Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Kecemburuan Istri


__ADS_3

Karena hari sudah sore, kami beranjak kembali ke hotel. Ketika kami masuk loby, kami melihat Para suami sedang bersama perempuan.


"Pantesan mereka betah banget lama di luar negeri, ternyata mereka asyik bersama perempuan cantik dan seksi." Kata ku kesel.


"Dan juga itu para suami kenapa kayanya senang banget di dekat mereka." Tambah Tania kesel.


"Ngga tau apa istri nunggu suami pulang dengan harap cemas, eh! Suami malah asyik sama perempuan. Apa mereka bosan sama kita, apalagi gue sekarang gendut lagi hamil gini." Kata Audy kesel.


"Ngga bisa biarin mereka." Chika memukul tangannya.


"Benar, kita harus beri mereka pelajaran." Latifa kesel.


"Guys, Gue punya ide." Aku membisikkan mereka satu persatu tentang ide ku.


"Loe memang selalu punya ide bagus." Puji Chika.


Kami mampir ke salon dan butik, Kami berdandan dengan Cantik seperti artis Korea. Kami menggunakan mandset menyerupai kulit dan kami memakai wig(di balik wig kami tetap memakai hijab).



Kami seperti artis Korea. Untung Audy hamil baru 5 bulan dan masih belum terlalu kelihatan perut buncitnya.


"You're is beautiful." Pemilik Salon.

__ADS_1


Setelah semuanya sudah selesai, lalu kami menghampiri para suami yang sedang asyik makan bersama perempuan cantik.


"Hi, we can you join?" Kata ku agak mengoda.


"Please, Sit." Alex ramah.


"Dasar suami nyebelin, kau membuat ku ngga bisa jalan. Nanti aku akan yang bikin kamu ngga bisa jalan." Batin Latifa kesel.


"You are Korean artists?." Tanya Rangga senyum.


"Sudah mulai ganjen, ya. Lihat aja nanti." Kata ku dalam hati.


"Yes, you are blackpink artists?." Randy memandangi kami satu persatu.


"Mmm, mata mu ingin ku colok." Batin Tania kesel.


"Masa sih." Adi menatap Chika yang sedang menyamar.


"Masa sih, wajah kalian mirip artis Korea loh." Rio penasaran.


"Rasanya ingin ku pites nih laki." Batin Audy kesal.


"Cowok-cowok ngapain jadi perhatian sama mereka sih." Kesel cewek berbaju merah.

__ADS_1


"Maaf ternyata kalian sudah punya pasangan." Kata ku sinis.


"Iya, Kami sudah punya pasangan. Tapi di rumah istri kami." Rangga tersenyum.


"Wajahnya kenapa jadi mirip Reina, ketika marah." Batin Rangga.


"Masa, yang di samping kalian itu siapa?." Tanya Tania jutek. Sebelum para suami bicara, salah satu wanita ganjen bicara.


"Disini lah kami pasangan mereka." Salah satu Wanita ganjen.


"WHAT." Chika menggebrak meja. Hingga semua orang memandang Chika. Aku menarik Chika untuk duduk.


"Ooo... Begitu kamu buat aku ngga bisa jalan, kamu enak-enakan disini, bersama wanita ******." Latifa menjewer Alex, karena Latifa sudah merasa kesal. Aku, Tania, Chika dan Audy menggeleng kepala.


"Kalian ini siapa sih, ganggu kesenangan orang." Cewek ganjen berbaju pink.


"Kenalin kami ini para istri mereka." Tegas ku. Para suami mata terbelalak.


"Dan Kalian para suami mulai saat ini jangan pernah dekat-dekat kami lagi." Tania menegaskan.


"Ayo, Guys. Kita lanjutkan liburan kita tanpa punya suami." Aku merangkul sahabat-sahabat ku. Para suami masih terdiam dan ngga percaya.


"Serius itu mereka para istri kita." Alex menunjuk kepergian kami.

__ADS_1


"Masya Allah." Serentak. Mereka baru sadar mengejar Kami. Tapi sayangnya kami sudah naik mobil.


"Bisa perang dunia ketiga nih, Bro." Rangga Panik.


__ADS_2