
Alex dan Asep datang kerumah Ibu Kokom dan Pak Paijo. Mereka minum kopi dan cemilan yang sudah di sediakan Ibu Kokom.
"Aku masih ngga nyangka, si Neng menikah sama Tuan Rangga. Padahal mobilnya sudah ada tandanya." Asep mengambil bakwan goreng.
Fast Back On
Mobil Reina di depan berlogo Perusahaan RR, singkatan Rangga dan Reina. Rangga dan Reina mempunyai perusahaan tersendiri, rekan bisnisnya merupakan sahabat-sahabatnya sendiri. Perusahaan RR Group menjadi perusahaan terkenal se Asia, walau perusahaan itu masih tergolong baru. Tapi perkembangan perusahaan tersebut maju dengan cepat, hingga banyak perusahaan yang lain ingin bergabung dan ada pula yang ingin menjatuhkan.
RR Group di pimpin anak muda yang berbakat dan ganas tidak dapat di hancurkan begitu saja, saat ini perusahaan RR Group menjadi perusahaan no. 1 Se Asia dan di takuti perusahaan lain, karena keganasan para CEO.
Fast Back Of
"Masih banyak gadis-gadis yang geulis pisan yang mengantri mendapatkan cinta Aa Asep yang kasep pisan." Alex yang mengikuti gaya Asep.
"Hahaha... Bisa aja nih kang bos." Asep ketawa.
"Kayanya seru nih, ada apa?." Rangga yang baru datang dan duduk di depan Alex.
"Ini Rang, si kang Asep masih ngga nyangka kalau Loe itu suami dari Neng Reina. Katanya dia sempat melamar tapi di tolak sama Neng Reina." Alex menceritakan.
__ADS_1
"Maaf, ya. Kang Bos. Saya ngga tau." Asep menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Gue tadi pengen marah, tapi mumpung mood gue lagi bagus. Loe nanti gue ajak ke kota untuk gue kenalin perempuan yang cantik." Rangga mengambil bakwan.
"Ini, Yank. Kopi kamu." Aku memberikan Rangga kopi ke meja.
"Terimakasih, Sayang. Duduk sini." Rangga mencium tangan ku dan duduk di samping Rangga.
"Kayanya obrolannya seru, ada apa si?." Aku menoleh ke Rangga.
"Biasa, Yank. Obrolan laki-laki." Rangga merangkulku posesif, Rangga tau Asep masih menyimpan perasaan kepada Reina.
"Yank, telponin Si kembar dan Para Orangtua aku kangen mereka." Aku duduk kembali dan menggoyang-goyang tangan Rangga.
"Iya, Sayang." Rangga memberikan Ponselnya.
Pertama-tama aku menghubungi Orangtua dan mertua ku, mereka sangat senang melihat ku kembali dan mereka juga memarahi aku yang tiba-tiba menghilang. Aku menjelaskan kepada mereka, mereka pun mengerti.
Kemudian Aku menghubungi Si Kembar.
__ADS_1
"Hello, Kids." Kata ku semangat melihat Adlan dan Adline.
"Mommy..." Teriak Si kembar.
"Aku kangen Mommy, Mommy kemana aja." Adline menangis.
"Mommy jahat perginya lama banget ninggalin kita, emang Mommy ngga sayang sama kita." Adlan kesel dan menangis, padahal hatinya senang bisa melihat Mommynya. Walau lewat video call.
"Maafin, Mommy ya. Nanti kalau Mommy sudah pulang kalian harus hukum Deddy yang jemput Mommy lama." Aku melirik Rangga.
"Kok, jadi aku." Rangga menunjuk dirinya bingung.
"Iya, karena Deddy membuat Mommy menangis dan pergi." Kataku sinis.
"Tenang aja, Mom. Kita akan hukum Deddy." Adline mengambil penggaris dan di pukul-pukul.
"Iya, Kita hukum Deddy biar ngga nakal lagi." Adlan mengambil ikat pinggang di sabet.
"Gila nih anak gue pada tega sama gue." Rangga menelan ludah.
__ADS_1
Hai Readers, mohon dukungannya untuk pengajuan kontrak, jangan lupa Vote, Like dan Komentarnya, ya aku tunggu... Biar Author semangat baru nih Upnya.... Aku sayang kalian semuanya 😘😘😘