
Semenjak Rangga hilang ingat pekerjaannya di ambil oleh Alex dan sahabat-sahabatnya yang lain, tetapi tetap terbengkalai. Jika Rangga tidak ada.
Rangga sangat frustasi, pekerjaannya sangat banyak. Sedangkan dia sangat merindukan anak dan istrinya.
"Sial, masih banyak yang harus Gue kerjakan." Rangga mengacak-acak rambut.
"Semangat, Bro." Alex menepuk pundak Rangga.
"Sorry, brother Gue ngelakuin ini. Biar Loe lama ketemu dengan Reina dan Anak-anak Loe." Batin Randy melirik Rangga yang tengah asyik dengan laptopnya.
"My sweety wife and my Childs tunggulah aku. Aku sangat merindukan kalian." Batin Rangga memandangi foto besar yang terletak di dinding.
Gara-gara mengerjakan pekerjaan kantor, Rangga kurang tidur. Karena Rangga sangat semangat ketemu Istri dan anak-anaknya.
Rangga mengingat kejadian betapa kejamnya dia ngga mengakui anak dan istrinya, bahkan dia mengusirnya.
"Mommy dan my child maaf kan Deddy." Rangga mengusap kasar wajahnya dan kepalanya bersandar di sofa.
"Ya, Allah. Maafkan Hamba Mu ini yang sudah menganiaya istri dan anak-anak Hamba, bukakan kembali hati istri dan anak-anak Hamba. Agar Hamba bisa di terima kembali dan kami dapat berkumpul kembali." Rangga menatap langit-langit dan mendengarkan lagu
Di-da-da-di-di-da-dam
Di-da-da-di-di-da-dam
Di-da-da-di-di-da-dam
Di-dam...
Dengan kasih-Mu Ya Rabbi, berkahi hidup ini
__ADS_1
Dengan cinta-Mu Ya Rabbi, damai kan mati ini
Saat salah 'ku melangkah, gelap hati penuh dosa
Beri 'ku jalan berarah, temui-Mu di Surga
Terima sembah sujud ku, terimalah doaku
Terima sembah sujud ku, ijinkan aku bertaubat
Maulana ya maulana
Maulana ya maulana
Maulana ya maulana
Maulana ya maulana
Saat salahku melangkah
Gelap hati penuh dosa
Beri ku jalan berarah
Temui mu di surga
Terima sembah sujud ku
Terimalah doaku
__ADS_1
Terima sembah sujud ku
Ijinkan ku bertaubat
Rangga meneteskan air mata, terharu dengan lagu yang diputar.
"Aku begitu banyak dosa kepada istri dan anak-anak, maafkan Deddy, sayang." Isakan tangis Rangga, dia ngga peduli para pembantu melihat menangis. Hati Rangga saat ini sangat rapuh dan mengenaskan, dia tak peduli dengan penampilannya saat ini.
Wajahnya banyak tumbuh rambut halus alias berewok. Setiap hari tugas kantor semakin banyak, hingga Rangga ngga ada waktu untuk bersantai. Tugas kantornya harus Rangga yang menyelesaikan tak bisa di wakilin siapapun.
Ada rasa jengkel dan marah Rangga, bahkan mengutuk dirinya sendiri yang ngga bisa menyelesaikan tugas kantor dengan cepat.
Flash Back On
"Gue ngga mau Rangga begitu cepat ketemu Reina dan anak-anak." Randy tegas.
"Biarlah kita menghukum Rangga dulu dan menguji dia, berapa besar dia mencintai Reina dan anak-anaknya?." Usul Alex.
"Beri tugas kantor yang banyak dan sulit, biar dia mengerjakan sendiri tanpa harus ada bantuan." Tambah idenya Rio.
"Iya, kalau dia sudah merasa lelah dan tak mampu, baru kita kasih dia keberadaan Reina dan anak-anaknya." Senyum sinis Adi memegang dagunya.
"Saat ini biar Reina dan anak-anaknya berlibur dan menenangkan diri dulu." Kata Randy.
Flash Back Off
Rangga tidak tau rencana sahabat-sahabatnya untuk menghukum Rangga.
Terimakasih atas semua dukungannya... jangan lupa Vote, like dan Komentarnya... di tunggu...
__ADS_1