
Si kembar sangat merindukan Deddynya, setiap berangkat atau pulang sekolah. Si kembar mampir kerumahnya yang dulu di tempatinya bersama Mommy dan Deddynya. Si kembar menyemprotkan parfum Reina seluruh ruangan dan bantal di kamar tamu, waktu Reina dan Si kembar tidur.
Si kembar juga menyuruh ART tidak mengganti sprei dari pertama mereka pergi dan menyuruh masakan kesukaan Si kembar dan Rangga sangat senang melihat Si kembar saling berebut.
Si kembar juga menyembunyikan surat cerai, mereka tidak ingin kedua orangtuanya berpisah. Aksi mereka ini di bantu oleh Alex, Rio, Randy dan Adi. Tidak lupa para sahabat Mommynya.
Diam-diam Si kembar mengikuti kemana Rangga pergi. Si kembar melihat Deddy di rumah sakit bersama seorang wanita yang di duduk kursi roda, ada perasaan kecewa.
"Lan, wanita itu siapa?." Tanya Adline.
"Aku ngga tau, Lin." Adlan mengangkat kedua bahunya.
"Aku kecewa, Deddy selingkuh." Adline sedikit kesal.
"Sebaiknya kita selidiki dulu, jangan berpikiran macem-macem. Kita tanya sama Om Malik aja, yuk." Adlan menepuk pundak Adline.
"Benar, Om Malik yang punya rumah sakit ini." Adline.
__ADS_1
Mereka keruangan Malik, sepupu dari Reina.
Tok... Tok... Tok...
"Assalamualaikum Om..." Serentak Adlan dan Adline.
"Wa'alaikumsalam... Eh! keponakan Om yang ganteng dan Cantik. Gimana kabarnya?." Malik memeluk Si kembar.
"Baik Om..." Serentak.
"Wah, kalian kompak sekali. Ngomong-ngomong kalian kesini ada apa? silakan Kalian duduk." Dr. Malik mengajak duduk.
"Oh! Itu mengidap penyakit hepatocellular carcinoma atau sejenis penyakit kanker hati, tingkat penyakit sudah stadium D. Kanker hati yang disertai dengan kondisi fisik pasien yang memburuk dan gangguan fungsi dari organ hati." Dr. Malik menjelaskan.
"Sangat bahaya, ya. Om?." Adline penasaran.
"Iya, makanya kita harus jaga pola makan kita dan jangan sampai telat makan juga." Dr. Malik tersenyum melihat tingkah Adline yang penasaran.
__ADS_1
"Oh, iya. Deddy kalian sering kesini dan menemani Arini, apakah kalian kenal?." Dr. Malik.
"Kata Om Alex, tante Arini itu mantan Deddy, Om." Adline menunduk kepala dan sedih.
"Iya, Om semenjak Deddy ketemu tante Arini, Deddy selalu pulang malam dan marah-marah sama Kami dan Mommy, Deddy masih belum mengingat kami, Om." Adlan ikut sedih.
"Kalian harus sabar, Om saran kan kalian membantu Deddy mengingat kalian. Seperti video kalian bersama atau tempat sering kalian pergi." Dr. Malik memeluk Si kembar.
"Tapi Deddy kalau melihat kita selalu marah-marah." Kata Adline manja di pelukan Dr. Malik.
Dr. Malik melihat keponakannya yang murung dan sedih, dia tak tega. Lalu dia membisikkan rencana, raut wajah Si kembar jadi ceria. Di peluklah Dr. Malik. Kemudian mereka pamit dan mulai rencana.
Si kembar mengajak Si kembar D untuk ikut bergabung.
Si Kembar A(Adlan dan Adline) dan Si kembar D(Daffa dan Daffi) memasang foto di kamar Rangga dan menyiapkan video ketika Rangga datang video sudah menyala.
Beberapa jam kemudian
__ADS_1
Rangga pulang kerumah dan memasuki kamar, dia terkejut banyak foto terpajang dinding. Foto Rangga bersama keluarga kecilnya, Rangga emosi. Lalu mencopot foto dinding. Sewaktu Rangga mencopot foto, Tv menyala dan ada tanyangan dia bersama keluarga kecilnya.