Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Penculikan 2


__ADS_3

Tangan dalam keadaan terikat kami turun satu persatu dan memasuki rumah gubuk yang sangat kecil, gubuk ini jauh dari pemukiman warga. Malah berada di tengah hutan.


Reina Prov


Aku ngga tau bagaimana caranya kami semua bisa berada di tengah hutan, karena posisi kami tadi di mobil box yang tertutup rapat, hanya atap mobil terbuka agar kami semua bisa bernafas.


Kulihat sahabat-sahabat dan anak-anak sedikit ketakutan, tapi entah mengapa Si kembar A dan Si kembar D tidak sama sekali ketakutan. Apa yang mereka rencanakan, mereka terlihat santai dan biasa aja, seperti tidak terjadi apa-apa.


Author Back


"Ayo, cepat masuk." Pria satu mendorong kami satu persatu.


"Kalian kenapa menculik kami dan apa salah kami?." Kata ku berontak.


"Hahaha... Gara-gara suami kalian kami harus kehilangan keluarga kami. Ini saatnya Kami akan memberi pelajaran kepada suami kalian, bagaimana harus kehilangan keluarga yang amat kita cintai." Bentak salah satu penculik.

__ADS_1


"Itu karena salah paman yang melakukan korupsi, hingga paman harus di penjara dan keluarga paman menjauhi paman. Karena perbuatan paman sendiri, jangan salahkan Deddy kami." Adlan menatap sinis.


"Dasar bocah dungu." Geram penculik dua.


Bbrruukk.


"Bukan itu saja, bahkan adik perempuan gue meninggal dunia. Gara-gara Rangga yang telah memberikan harapan kepadanya." Penculik pertama menggebrak meja.


"Maksudnya gimana?siapa adik perempuan mu itu?." Tanya ku penasaran.


"Loe salah, Rangga itu sangat peduli sama Arini hingga mengesampingkan Istri dan anak-anaknya. Asal Loe tau Rangga dulu ngga pernah membentak atau memarahi Reina dan anak-anaknya, tapi saat bertemu kembali dengan Arini setiap hari Rangga membentak dan memarahi Reina dan anak-anak bahkan Rangga berani memukul Reina. Sampai-sampai Reina dan anak-anak pergi meninggalkan Rangga, karena sifatnya Rangga yang berubah dratis. Ya, kami semua maklumi karena saat itu Rangga hilang ingatan, tapi yang paling kami benci Rangga sudah main pukul Reina." Tania menggebu-gebu.


"Asal Loe tau sikap keegoisan Arini untuk memiliki Rangga, dia memanfaatkan Rangga dengan penyakit yang dideritanya. Mukanya polos tapi licik." Tambah Chika yang emosi.


Aku hanya menunduk mengingat kejadian itu, rasanya sakit banget mengingatnya. Air mata pun mengalir. Latifa menyenggol lengan ku.

__ADS_1


"Kamu harus kuat, kak." Latifa memberikan semangat kepada ku. Aku mendongak dan menatap Latifa.


"Thank's, Fa." Aku tersenyum seakan semangat ku kembali.


"Bohong kalian." Penculik pertama.


"Arini itu pelakor, perusak rumah tangga Rangga. Gara-gara Arini Reina dan Rangga hampir berpisah, untuk Arini cepat-cepat di panggil sama Allah. Karena dia ngga pantas buat Rangga." Audy sangat pedas bicaranya.


"Apa Loe bilang?Adik Gue itu orang baik-baik dan ngga pernah menyakiti siapa pun, camkan itu." Penculik Pertama mencekik Audy.


"Hentikan, bro. Rencana kita bisa gagal nanti, Loe jangan kebawa emosi." Penculik ketiga menenangkan penculik pertama.


Para penculik masih menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.


"Sepertinya salah satu dari mereka, logat bicaranya ngga asing bagi ku, ya benar Abangnya Arini suaranya mirip dengan Abang Bara. Tetangga ku dulu, apa mungkin dia Abang Bara?." Latifa menatap penculik Pertama.

__ADS_1


__ADS_2