
Keesokan Paginya
Di restoran hotel, sudah berkumpul semua. Aku melihat tingkah Chika dan Adi merasa aneh. Mereka terlihat canggung dan malu-malu.
"Chika, Adi. Loe berdua kenapa?apa ada masalah dengan kalian berdua." Kata ku.
"Ng-ngga kenapa kok." Adi menggaruk kepala.
"Gu-gue Ng-ngga Ke-kenapa, kok." Chika gugup.
"Duh Gue kenapa jadi salting begini sih dan jantung gue berdebar-debar gini sih." Batin Chika.
"Shitt. Gue jadi aneh begini dan ini kenapa jantung gue berdebar-debar ngga karuan dekat sama Chika." Batin Adi. Mereka saling pandang.
"Yank, kayanya ada calon pasangan yang lagi jatuh cinta." Bisik ku ke Rangga.
"Iya, Yank. Mereka sama-sama salting dan saling pandang dari tadi." Bisik Rangga. Suasana di meja menjadi aneh atas tingkah laku Adi dan Chika yang ngga biasanya.
"Woiii, Loe berdua kenapa sih. Gue lihatin tingkah loe berdua aneh, gue jadi ngga fokus makan nih. Jujur dech loe berdua kenapa?." Sewot Alex. Tanpa kata-kata Adi menaiki panggung dan menyanyikan sebuah lagu.
Bahagianya diriku telah miliki mu
Tak pernah ku meragu
Tak lagi ku mencari cinta selain mu
__ADS_1
Takkan kutinggalkan kamu
Jika ku dapat menata jalanku
Ku ingin kau selamanya denganku
Engkau wanita tercantik ku
Ku ingin kau tahu
Maukah kau jadi teman cintaku?
Tak akan ku mencari cinta selain mu
Takkan kutinggalkan kamu
Jika ku dapat menata jalanku
Ku ingin kau selamanya denganku
Ku ingin kau tahu
Ku ingin kau jadi teman cintaku
Jangan pergi dari hidupku
__ADS_1
Tetap disini temani ku
Sungguh ku tak mau kamu jauh dariku
Jangan tak setia padaku
Kau…
"Chika, sejak kejadian kemarin jantung ku berdebar-debar jika kamu berada di dekat ku. Bayangan mu selalu menari-nari di pikiran ku. Seterah kamu mau bicara apa tentang ku setelah kejadian itu, yang penting bagi ku saat ini dan aku merasa benar-benar telah jatuh cinta sama kamu Chika. Mau kah kamu mau menjadi teman cintaku dan pasangan ku?." Adi mendekati Chika sambil berjongkok dan memegang tangan Chika. Rasa haru yang di rasakan Chika saat ini.
"Di, gue juga merasa sama apa yang loe rasakan. Tapi gue belum yakin kalau gue benar-benar jatuh cinta sama loe, dan gue juga ngga bisa menolak cinta loe. Gue akan mencoba menjadi pasangan loe." Kata Chika bingung atas perasaannya.
"Ya elah, intinya loe terima apa ngga tuh Adi. Cinta itu bukan di coba-coba, tetapi di rasakan." Kesel Alex dengan kata Chika yang gantung.
"Berisik loe lex, iya Adi. Cinta loe gue terima." Ucap Chika yang agak sedikit kesel.
"Benarkah itu, Chik." Adi memastikan kembali atas pernyataan Chika.
"Iya, Adi sayang. Gue terima cinta loe." Chika memegang tangan Adi.
"Yes..." Adi berjingkrak-jingkrak kegirangan.
"Selamat ya. Jangan lupa PJnya pajak jadian." Kata ku dan memeluk Chika.
"Jadi semalam loe jalan sama Adi, cerita dong." Audy mendekati Chika.
__ADS_1
"Ceritanya panjang, nanti gue ceritain sama loe pada. Malu kalau disini." Chika merona. Aku, Tania dan Audy tertawa dan berpelukan seperti teletubies. Para cowok menatap kami merasa senang, mereka tersenyum.
Jangan lupa like dan komentarnya, ya. Besok kita up konflik.