Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Nikah yuk!


__ADS_3

Randy dan Tania bangun lebih awal, karena mereka ingin joging. Mereka joging ke taman dekat rumah Reina dan Rangga. Mereka terus berlari mengelilingi taman.


"Rang, istirahat yuk. Aku cape banget." Tania napasnya tidak beraturan.


"Iya, Tan." Randy duduk di samping Tania. Lalu memberikan sebotol air mineral ke Tania.


"Makasih, ya Rand." Kata ku meminum air mineral yang di berikan Randy.


Randy menatap Tania dan tersenyum.


"Tan, nikah yuk!."


"Uhuk..Uhuk..." Tania Tersedak. Randy mengelus-elus pundak Tania.


"Apa tadi kamu bilang." Kata Tania menatap Randy.


"Iya, kita nikah. Kamu mau kan menjadi istri dan ibu dari anak-anakku." Randy menggenggam tangan Tania.


"Ngga mau..." Tania berdiri beranjak ingin pergi. Tapi tangannya di pegang Randy. Sebenarnya Tania senang tapi Tania ragu dengan cintanya Randy.


"Kok gitu sih. Kita dah lama pacaran..." Rangga menunduk dan sedih.

__ADS_1


"Aku ngga mau, masa ngajak nikah kaya ngajak orang main. Jadi aku ragu sama kamu Rand." Aku cemberut.


"Kamu mau kaya apa, Tan. Aku serius sama kamu. Tatap aku, aku benar-benar sangat mencintaimu dan ingin menjadikan mu istriku." Randy memegang bahu dan menunduk, karena badan Tania sebatas pundak Randy. Biar Tania tidak susah menatap Randy, hingga membuat wajah Tania memerah.


"Aku mau tuh, ingin di tempat romantis Randy Lorenzo Putra Sanjaya." Tegas Tania, wajahnya seperti kepiting rebus. Karena Tania berkulit putih jadi kelihatan banget waktu blushing. Randy tersenyum dan memeluk Tania.


"Aku kira kamu ngga mau menikah sama aku." Rangga mengelus-elus rambut Tania.


"Malu, ah. Di lihat orang-orang." Tania melepaskan pelukan Randy.


"Ya, udah. Kita pulang kerumah Reina dan Rangga." Randy menggenggam tangan Tania.


rumah sudah mulai rame, karena semua sudah pada bangun. Randy dan Tania datang, mereka jadi bahan candaan hingga wajah mereka berdua menjadi merah. Randy menghampiri Rangga dan Reina yang sedang berenang.


"Rang, Rei. Gue ingin melamar Tania. Tolong bantu gue." Randy jongkok.


"Loe serius?." Rangga membantu Reina menaiki tangga kolom renang.


"Jangan main-main, Rand. Tania sahabat gue." Reina menatap Randy.


"Gue serius, Rei, Rang. Tolong bantu gue dong." Randy memelas.

__ADS_1


"Ok kita bantuin loe, tapi janji jangan pernah sakiti Tania. Sayangi dan cintai dia, Rand." Reina menepuk pundak Randy.


"Ya, gue ngga akan pernah nyakitin dia. Karena Tania itu separuh jiwa gue. Rei." Randy memegang tangan Reina. Rangga menepis Tangan Randy.


"Eit!. Ngga perlu pegang-pegang juga kali." Rangga kesel, dia memang agak posesif. Jika ada cowok yang dekat Reina, walau itu Randy atau sahabat-sahabatnya sendiri.


"Rang, Reina itu adik kembaran gue. Jadi gue bebas mau pegang atau peluk." Randy memeluk Reina untuk menggoda Rangga, karena Randy sering menjahili Rangga yang sangat posesif.


"Reina itu istri gue." Tegas Rangga dan menarik Reina dari pelukan Randy.


"Kalian apa-apa si." Kesel Reina.


"Iya, maaf." Rangga dan Randy menunduk.


"Jadi loe mau kapan ngelamar Tania?." Tanya Reina.


"Malam nanti." Randy semangat.


"Ok, para cowok akan mempersiapkan dan para cewek-cewek ngajak Tania bercantik." Usul Rangga.


Para cowok-cowok pergi menyiapkan tempat romantis untuk Randy melamar Tania. Rangga dan Reina sudah memberitahukan kepada para orangtua dan Sahabat-sahabatnya. Mereka menjalankan misi.

__ADS_1


__ADS_2