Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Ngidam


__ADS_3

Hari ini Bu Widia tidak datang mengajar ku, karena Bu Widia mengajar di sekolah. Karena sebentar lagi akan ada ujian Semester. Walau pun libur, Bu Widia tetap aja ngasih tugas banyak.


Aku merasa ngantuk dan merebakan badan di sofa.


Hari sudah menunjukan pukul 2 Siang, Rangga pulang.


"Assalamu'alaikum, Sayang." Rangga melihat Reina tertidur di sofa, dia mendekati dan mencium kening Reina.


"Kamu cantik seperti bidadari, entah sejak kapan aku mulai jatuh cinta kepadanya. Ngga ketemu beberapa jam sama seperti beberapa hari. Reina aku masih tidak menyangka kalau kita sepasang suami istri dan sebentar lagi kita akan menjadi orang tua. Aku cinta kamu, Reina." Rangga membelai rambut dan mencium kening Reina.


Aku terbangun, karena ada yang hangat di kening ku. Ku bukakan mata ku, ku lihat Rangga sudah berada di sampingku.


"Kamu sudah bangun?." Rangga tersenyum dan membantu ku bangun.


"Kamu kapan pulang? Hooaaammm..." Aku masih menguap.


"Lumayan, kamu kalau masih ngantuk tidur aja lagi." Rangga duduk di samping ku dan merangkul ku.


"Sudah ngga bisa tidur lagi. Rang, aku ingin makan tapi kamu yang masak, ya." Aku menatap Rangga.


"Aku ngga bisa masak, sayang. Kita makan di luar gimana. Aku ganti baju dulu" Rangga beranjak menuju kamar.

__ADS_1


"Ih! Suami nyebelin, aku ngga mau makan di luar. Ini anak kamu yang minta, aku ngga akan makan kalau bukan kamu yang masak." Aku cemberut dan beranjak kekamar bawah.


Bbrruukkk... Aku banting pintu kamar bawah.


"Sabar-sabar, dia lagi hamil anak gue. Gue harus jadi Ayah yang kuat." Rangga melihat ku dan mengelus-elus dada.


Aku menangis dan menutup wajahku dengan selimut. Rangga menghampiri ku.


"Ya, aku yang masak. Tapi kamu jangan menangis lagi, ya. Aku sakit kalau kamu menangis terus." Rangga membuka selimut dan membantu ku bangun.


Aku dan Rangga menuju dapur, aku menyiapkan bahan-bahan yang mau di masak Rangga.


Rangga memakai celemek seperti koki handal. Aku memeluk Rangga dari belakang.


"Kamu tambah ganteng." Kata ku malu.


"Hahahaha... baru sadar ya kalau suaminya ganteng." Rangga ketawa.


"Nyebelin baru di puji langsung kepedean, ya udah masak sana." Aku mendorong Rangga.


"Dasar bokong Baby, aku senang melihat wajah mu yang merah kaya bokong Baby." Rangga mencubit pipi ku.

__ADS_1


"Auww. Sakit tau." Aku cemberut.


"Maaf, ya." Rangga mencium pipi ku yang abis di cubit Rangga.


"Kalau kaya gini terus kapan masaknya." Ketus ku.


"Ya, sayang." Rangga memulai menyiang-nyiangi sayuran dan mencuci Ayam. Aku tersenyum melihat Rangga yang serius. Diam-diam aku merekam kegiatan Rangga.


Beberapa jam kemudian masakan Rangga sudah jadi, Rangga seperti chef profesional. Aku mencicipi masakan Rangga.


"Enak Rangga, walau kamu cuma lihat di ytube. Tapi aku akui kamu memang hebat." Puji ku kepada Rangga.


"Terimakasih, Sayang. Syukur kalau enak." Rangga membelai Rambut ku. Aku dan Rangga menikmati makanan.


"Rang, aku mau es krim yang ada di mall." Aku mengelus-elus perut ku.


Aku dan Rangga menuju mobil. Lalu, Rangga melajukan mobilnya.


Sesampai di mall


"Rang, aku mau ke toilet sebentar ya." Kata ku.

__ADS_1


"Iya, aku ketempat es krim ya. Biar kamu cepat makan es krimnya." Rangga melepaskan tangannya.


Jangan lupa like dan komentar ya...🤗🤗🤗


__ADS_2