
Flash Back On
Arini gadis yang super duper cantik dan pintar membuat Rangga jatuh hati. Tapi Rangga enggan mengatakan perasaannya, karena Arini di keliling cowok satu sekolah. Dia sangat populer. Cowok satu sekolah berlomba-lomba untuk mendapatkan cinta Arini si princes.
Saat ini Rangga berniat untuk mengungkapkan perasaannya kepada Arini di bantu oleh Alex, Rio dan Adi sahabatnya.
Rangga sangat antusias menyiapkan perlengkapan untuk mengungkapkan perasaannya.
Siang harinya, waktu semua murid pulang sekolah. Rangga berdiri di tengah lapangan membawa gitar.
Ketika Arini keluar kelas. Rangga memulai bermain gitar dan menyanyikan.
Matamu melemahkanku
Saat pertama kali kulihatmu
Dan jujur, ku tak pernah merasa
Ku tak pernah merasa begini
Matamu melemahkanku
Saat Pertama kali kulihatmu
Dan Jujur, ku tak pernah merasa
Ku tak pernah merasa begini
Oh, mungkin inikah cinta
__ADS_1
Pandangan yang pertama
Karena apa yang kurasa, ini tak biasa
Jika benar ini cinta
Mulai dari mana?
Oh, dari mana?
Dari matamu, matamu
Ku mulai jatuh cinta
Ku melihat, melihat
Dari mata
Kau buatku jatuh
Jatuh terus, jatuh ke hati.
Semua cewek histeris. Lalu Rangga mendekati Arini dan membawa bunga.
"Ar, Gue bukan cowok yang romantis dan pandai merangkai kata-kata, yang Gue bisa saat ini mengungkapkan perasaan ini. Gue cinta sama Loe, mau kah Loe menjadi pacar Gue." Rangga berlutut dan memegang bunga.
"Terima... Terima... Terima..." Serentak
"Iya, Gue mau." Arini mengangguk kepala. Rangga langsung memeluk Arini.
__ADS_1
"Terimakasih, Ar." Rangga mencium kening Arini.
Hari hari Rangga bahagia bersama Arini. Mereka pasangan sangat cocok, hingga membuat semua orang iri.
Hubungan mereka berlanjut hingga kelas 9, hubungan mereka sangat romantis dan tidak ada pertengkaran. Karena sangat menjaganya agar tidak ada keributan.
Hari ini hari terakhir menjadi murid SMP. Arini mengajak Rangga ke taman.
"Yank, Kita lebih baik putus." Kata Arini melepas pegangan dari tangan Rangga.
"Putus??kenapa?." Rangga menghentikan langkahnya dan menatap Arini.
"Aku bosan hubungan kita kaya gini-gini aja, lama-lama cinta aku sama kamu mulai pudar." Kata Arini.
"Aku kaya gini menjaga agar hubungan kita ngga ada pertengkaran yang ujung-ujungnya putus, aku ngga mau itu terjadi. Karena aku sangat mencintaimu, Arini." Rangga memegang pundak Arini.
"Itu yang bikin aku jenuh dengan hubungan ini. Aku bosan." Arini melepas tangan Rangga, lalu pergi.
Rangga mengejar Arini, tetapi Arini sudah naik motor dengan sesorang cowok. Rangga frustasi dan teriak-teriak memanggil nama Arini.
Rangga menelpon Arini, nomornya ngga aktif. Lalu Rangga mendatangi rumah Arini ngga ada di rumah. Rangga bingung harus mencari kemana.
Cewek yang amat di cintai menghilang begitu saja tanpa jejak. Selama berpacaran dengan Arini, Rangga berusaha menjaga agar tidak ada pertengkaran, Rangga selalu memanjakan Arini dan menuruti apa mau Arini. Juga berusaha setia menjalani hubungan, dengan sikap Rangga seperti itu membuat Arini bosan, mencapai titik kejenuhan.
Arini ingin mempunyai hubungan yang sangat menantang dan menegangkan, walau ada pertengkaran sedikit, tapi lebih menantang.
Semenjak itu Rangga menjadi playboy dan batas waktu berpacaran paling lambat hanya sebulan. Dia putuskan begitu aja, dengan alasan membosankan.
Ketemu kembali Arini sekian tahun yang sedang berbaring lemah di rumah sakit, muncul sedikit perasaan Rangga kepada Arini
__ADS_1