Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Mengurus Perusahaan


__ADS_3

Pada akhirnya Rangga di percaya mengurus salah satu perusahaan Papa Surya. Karena Perusahaan Papa Surya dan Papa Sanjaya dalam keadaan tidak stabil, Randy tidak sanggup menangani perusahaan 2 sekaligus. Dia pun minta Papa Sanjaya, agar Rangga mengurus perusahaan Papa Surya. Dan Rangga menyanggupinya. Lalu, Rangga memperkerjakan sahabatnya. Alex sebagai asisten pribadi Rangga. Adi dan Rio sebagai sekretaris Rangga. Walau usia mereka masih di bilang sangat belia, tapi mereka bisa ngurus perusahaan hingga keadaannya menjadi stabil


Usia kandungan ku kini sudah memasuki 7 bulan, aku mengandung dua anak kembar perempuan dan laki-laki. Anak-anakku mulai aktif bergerak hingga aku gampang lelah.


Hari ini aku berkunjung ke kantor Rangga dan membawakan bekal makan siang, Aku sengaja memasak untuk Rangga.


Sesampai kantor aku menghampiri receptionis.


"Siang, Bu. Bisa saya bantu." Receptionis memandangi Ku dari ujung kaki hingga kepala.


"Siang, mba. Saya mau ketemu suami saya. Ups! Bapak Rangga Surya Wijaya maksud saya?." Kata ku.


"Apa sebelumnya ibu sudah buat janji?." Kata Receptionis memandangi ku aneh.


"Saya belum buat janji. Saya..." Aku mau melanjutkan bicara tapi di potong sama Receptionis yang judes.

__ADS_1


"Maaf ibu tidak bisa, silakan ibu pulang saja." Receptionis judes yang namanya Rara.


"Kamu ngga boleh gitu, kasihan dia lagi hamil." Bisik Receptionis Ramah yang namanya Cinta.


"Biarin aja, bukan urusan gue. Sudah sana ibu pulang." Rara Tambah judes. Aku marah rasanya mau Jambak rambut itu cewek.


"Sabar-sabar gue lagi hamil, jangan sampai anak gue mirip dia. Amit-amit jabang bayi." Batinku.


"Maaf bu. Ibu bisa tunggu saja di sana biar saya hubungi Sekretaris Bapak Rangga." Cinta tersenyum ramah, dan menujukan ruang tunggu.


"Baiklah, maaf ya mba jadi ngerepotin." Kata ku. Aku beranjak ke ruang tunggu. Lama kelamaan aku tertidur di sofa.


"Bukannya langsung ke ruanganku, malah tidur disini." Rangga menggendong Reina. 2 Receptionis menghampiri Rangga


"Tuan ibu tadi sudah saya suruh pulang, tapi ibu ini memaksa mau ketemu tuan, malah Cinta menyuruhnya tunggu di ruang tunggu. Kan kasihan ibu ini sedang hamil." Kata Rara.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan, sepertinya ibu ini sangat ingin ketemu tuan jadi saya menyuruh ibu ini ke ruang tunggu hingga Anda datang." Cinta menunduk merasa bersalah.


Rangga tak memperdulikan 2 Receptionis, dia beranjak ke ruangan yang berada di lantai 12. Semua karyawan melihat Rangga sedang menggendong Reina. Tak lama kemudian sampai di ruangan kerja Rangga. Alex membukakan pintu, Rangga membaringkan pelan-pelan Reina di ranjang. Ruang kerja Rangga juga terdapat ruang khusus untuk sewaktu-waktu Rangga lelah, dia rebakan badannya di Ranjang.


"Kamu lelah sekali, sayang." Rangga membelai Rambut dan mengecup kening Reina.


"Mmm..." Aku membuka mata dan betapa kagetnya aku, Rangga sudah di depan mataku. Rangga tersenyum.


"Kamu sudah datang, yank." Kataku.


"Iya, sayang. Kamu kalau cape jangan paksain


kesini, aku ngga tega kamu kelelahan kaya gini." Rangga menyibak Rambut ku dan mencium pipiku.


"Ngga apa-apa, yank. Btw aku kesini bawa makan siang buat kamu." Aku mencari-cari kotak makan.

__ADS_1


"Kotak makannya sudah ada di meja." Rangga menujukan ke meja.


"Ya, sudah. Kita makan, yuk. Yank." Aku menarik Rangga ke meja.


__ADS_2