Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Hukuman Rangga


__ADS_3

Pagi hari yang cerah, Dua buah hati ku yang ganteng dan cantik ribut-ribut untuk membangunkan Rangga. Aku sudah bangun subuh, karena Chayra sudah waktunya minum ASI.


"Deddy bangun..." Teriak Si kembar menggoyangkan tubuh Rangga.


"Mmm." Rangga menarik selimut kembali.


"Come on Deddy wake up, don't sleep anymore." Si kembar kekeh membangunkan Rangga.


"Kids,Deddy's are still sleepy." Rangga membalikkan badan dan menutupi telinganya dengan bantal.


Melihat Rangga masih tetap tidur, Si kembar ngga akan menyerah malah banyak akal. Mereka mengambil speaker dan menyalakan musik sekencang-kencangnya, hingga suara musik terdengar sampai lantai bawah. Untungnya lagi Chayra sedang di ajak berjemur oleh Oma-oma dan Opa-Opanya di taman.


"ADA APA, KALIAN BIKIN BERISIK. NGGA TAU ORANGTUA LAGI TIDUR, MAU JADI ANAK DURHAKA." Rangga marah.


"Maaf Deddy." Si kembar mematikan speaker dan menunduk merasa bersalah.


"APA-APAAN KAMU MEMARAHI ANAK-ANAKKU." Aku menarik telinga Rangga.


"Maaf, Mom. Ini bocah pagi-pagi bikin ulah, aku masih ngantuk." Rangga bersikap manja.


"Kamu seharusnya jadi orangtua memberi contoh yang baik, bangun pagi olahraga. Lah ini malah molor, dah bangun awas kalau masih tidur. Aku pergi aja." Kata ku.


"Jangan dong, Mom. Ini aku bangun, kids kalian mau apa." Rangga memelukku.

__ADS_1


"Awas ini Mommy kami." Si kembar mendorong Rangga.


"Mommy kalian itu istri Deddy." Rangga ngga mau kalah.


"Jangan sentuh Mommy sebelum Deddy menjalankan hukuman yang membuat Mommy pergi." Tegas Adlan.


"Iya, sana Deddy jauh-jauh." Adline galak.


"Ayolah, Mom. Tolong Deddy." Rangga merengek seperti anak kecil.


"No, Deddy harus ikut permainan mereka. Aku ngga mau ikut-ikutan." Kata ku pergi menghampiri Para orangtua dan Chayra.


"Shitt." Rangga mengacak-acak rambut.


"Hukuman pertama Deddy harus lari mengelilingi taman sebanyak 10 kali putaran." Adlan serius.


"Ngga ada penawaran, kalau ngga mau laksanakan menjadi 100 putaran." Adline tegas.


"Iya, iya. Deddy laksanakan. 10 aj ya, Kids." Rangga mengganti pakaian, lalu mencuci muka.


"Ayo Ded, kita ketaman." Si Kembar tidak sabaran.


"Iya, Kids." Rangga menggandeng tangan si kembar.

__ADS_1


Tiba di taman, Rangga mulai berlari. Walau masih ngantuk, dia tetap berlari. Aku dan Para orangtua melihatnya tertawa.


"Hahaha... Boy, semangat jalani hukuman...." Goda Papa Rangga.


"Sudah kaya di hukum guru aja, cucu oma lucu juga menghukum Deddynya. Hahaha..." Tambah Mama Rangga.


"Makanya kamu jangan nakal Rangga." Teriak Papa Ku.


"Sudah-sudah kasihan Rangga, jangan di ejek." Mamaku.


"Semuanya aku ke dalam dulu, kasihan Chayra kelamaan berjemurnya." Aku ngga mau ikut-ikutan mengejek Rangga.


Di dalam Mansion, aku memakaikan Chayra pakaian.



"Sudah cantik anak Mommy, gemas banget si." Aku mencium kening Chayra dan mengambil Ponsel, lalu mefoto Chayra yang sedang tertidur.


Di sisi lain


Rangga sudah mengelilingi taman sebanyak 10 kali putaran dan dia tumbang, merebahkan diri di atas rumput.


"Ini Ded, minum dulu. Tapi abis ini Deddy, memasak makan siang untuk kita semua tanpa bantuan Maid." Kata Adline menyerahkan botol air mineral.

__ADS_1


"Iya, Sayang. Terimakasih, tapi Deddy mandi dulu ya. Bau nih, Deddy risih banget." Rangga menerima botol air mineral dan meneguknya.


"Iya, awas Deddy jangan coba-coba menghindar. Hukumannya akan bertambah." Ancam Adlan.


__ADS_2