Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Reina Hamil Lagi


__ADS_3

Setelah bernyanyi kami kembali ke meja.


"Terimakasih ya, Guys. Hari ini aku sangat bahagia bisa bersama kalian lagi." Latifa memeluk kami semua. Tiba-tiba perut ku merasa mual mencium bau parfum Latifa.


"Hoek... Hoek... Hoek..."


"Reina, Loe kenapa?." Tania khawatir.


"Ngga tau, gue nyium parfum Latifa bikin mual dan pusing." Kata ku menutup mulut untuk tidak muntah.


"Ini parfum biasa aku pake, kak." Latifa agak tersinggung.


"Loe ganti baju sana dan jangan pake itu parfum, gue ngga suka." Aku dengan nada tinggi.


"Iya, kak." Latifa pergi dengan wajah kesel dan cemberut.


"Rei, kayanya loe hamil dech." Audy menatap Ku.


"Gue ngga tau. Kepala gue pusing banget." Pandangan ku menjadi buram dan jatuh pingsan.


"Reina..." Serentak.


Latifa yang baru tiba dari toilet, dia kaget melihat sahabatnya jatuh pingsan.


"Kak Rei, kenapa?." Latifa menghampiri Reina.


Sahabat-sahabatnya membawa Reina ke rumah sakit, mereka semua panik takut Reina kenapa-napa.


Tiba dirumah sakit Reina langsung di tanganin, mereka lupa untuk menghubungi para suami termasuk Rangga. Karena saking Paniknya.

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter keluar dari ruangan.


"Dok, Bagaimana keadaan saudara?." Tania menghampiri Dokter.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, karena pasien merasa kelelahan di awal kehamilan. Kamu harus perhatikan makanan dan kegiatan jangan sampai pasien kurang gizi dan kelelahan." Dokter menjelaskan.


"Syukurlah." Serentak merasa lega dan sekaligus bahagia.


"Boleh kami masuk, Dok." Chika menghampiri Dokter.


"Boleh, tunggu pasien di pindahkan ruang inap." Kata Dokter.


"Terimakasih, Dok." Serentak.


Reina di pindahkan ruang inap VVIP, keadaan masih keadaan tidak sadarkan diri.


"Assalamualaikum, Kak Rangga ini Latifa. Aku mau ngabarin Kak Reina masuk rumah sakit." Latifa gugup.


"Wa'alaikumsalam, Apa!!!. Rumah sakit dimana segera kirim lokasinya." Rangga cemas. Rangga memutuskan telponnya.


"Ih, malah di matiin." Latifa kesel dan mengirim lokasinya.


Perlahan-lahan aku membuka mata, aku merasa bingung melihat sekeliling ruangan.


"Kenapa gue?kok gue di rumah sakit." Kata ku, karena aku hafal dengan ruangan ini. (Rumah sakit ini masih salah satu milik Ku).


"Loe tadi pingsan jadi kami semua membawa loe kesini." Chika memegang pundak Ku.


"Terus kata Dokter gue kenapa?." Aku masih bingung.

__ADS_1


"Loe ngga sakit apa-apa, Rei." Kata Audy.


"Loe hamil, selamat ya." Tania memeluk ku di susul 3 sahabat ku.


"Terimakasih." Aku membalas pelukan sahabat-sahabat ku.


"Kak Rangga sebentar lagi tiba." Kata Latifa.


"Kalian jangan bilang Gue hamil, ya. Gue mau ngerjain Rangga." Kata ku yang tiba-tiba muncul ide gila untuk mengerjain suami sendiri.


"Siap." Serentak.


Bbrruukkk Pintu di buka paksa. Itu perbuatan Rangga yang merasa sangat khawatir kepada istri tercinta. Lalu Rangga memelukku.


"Sayang, kamu ngga kenapa-napakan? Apa yang sakit?. Siapa yang bikin kamu kaya gini, Yank." Rangga banyak pertanyaan, membuat aku disini.


"Yank, a... a... ku sakit, Yank." Kata ku pura-pura lesuh.


"Sakit dimana?." Rangga melihat-lihat seluruh tubuh ku.


"A... A... Ku... Mmm... Hamil lagi, Sayang." Kataku tersenyum.


"Yang benar, Sayang." Rangga nggak percaya.


"Iya, Sayang my hubby." Aku memegang tangan Rangga.


"Terimakasih, Sayang." Rangga memelukku dan mencium kening ku.


Mohon dukungannya ya, jangan lupa tetap like, Vote dan Komentar... Terimakasih banyak yang sudah mampir.

__ADS_1


__ADS_2