Cowok Nyebelin Suamiku

Cowok Nyebelin Suamiku
Mengingat Masa Lalu


__ADS_3

Rangga menatap Foto ketika Reina dan Rangga di masa perang dingin, setiap hari berdebat dan saling menjahili.



Mereka berdua mempunyai julukan, untuk Rangga Cowok Nyebelin dan untuk Reina Bokong Baby.


Mereka di jodohkan pun tetap aja perang dingin, saking mereka bersama setiap hari. Perasaan cinta mulai tumbuh dan semakin tumbuh. Rangga menyatakan perasaannya sewaktu cemburu. Ketika Alvin menyatakan perasaannya ke Reina, dengan ganasnya Rangga melakukan aksinya sampai Reina tak bisa bangun dari tempat tidur.


Betapa senangnya Rangga, ketika Reina hamil anak kembar dan menjadi Deddy. Rangga selalu ada untuk Reina. Apalagi pas Si kembar lahir kebahagiaan Rangga tak bisa diukir dengan kata-kata.


"Reina, aku kangen banget. Asal kamu tau cinta ku padamu ngga akan berkurang, malah bertambah. Sayang kembalilah padaku, aku tak bisa hidup tanpa mu, begitu juga dengan anak-anak. Maafkan aku yang begitu bodoh ini. Deddy sangat merindukan kalian." Rangga mencium foto dia bersama istri dan anak-anaknya.


Rangga memainkan Gitar dan bernyanyi


"My wife and my child's again this is for you."


Bintang malam, katakan padanya


Aku ingin melukis sinarmu di hatinya


Embun pagi, katakan padanya


Biar 'ku dekap erat waktu dingin membelenggunya


Bintang malam, sampaikan padanya


Aku ingin melukis sinarmu di hatinya


Embun pagi, katakan padanya

__ADS_1


Biar 'ku dekap erat waktu dingin membelenggunya


Tahukah engkau, wahai langit?


Aku ingin bertemu membelai wajahnya


'Kan 'ku pasang hiasan angkasa yang terindah


Hanya untuk dirinya


Lagu rindu ini 'ku ciptakan


Hanya untuk bidadari hatiku tercinta


Walau hanya nada sederhana


Ijinkan 'ku ungkap segenap rasa dan kerinduan


Ah-oh.


Oh...


Oh... oh... oh...


Tahukah engkau, wahai langit?


Aku ingin bertemu…


"Deddy sangat merindukan kalian semua." Rangga meneteskan air mata.

__ADS_1


Randy masuk kamar Rangga.


"Rang, Loe belum tidur?." Tanya Randy.


"Bagaimana gue bisa tidur sedangkan pikiran gue ingin ketemu Reina dan anak-anak, Gue kangen banget sama mereka, Ran." Rangga meletakkan gitar ke ranjang.


"Oh iya, Loe kesini mau ngapain. Ganggu Gue aja yang lagi merindukan istri dan anak-anak Gue." Rangga jadi tegas.


"Sory kalau Gue ganggu, tapi ini Gue harus cepat-cepat ngasih tau Loe ini." Randy menepuk pundak Rangga.


"Ngasih tau Gue apa?Loe ngomong yang jelas, jangan bikin kita nanti tambah bingung." Rangga menyandarkan kepala di ranjang.


"Reina dan anak-anak sangat merindukan Loe, apalagi Reina saking dia sangat rindu Loe, dia merancang baju coupe satu keluarga Loe, dan Reina sangat mencintai Loe." Randy duduk di sofa.


"Yang benar, Bro?." Rangga semangat.


"Setiap malam Reina selalu menangis dan selalu menyebutkan anak istri Loe.


Rangga tersenyum, dia merasa terbang ke udara.


"Tapi disana Reina di dekati banyak laki-laki dan bahkan ada yang ngelamar Reina." Randy terkekeh.


"Kurang ajar, Gue harus buru-buru ketemu Reina dan anak-anak. Gue ngga akan biarkan cowok brengsek mendapatkan Reina dan anak-anak." Rangga emosi dan tangannya memukul tembok.


"Sabar, bro. Lihat aja Reina selalu menolak perasaan mereka." Randy memperlihatkan video yang di kirimkan oleh anak buahnya.


"Tapi tetap aja, mereka pada berani mendekati bini Gue." Rangga masih kesel.


"Ya wajarlah, bro. Makanya punya bini cantik itu harus di jaga, Gue pamit pulang dulu." Randy keluar kamar. Rangga menatap Randy yang masih kesel.

__ADS_1


TAMAT


__ADS_2