
Keributan mereka untuk jenis kelamin Debaynya, terdengar hingga membuat Tania dan Randy tidur, terbangun karena teriakan Si kembar. (Tania sudah boleh pulang sorenya, karena Tania ngga sakit apa-apa).
"Hai, Boys. Kalian kenapa ribut-ribut, kasihan Bunda dan Debay yang sedang tidur jadi kebangun. Gara-gara dengar suara kalian yang berisik, mang ada apa?." Randy berjongkok.
"Ini, Yah. Aku ingin Debay nanti perempuan jadi aku kasih boneka." Kata Daffi yang memegang boneka yang sudah hampir terbungkus.
"Ngga harus laki-laki, Yah. Kan enak di ajak main." Kata Daffa ngga mau kalah.
Melihat tingkah laku Si kembar membuat Randy gemas.
"Kalian ini bikin gemas aja." Randy mencubit pipi membul Si kembar (D2).
"Sakit ayah." Teriak D2.
"Bis kalian ini gemesin si." Randy mencium pipi D2. Tania keluar merasa penasaran Randy ngga balik-balik kekamar.
__ADS_1
"Ada apa sebenarnya si?." Tania ikut berjongkok.
"Ini sayang, Daffa ingin kelak Debaynya laki-laki sedangkan Daffi ingin perempuan. Mereka juga sudah mempersiapkan hadiah buat Debaynya." Randy menjelaskan.
"Ooo... Dengarin Bunda. Debaynya mau laki-laki atau perempuan yang penting Debaynya sehat dan tidak ada kekurangan satupun." Tania mengelus rambut D2.
"Iya, Bunda." Serentak D2. Mereka pun baikan dan saling minta maaf.
"Kalian nanti harus jadi Abang yang baik, melindungi Debay dan ajarkan Debay yang positif. Ok Boy." Randy mengelus dua putranya, lalu pergi menuju ruang keluarga.
"Ok, Ayah." Serentak D2.
"KALIAN INI BISA DIAM TIDAK, SETIAP HARI RIBUT TERUS. BUNDA CAPE MELIHAT KALIAN ITU BERANTEM MULU. HARUSNYA KALIAN AKAN MENJADI ABANG MEMBERI CONTOH YANG BAIK KEPADA DEBAY, JANGAN RIBUT MULU." Tania meluapkan unek-uneknya.
"Maaf, Bunda." Serentak D2 menunduk, mereka merasa bersalah.
__ADS_1
"Baik Bunda maafin kalian, tapi kalau kalian masih berantem dan nakal. Bunda akan pergi jauh dan ngga mau nemuin kalian lagi." Tegas Tania.
"Baik, Bunda." Serentak. Lalu Tania memeluk kedua anak laki-lakinya, ia juga merasa bersalah memarahi kedua hatinya. Karena baru kali ini Tania benar-benar sangat marah atas kelakuan D2 yang kelewatan.
Tania mencium kedua buah hatinya penuh kasih sayang. Kemudian mengajak kedua buah hatinya bermain ketaman, D2 sangat senang bermain ketaman.
Hari sudah menjelang sore, mereka pulang kerumah dan membersihkan diri. Tania menyiapkan makan malam, walau di rumah ada Bi Sumi. Tetap aja Tania selalu memasak makan buat keluarga kecilnya.
Randy yang baru datang dari kerja, langsung memeluk erat Tania dan mencium leher Tania.
"Sayang, aku sangat rindu padamu." Randy masih memeluk Tania dari belakang.
"Setiap hari juga ketemu, kamu mandi sana. Baunya bikin aku pusing." Tania melepaskan pelukan Randy dan mendorong Randy ke kamar mandi.
"Iya, aku mandi. Tapi cium dulu." Randy memajukan mulutnya.
__ADS_1
"No, mandi dulu. Baru nanti aku kasih cium yang banyak biar kamu puas, kalau kamu masih bertingkah kamu ngga akan aku kasih jatah sampai aku selesai nifas." Tania tegas, lau menutup mulut Randy dengan tisu. Mendengar ancaman Tania, Randy langsung menuju kamar mandi.
Mohon dukungannya, ya. Biar Author semangat upnya, Jangan lupa di vote, like dan komentarnya. Di tunggu loh... Terimakasih sebelumnya.