
Rangga dan Alex memenangkan tender besar, perusahaan Loyal group kalah dan ceo nya tidak terima kekalahan.
"Gue ngga terima ini pasti Loe melakukan kecurangan." Ceo Loyal Group bernama Ervan.
"Maaf tuan kami tidak melakukan kecurangan, kami tak pernah melakuan kecurangan seperti anda lakukan." Alex kesel dan sebelum meeting ini Alex sudah mencari info tentang perusahaan Loyal Group dan perusahaan Pratama Group selaku pemberi tender. Perusahaan Loyal Group merupakan perusahaan yang bekerja sama dengan para mafia dan melakukan bisnis ilegal. Ceo Loyal Group tidak suka kekalahan, dia akan melakukan berbagai cara akan memenangkan tender. Maka dari itu Alex dan Rangga berusaha memenangkan tender agar perusahaan Pratama Group tidak mendapatkan kerugian besar nantinya.
Ervan memerintahkan anak buahnya untuk memberi pelajaran kepada Rangga dan Alex.
Rangga, Alex, Adi dan Rio sedang membahas tentang Ervan.
"Rang, kita harus hati-hati dengan mereka. Kita harus waspada, Rang. Tuan Ervan ngga suka kekalahan, jika dia kalah tender. Dia akan merusak perusahaan yang menang itu, seperti perusahaan sepupu ku Ronald." Kata Alex.
"Benar itu, Rang. Kita perlu memperketat penjagaan termasuk keluarga Loe." Tambah Randy yang baru tiba.
"Tuan Dion Pratama sangat berterima kasih, karena Loe sudah menang dan presentasi Loe sangat memuaskan. Tuan Dion juga akan membantu kita dari Ervan. Ini berkas yang sudah di tandatangani beliau, kebetulan tadi gue lagi mampir perusahaan tuan Dion." Rio membawa berkas.
__ADS_1
"Kok bisa Loe kesana, Bro?." Tanya Adi.
"Loe lupa Oom Dion kan, Oom gue." Jelas Rio.
"Hehehehe... Gue lupa." Adi cengengesan.
"Kalian masih ingat dengan teman kita waktu SMA dulu yang namanya Arkana?." Rangga membuka galeri yang di ponsel Rangga.
"Ingat..." Serentak.
"Ternyata dia itu ketua Mafia yang paling di takuti di dunia mafia, karena ke sadisannya menghabiskan musuh-musuhnya. Dia di juluki King Cobra dan nama kelompoknya itu Genk Blankzat. Dan Gue juga dah hubungi dia untuk minta bantuan. Dia setuju, karena dia juga punya dendam sama Ervan dan genk Lion Black. Perusahaan bokapnya hancur gara-gara Ervan, ngga terima kekalahan. Ervan dan Genk Lion Black menghabisi kedua orangtuanya. Ketika Arkana sedang keluar kota." Jelas Rangga.
"Gila tuh Ervan. Kita harus bertindak, Rang." Alex kesel dan menggebrak meja.
"Tenang, kita jangan ke bawa emosi." Randy menepuk pundak Alex.
__ADS_1
"Benar itu, Lex. Gue tau Loe juga mau balas dendam yang terjadi sama sepupu Loe dan Gue tau Loe Khawatir juga sama bini dan anak Loe, tapi kita jangan terlalu gegabah dan setidaknya kita harus punya strategi yang matang buat ngelawan Ervan dan Genknya." Kata Rio.
"Yang penting kita sudah ada pelindung." Kata Adi.
"Arkana sudah mengerahkan anak buahnya untuk melindungi kita dan keluarga kita dan juga memata-matai gerak-gerik Ervan." Rangga.
"Untuk sementara Genk Istri jangan berkumpul dulu, untuk jaga-jaga. Di usahakan jangan pergi kemana-mana dulu." Alex Khawatir.
"Iya, itu terserah Loe. Lex." Rio.
Setelah berbincang-bincang lama dengan sahabat-sahabatnya. Rangga pulang kerumah, merindukan anak dan istri tercinta. Di tengah perjalanan mobil Rangga di ikuti beberapa mobil.
"Maaf tuan sepertinya ada yang mengikuti kita." Asisten Alvin.
"Kamu tenang aja, jangan tegang. Kita harus ngegocek mereka." Rangga pindah duduk di samping Asisten Alvin.
__ADS_1