,maafkanlah segala kesalahanku
Berikanlah ku kesempatan
Untuk memperbaiki kesalahanku
Karena ku tak mau kehilanganmu
Kasih
Aku sangat mencintaimu
Aku sangat menyayangimu
Setulus hatiku setulus cintaku
Kau sangat berharga bagiku
Janganlah pergi lagi dan menjauh dariku
Karena kaulah segalanya bagiku
Aku tak sanggup bila kau tak ada di sampingku...
I Love You My Wife*...
__ADS_1