Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Konflik 2


__ADS_3

Di dalam mobil aku menangis sejadi-jadinya.


"Rang, kamu tega, kamu jahat. Cinta kita yang sudah 2 tahun kita jalanin sampai hadir Adlan dan Adline, kamu nodai cinta kita. Sakit banget rasanya." Aku menangis.


"Nya, maaf kita mau kemana." Tanya Mang Jaja.


"Aku ngga mau pulang kerumah orang tua atau ke mertua. Seterah Mang Jaja aja, asal pergi dari kota ini. Aku mau menenangkan diri dulu Mang." Kata ku.


"Yang sabar, Nya. Gimana kalau Nyonya dan anak-anak kerumah Memang di kampung. Tapi rumah Memang masih gubuk." Usul Memang.


"Tidak apa-apa, Mang. Justru aku merepotkan Mang Jaja dan keluarga." Aku menghapus air mata.


Rangga Pov


Rangga mendatangi kerumah orangtua Reina.


"Assalamualaikum..." Salam Rangga.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam... Eh! menantu ku yang ganteng datang, kemana Reina dan anak-anak ngga kamu ajak." Kata Mama mertua.


"Jadi Reina dan anak-anak ngga kesini, kemana mereka." Batin Rangga.


"Mmm... Aku tadi abis ketemu klien di daerah sini jadi sekalian mampir, Mah." Kata Rangga berbohong. Setelah berbincang-bincang dengan Mama mertua, Rangga beranjak pergi. Sepanjang jalan Rangga berusaha menelpon Reina tapi di angkat dan panggilan mulai tidak aktif. Rangga cemas tak ada kabar.


"B******, ini semua gara-gara Wina. Lihat aja kalau sampai terjadi apa-apa dengan istri dan anak-anak gue. Gue ngga akan pernah memaafkan dy." Kata Rangga memukul setir. Rangga mengutus anak buah untuk mencari Reina dan anak-anaknya. Ketiga sahabat Reina menghubungi Rangga dan menanyakan keadaan Reina.


"Kita lagi berlibur jangan di ganggu." Jawab Rangga, Rangga mulai frustasi. Tak tau harus mencari kemana lagi.


"Tuan, makan." Kata Bi Inah membawa makanan dan minuman.


"Aku ngga bisa makan, Bi. Sebelum Istri dan Anak-anakku ketemu." Kata Rangga menetes kan air mata.


"Tuan kenapa tidak telp, Mang Jaja. Nyonya pergi sama Mang Jaja." Bi Inah menepuk bahu Rangga. Kata Bi Inah menerangkan penglihatan Rangga, lalu Rangga Langsung menghubungi Mang Jaja. Tapi berpikir sejenak, menghubungi Mang Jaja jangan menggunakan ponsel Bibi Inah


Tuttt... Tuttt...

__ADS_1


"Ya, Hallo. Bi. Kumaha damang." Mang Jaja.


"Hallo, Mang. Ini Rangga, mamang ada dimana. Aku mau menjelaskan semuanya ke Reina." Kata Rangga lirih.


"Maaf tuan, tapi nyonya belum mau ketemu dengan tuan." Mang Jaja.


"Saya mohon Mang, Aku sangat mencintai istri dan anak-anakku. Semua itu salah paham, saya mohon Mang beritahu sekarang istri dan anak-anakku berada dimana." Ucap Rangga meneteskan air mata. Bi Inah mengambil Ponsel.


"Mang Ini Bibi. Tolong kasih tau Nyonya dimana, kasihan tuan sudah seminggu tidak mau makan dan sekarang tuan harus di infus." Bi Inah.


"Ya, Udah. Nanti aku share lokasi, ya. Bi. Aku juga ngga mau melihat tuan dan nyonya berpisah." Mang Jaja.


"Terimakasih, ya. Mang." Bi Inah mematikan panggilan.


"Tuan nanti Mang Jaja akan kirim lokasinya." Kata Bi Inah.


"Alhamdulillah, aku bisa ketemu istri dan anak-anak ku. Terimakasih, ya. Bi." Rangga memeluk Bi Inah, Rangga merasa senang dan tidak sabaran ketemu istri dan anak-anaknya. Setelah Mang Jaja mengirim lokasi. Rangga dan anak buahnya meluncur ke lokasi menggunakan helikopter.

__ADS_1


__ADS_2