
"Welcome in the home my wife and my kids." Rangga merentangkan tangan.
"Yank, Ini rumah siapa." Tanya ku.
"Kita akan tinggal disini mulai hari ini, karena kita akan mulai hidup baru kembali dan melupakan masa lalu." Rangga memeluk ku dari belakang.
"Kids, gimana suka ngga rumah baru kalian." Rangga melepas pelukan dan mendekati dua buah hatinya.
"Senang Didi." Serentak Adlan dan Adline, lalu mencium pipi Rangga.
"Mimi juga mau di cium dong." Rengek ku. Rangga dan anak-anak mencium ku. Kami berpelukan.
Mansion mewah dengan halaman luas dan terdapat taman bermain.
Sehingga membuat anak-anaknya betah di dalam rumah. Taman bunga yang di tanam berbagai bunga.
Rangga tau, kalau aku suka sekali berkebun.
__ADS_1
Aku berkeliling ke taman bunga dan menikmati pemandangan indah bunga-bunga yang cantik. Beda dengan rumah yang dulu yang pernah kami tempati.
"Gimana, sayang. Kamu suka?." Rangga memeluk ku dari belakang dan menciumi tengkuk leher ku
"Suka, ini mah bikin aku betah di rumah, Yank." Kata ku senang.
"Ini sengaja aku buat, biar kamu ngga bisa pergi jauh dari ku lagi, Yank." Rangga membalikan badan ku.
"Maafkan aku atas Segala kesalahan ku, jangan pergi lagi dari hidupku. Aku ngga sanggup pisah dari kamu, karena aku terlalu mencintaimu dan selamanya hanya kamu yang selalu di hati ku. I Love you my wife." Rangga mencium bibir ku. Aku sangat merindukan pelukan hangat dan ciuman Rangga. Laki-Laki yang telah menjadi suami ku, terkadang membuat ku nyebelin dan kadang membuatku meleleh atas kata-kata dan perilaku romantisnya.
"Yank, kamu kalau ada masalah kita selesaikan bersama. Walaupun masalah itu mengancam nyawa kita, Yank. Aku tak pernah bisa membenci kamu. I Love you my husband." Aku memeluk Rangga.
"Iya, Yank." Rangga menggendong ku bridal Style. Tangan kekar Rangga masih mampu menggendong ku.
"Tapi jangan di sini." Kata ku.
"Hahaha... Ya, ngga lah, Yank." Rangga tertawa. Kami menuju kamar dan melepaskan hasrat yang sangat di rindukan. Kami berbagai kasih setiap sentuhan. Entah sudah beberapa kali kami melakukan hingga kami terlelap.
Aku terbangun, badan ku terasa remuk dan pinggang ku sakit. Akibat permainan Rangga yang sangat menggairahkan. Rangga terbangun ketika aku menggerakkan badan.
"Kamu mau kemana, Yank." Rangga menarik ku hingga jatuh di pelukan Rangga.
"Aku mau mandi, Yank. Dah sore kasihan anak-anak belum makan." Ucap ku yang berada di atas Rangga.
"Cium dulu, baru aku lepasin." Jahil Rangga.
__ADS_1
Cup
Aku sekilas mencium bibir Rangga.
"Kamu sangat menggemaskan, Yank. Aku tambah cinta sama kamu" Rangga menarik hidung ku.
"Dah ah!. Aku mau mandi." Aku beranjak bangun. Rangga langsung menggendong ku.
"Kita mandi bareng, Yank." Kata Rangga dan menuju kamar mandi.
Kami mandi tanpa melakukan olahraga yang menggairahkan. Karena hari ini cukup banyak melakukan olahraga menggairahkan.
"Didi, Mimi." Teriak Serentak Adlan dan Adline berlari ke arah aku dan Rangga.
"Kids, kalian mau makan apa?." Tanya ku kepada anak-anak ku.
"Lin-Lin au yam oleng." Suara imut Adline.
"Lan-Lan au pizza." Kata Adlan yang di gendong Rangga.
"Ok, kita makan di luar." Kata Rangga.
"Didi, Lin-Lin uga au ndong." Rengek Adline iri melihat Adlan di gendong Rangga.
__ADS_1