Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Jodoh Untuk Alex


__ADS_3

Kini Usia Adlan dan Adline beranjak 3 tahun. Tingkah lakunya setiap hari selalu membuat aku dan Rangga gemes.


Foto Adlan



Foto Adline



Tania sudah melahirkan anak kembar,



yang di beri nama Daffa dan Daffi Arkadhika Sanjaya Putra. Adi dan Chika sudah menikah dan mempunyai seorang putri Azkia Claudy Pratama. Rio dan Audy sudah menikah, baru hamil 2 bulan, sedangkan Alex belum mempunyai pasangan. Karena dia play boy yang masih ingin hidup bebas, tanpa ada yang ngatur.


Adlan dan Adline sudah mulai sekolah Paud, hari ini Aku dan Rangga ngga bisa nganter Adlan dan Adline sekolah karena aku membantu Rangga mengurus perusahaan yang sedang masalah. Alex dengan suka rela mengantar Adlan dan Adline.


"Sayang, hari ini kalian di antar Om Alex dulu, ya." Aku membelai rambut Adlan dan Adline.


"Tidak apa, Mom." Kata Adlan dan Adline serentak.


"Deddy dan Mommy berangkat dulu, Lex gue titip dan tolong jaga anak-anak gue, ya." Rangga menggandeng tangan ku dan kami berangkat.


"Ayok, Kids. Kita berangkat." Alex di dalam mobil.

__ADS_1


Di Sekolah


"Assalamualaikum, Adlan dan Adline." Sapa Latifa, wali kelas Adlan dan Adline.


"Subhanallah, cantik banget nih cewek. Ngga rugi gue anter nih bocah-bocah." Batin Alex yang menatap.


"Maaf Anda siapanya Adlan dan Adline?." Latifa lembut.


"S-saya Alex Om mereka, cantik." Alex masih menatap wajah cantik Latifa menggunakan Hijab.



(Seperti ini wajah Latifa).


"Om Alex dari tadi ngeliatin Bu Latifa suka, ya." Ledek Adline.


"Kamu bisa aja, Ya. Udah masuk. Nanti Om Alex jemput. Btw boleh minta no. Bu Latifa?. Takut saya nanti telat jemput mereka" Modus Alex.


"Baik, pak. 08***." Latifa memberikan no. Ponselnya. Tanpa ada curiga terhadap Alex.


"Ok, thx, ya Bu Latifa yang cantik." Puji Alex.


"Ayok, Adlan dan Adline masuk." Kata Bu Latifa.


"Bye, Om Alex." Serentak Adlan dan Adline.

__ADS_1


"Belajar yang pintar, ya. Nanti Om jemput lagi. Bye Bu guru Latif yang cantik." Alex beranjak Pergi.


Di Kantor


Adi dan Rio Merasa aneh dengan sahabat satu ini (Alex yang dari tadi senyum-senyum melihat Ponselnya).


"Lex Loe sakit, tapi ngga panas." Rio memegang kening Alex, tapi Alex tak peduli dia menatap Ponselnya yang tengah asyik Wa Bu guru Latifa.


"Oh! Bidadari surga ku, kau membuatku nyaman dan jantung ku berdebar-debar. Ketika berada di dekat mu. Perasaan ini belum sama sekali ku rasakan. Jam terasa lama gue ngga sabar ketemu Bidadari Surga ku." Kata hati Alex.


"Wah! ini anak dah ngga waras, Bro." Adi menggeleng-geleng kepala.


"Kita kerjain, yuk." Bisik Rio. Adi menganggukkan kepala.


"Lex ada Maya." Teriak Rio.


"Mana-mana." Alex berdiri dan mencari-cari sosok Maya sang mantan dulu pernah singgah di hati Alex, tapi cuma sebentar. Karena Maya lebih baik pergi mengejar impiannya di New York.


"Hahahaha..." Adi dan Rio ketawa.


"Katanya dah Move on, tapi masih nyariin." Rio tertawa.


"Brengsek Loe, berdua." Alex memukul dua sahabatnya.


"Sory-Sory Lex, bis dari tadi Loe kita panggil ngga jawab. Loe Cengar-cengir kaya orang gila." Ucap Rio.

__ADS_1


__ADS_2