
"Ini hasil untuk tim the Kid's." Latifa mengelilingi istana pasir bersama Audy.
"Mmm... Oke." Kata Audy tersenyum. Lalu mereka berunding.
"Istana pasir di nilai dari kerapian dan kekompakan peserta, kami mengumumkan pemenangnya adalah.... Yang jelas tim THE KIDS!!!." Aku teriak senang.
"Yyyee..." Serentak tim Kid's mereka saling berpelukan, Tim Deddy's ber sedih dan saling menyalahkan.
"Yang kalah harus menurutin kemauan pemenang." Usul Ku.
"Wah!, gaswat nih. Tau sendiri mereka itu bakalan kejam apa lagi Si kembar A dan Si kembar D." Bisik Alex khawatir.
"Benar kata Loe, bisa-bisa kita mati berdiri nih." Adi merinding.
"Iya, lihat aja kemarin Si kembar A mencabut habis bulu kaki Rangga. Gue ngga kuat." Rio dengan wajah sedih.
"Berdoa aja biar anak gue dan Randy kagak macam-macam." Rangga menepuk pundak para sahabatnya.
Malam Hari...
Mereka mengadakan barbeque di belakang hotel, kebetulan belakang hotel pas pantai menjadi suasana sangat indah dan mengesankan. Tidak lupa mereka mendirikan tenda untuk istirahat anak-anak.
Para anak-anak tengah asyik bermain di dalam tenda, kecuali Si kembar A dan Si kembar D yang sibuk menyiapkan hukuman buat para Deddy.
"Guys, gimana sudah persiapkan semuanya?." Bisik Adlan.
__ADS_1
"Siap, tinggal langsung di jalankan aja." Daffa mengacungkan jempol.
"Bagus, tugas Adline dan Daffi gimana?." Tanya Adlan berbisik.
"Beres." Serentak Adline dan Daffi.
"Biar adik-adik tetap di tenda, saatnya kita jalankan rencana kita." Titah Adlan.
Mereka mengulurkan tangan dan membuat yel-yel.
"KIDS..." Teriak Adlan.
"Kita bukan anak kecil, kita bukan anak manja. We are the great and the best..." Serentak.
"Semoga rencana kita sukses..." Adlan menepuk pundak Adline, Daffa dan Daffi.
Mereka mulai menjalankan rencana, Adlan menghampiri para Mommy yang sedang menyiapkan bahan makanan yang akan di bakar nanti, Daffa menghampiri para Deddy yang sedang membuat bara api.
Daffi dan Adline membuat minuman yang sudah tercampur bahan makanan seperti jengkol, petai, cabe, bawang dll di blender jadi satu atau di buat menjadi jus. Entah rasanya gimana.
"Perhatian-perhatian semuanya datang mendekat." Kata Daffa.
"Anak loe ada apaan sih, manggil-manggil kita semua." Tanya Alex bingung.
"Mana gue tau." Randy mengangkat kedua bahunya.
"Lah loe kan bokapnya, masa ngga tau." Rio menyenggol lengan Randy.
__ADS_1
"Kami memanggil kalian, karena ingin menagih hadiah kemenangan kami." Adlan senyum licik.
"Emang kalian mau hadiah apa?." Tanya lembut Latifa.
"Gini Umi, sebelum memenuhi permintaan kami tim Deddy's harus meminum jus yang kami buat." Adline meletakkan jus di atas meja.
Para Deddy menelan ludah. Mereka merasa merinding.
"Gimana tim Deddy's sanggup?." Tanya Daffi menatap tajam ke arah tim Deddy's.
"Kalau tim Deddy's ngga sanggup, Tim Deddy's ngga boleh tidur sama Mommy, mama dan Umi kami." Tegas Daffa.
"Kok, gitu sih. Adlan dan Adline, kalian kan anak Deddy." Rangga memelas.
"Ngga pokoknya tim Deddy's harus minum." Azkia merengek.
"Baiklah." Mereka terpaksa.
Satu persatu mereka meminum dengan ekspresi yang lucu dan menggelikan. Setelah minumannya abis, mereka semua langsung lari menuju toilet dan muntah-muntah.
"Hahaha..." Serentak Si kembar A dan Si kembar D.
"Kalian ini senang banget ngerjain Deddy." Aku mengelus Si kembar A.
"Lain kali jangan kaya gitu ya." Tania mencubit pipi Si Kembar D.
"Yes Mommy." Serentak.
__ADS_1