Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Pertarungan Deddy's VS Kids


__ADS_3

Pakaian mereka sudah di bawa oleh bawahan Rangga menggunakan helikopter dan di taruh di kamar mereka masing-masing.


Adlan dan Adline menggunakan jaket hijau dan celana levis.



"Mom." Serentak, Menegur ku.


"Ya ampun, sayang. Ini bukan di puncak, ini di Pantai. Kenapa pakaian tertutup?." Aku menepuk jidat dan menggelengkan kepala.


"Ih, Mommy nanti kulit ku bisa ke bakar." gerutu Adline.


"Bisa pakai sunblock, sayang. Cepat kalian ganti lagi pakaian kalian." Aku agak membentak sedikit.


"Baiklah." Pasrah, lalu si kembar kembali ke hotel.



Si Kembar D(Daffa dan Daffi, anak Randy dan Tania) sedang tiduran di pasir-pasir sambil bercanda. Datanglah anak cowok memegang mobil-mobilan kecil.



"Kak, aku boleh ikutan ga?." Tanya Delvin (anak Rio dan Audy) dengan wajah memelas.


"Boleh." Daffa dan Daffi.


"Kita main apa?." Seru Delvin. Gadis kecil dan menggandeng anak kecil menghampiri mereka yang asyik bermain.



"Kak, aku ikut ya." Azkia (Anak Adi dan Chika)

__ADS_1



"De, ntut owe ta." Rania (anak Randy dan Tania yang bontot, adiknya Daffa dan Daffi).


"Boleh dong, kamu kan adik kakak." Daffa mencium dan menggendong Rania.



Datanglah Si Kembar A dengan gaya yang keren, Reina melihat kedua anaknya. Adlan menggendong anak kecil hampir seumuran Rania. Memberikan dua jari jempol dan tersenyum.


"Guys, gimana penampilan kita keren kan?." Adline narsis.


"Aisyah, kamu turun ya. Abang cape nih." Ngeluh Adlan.


"Ote, cih bang. Ica au es klim ole ya." Aisyah(Anak Alex dan Latifa) memegang dagunya dan memasang wajah imut.



"Eh, anak-anak Mommy udah pada ganteng dan cantik." Puji Reina yang datang tiba-tiba.


"Mom, ini Dunia anak-anak. Ngapain Mom, kesini." Ketus Adlan.


"Baiklah tapi jaga adik kalian, ya." Reina pergi kembali nimbrung satu makan dengan para sahabat.


"Baik, Mom." Serentak.



Cayra memakai dress putih dan menggunakan topi yang selaras pakaiannya.


Mereka bermain, membuat istana pasir yang besar. Karena mereka sedang asyik bermain, tiba-tiba ada yang ganggu mereka, tengah asyik bermain. Siapa lagi kalau bukan para suami.

__ADS_1


"Aduh, dad. Kenapa Deddy kesini si. Ini beskem kita." Ketus Daffa yang melihat Randy yang sedang menghancurkan dengan tangan kanan.


"Iya, nih para Deddy pergi sana jangan ganggu kami." Sahut Adlan ketus.


"Hiks...Hiks...Hiks... Tega banget anak-anak gue ngga mau bermain bersama." Rangga sok sedih.


"Deddy, ini dunia permainan anak-anak. Kita memainkan permainan ini tanpa orangtua, kelak sudah besar akan menjadi sejarah bagi kita gitu jadi aku mohon para Deddy pergilah. Jangan ganggu kita bermain." Penjelasan Adline.


"Sudah-sudah jangan pada berantem, bagaimana kalau kalian lomba ja untuk para Deddy dan anak-anak membuat istana?." Usul Ku.


"Siapa takut." Serentak.


"Ok, kalau gitu. Siap-siap untuk Deddy's dan Kid's." Tania menepuk tangan.


"Siap!!!!." Serentak.


"Kita hitung 1...2...3... Go!!!." Chika memberi aba-aba perlombaan di mulai.


"Ayooo... Kid's jangan kalah sama Deddy's." Teriak Audy dan Latifa memberi dukungan the Kid's.


"Apa-apaan mereka malah dukung tim sebelah." Alex cemberut.


"Udah Loe fokus napa." Adi sewot.


"Hei, yang benar dong buatnya." Rangga Ketus.


Para Deddy membuat istana malah ribut dan sudah beberapa kali buat tapi hancur karena tidak kompak. Sedangkan tim the Kid's membuat dengan kompak dan fokus.


Beberapa menit kemudian telah usai perlombaan.


"Mmm... Kita lihat hasil untuk tim the Deddy's." Tania mengelilingi istana pasir bersama Chika

__ADS_1



"Lumayanlah." Chika memegang dagunya.


__ADS_2