
"Aarrgghh... Sakit..." Aku mencengkeram tangan Rangga hingga tangannya terluka.
"Auww... Maafkan aku, yank." Rangga merasa sakit di cengkaram dan di jambak Reina.
"Sedikit lagi, Rei. Ayo..." Dokter Tya penuh semangat.
ooowwweee...Ooowwweee... Tangisan bayi mungil dan tampan. Aku merasa lega. Rangga menetes kan air mata.
"Anak kita, yank." Rangga mengazani di telinga Putranya. Tiba-tiba Perut ku merasa sakit kembali.
"Yank, perut ku sakit lagi." Aku merasa mules kembali. Rangga memeberikan Putranya ke suster dan menghampiri ku. Aku memegang tangan Rangga dan menjambak kembali.
"Kaya tadi ya, Rei." Dokter Tya menyuruh ku kembali.
"Aarrgghh..." Teriak ku panjang.
ooowwweee...Ooowwweee... Tangisan bayi mungil yang cantik. Aku merasa lelah dan tak sadarkan diri.
"Yank, Bangun." Rangga panik.
"Ngga apa-apa, Rang. Dia lelah." Dokter Tya menepuk bahu Rangga. Selagi Dokter Tya dan suster menangani Reina, Rangga keluar yang badannya penuh luka dan rambut acak-acakan. Para orang tua dan para sahabat-sahabatnya merasa aneh melihat Rangga kusut.
__ADS_1
"Rang, loe abis berantem di dalam, ya." Ejek Alex.
"Sue, Loe. Ntar loe ngerasain." Rangga menendang kaki Alex. Mereka memberikan selamat kepada Rangga.
Dua orang suster keluar ruangan dan membawa dua orang bayi.
"Cucu ku." Mama Vina menggendong bayi laki-laki. Dan Mama Rina menggendong bayi Perempuan. Tak mau kalah Para Papa dan sahabat ingin menggendong dua bayi yang lucu dan menggemaskan.
"Rang, kamu sudah dapat nama kedua anak mu ini." Tanya Mama Rina.
"Harus ada nama ku." Kata Papa Sanjaya.
"Ngga nama ku." Papa Surya ngga mau kalah
"Nama yang bagus." Mama Vina mencium baby Adlan.
"Cucu Opa." Papa Sanjaya ngga mau kalah ingin menggendong Adlan.
"Cucu Opa yang cantik." Papa Surya menciumi baby Adline yang masih di gendong mama Rina.
Reina di pindahkan kekamar VVIP yang terletak lantai 3. Reina masih tertidur pulas di ranjang. Ketika baby Adline menangis dengan kencang, Reina terbangun.
__ADS_1
"Yank. Anak-anakku mana." Kata ku masih lemes.
"Ini, Yank. Kayanya Baby Adline haus." Rangga pelan-pelan memberikan Baby Adline. Aku binggung harus ngapain. Mama Vina dan Rina membantu ku memberi Asi. Terasa sakit di punting ku.
"Auw..." Aku mengecap kesakitan. Ini penderita seorang ibu ketika melahirkan dan menyusui. Aku meneteskan air mata dan menatap Mama Vina.
"Mah, maafin Reina yang dah banyak bikin mama sakit." Kata ku sedih.
"Ngga apa-apa, sayang." Mama Vina mencium kening ku. Setelah Baby Adline menyusu, kini giliran Baby Adlan. Rangga menelan ludah.
"Yank. Aku boleh satu ngga." Bisik Rangga duduk di samping ku sambil menusuk-nusuk Payudara ku.
"Gila kamu, aku abis melahirkan." Teriak aku.
"Anak bandel, nunggu 40 hari dulu." Papa Surya dan Mama Rina menjewer telinga Rangga.
"Aduh sakit. Lama banget, mana tahan aku. Pah, Mah." Rangga cemberut.
"Tahan-tahan dikit lah." Tambah Papa Sanjaya.
Hari semakin Larut Para Orang tua dan Sahabat pamit pulang.
__ADS_1
"Terimakasih, Yank. Sudah berjuang untuk melahirkan anak kita." Rangga memegang tangan dan mencium kening.
"Terimakasih sudah menjadi suami dan Papa yang baik buat aku dan anak-anak kita." Aku tersenyum.