
🍀🍀
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih..
karya Author yang lain juga ya.. seperti
*Aku Bukan Wanita Penggoda
*Sandaran Hati
Happy Reading semua..
🍀🍀
Tuan Adijaya tak pernah berfikir ternyata dua orang yang dulu menghianatinya ternyata mereka sangat menyayangi Caca putrinya. Bahkan mereka memberikan kehidupan untuk Caca walaupun dipanti asuhan. Dan mereka juga memberikan nama baru agar Caca aman dari pamannya, sungguh mulianya hati kalian..
Tuan Adijaya sampai meneteskan airmata mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu disaat Tarjo dan Siti menghianatinya..
Jikabbukan Tarjo dan Siti yang membawa lari Najwa mungkin Tuan Adijaya tidaka akan pernah melihat putrinya Caca..
Nyonya Cindi tampak bahagia melihat Najwa tengah bisa melewati masa kritisnya, Abee pun tak oernah mau jauh dari ruangan Najwa di rawat.
Abee terus memandangi Najwa dari pintu ruangan Najwa, disana terbaring wanita yang sangat di cintainya. "Ayo sayang susah saatnya kamu membuka matamu dan mari kita gapai semua mimpi kita, lihatlah Ayah dan Bundamu di sini mereka sangat merindukanmu." ucap Abee dalam hatinya..
Najwa bermimpi dia bertemu dengan Rahardian dalam mimpinya, Rahardian menyuruh Najwa untuk bangun dari tidurnya, Rahardian berpesan kepada Najwa agar dia bisa memberinya cucu.
(Najwa mengingat semua kalimat yang di ucapkan oleh Rahardian sebelum mereka melakukan oprasi pencangkokan ginjal).
🍁🍁
__ADS_1
Silain tempat Leon tengah melacak pemilik mobil dengan plat bernomor AT 98 Dt, Leon mengerahkan semua kaki tangannya ubtuk melacak kebereradaan mobil tersebut. Namun hasilnya mazih nihil.
Adrian yang kala itu hendak pergi ke rumahnya untuk mencari Rahardian Ayahnya tiba tiba di kejutkan dengan kehadiran polisi di rumahnya.
Adijaya berasumsi jika yang berniat mencelakakan Najwa adalah Rahardian.
"Maaf ada apa ini?" ucap Adrian yang baru saja turun dari mobilnya.
"Maaf Anda siapa?" tanya seorang polisi yang bernama Briptu Arifin.
*Saya Adrian, Putra dari Bapak Rahardian." ucap Adrian dengan sangat tegas.
Polisi itu berfikir sejenak, pasalnya ciri cirinya hampir sama dengamn penabrak itu. " boleh saya bertanya?" ucap Briptu Arifin.
Adrian sudah nampak khawatir, namun sebisa mungkin mencoba untuk tenang.
"Tentu Pak silahkan." ucap Adrian dengan suara yang sesantai mungkin. Mari silahkan masuk. ucap Adrian kemudian.
Seketika ada raut wajah yang penuh ketegangan di diri Adrian, dia gugup untuk menjawabnya.
"Saya berada di Surabaya." ucap Adrian sekenanya.
Briptu Arifin mencium sesuatu yang mencurigakan. "Baiklah kalau begitu. Maafkan kami dan kami permisi." ucap Briptu Arifin kemudian mereka berpamitan.
🍀🍀
Hati Adrian dag dig dug, "hampir saja aku ketahuan tapi sudahlah toh aku bisa mengelak." ucap Adrian dalam hati.
Adrian mencari Papanya kemana mana namun tak menemukannya bertanya sama pembantu juga tak ada yang tahu, "Kau ini dimana Papa." ucap Adrian lalu pergi meninggalkan rumahnya..
__ADS_1
Polisi yang tengah mengintai Adrian pun mulai beraksi dan mencatat semua gerak gerik Adrian yang mencurigakan. Dan Polisi berhasil mengikuti Adrian hingga ke tempatnya besaembunyi.
🍁🍁
Najwa sudah menunjukan bahwa dirinya mungkin tengah sadar, Najwa sudah mulai menggerakan jemarinya, dan berlahan mulai membuka matanya. Najwa masih sangat lemah dengan kondisinya saat ini. Suster yang melihat Najwa tengah membuka matanyapun sontak memanggil Dokter.
Suster Eli berlari memanggil Dokter Faisal, Semua keluarga panik mengira bahwa Najwa kenapa napa. Bahkan Abee sampai berlari mengikuti Suster Eli.
" Dokter, Dokter Najwa nampaknya tengah sadar?" ucap Suster Eli.
Abee sangat bahagia mendengar kabar itu, seketika Dokter Faisal dan Suster Eli berlari ke ruang rawat Najwa guna melakukan pengecekan lebih lanjut.
"Dokter Najwa" ucap Dokter Faisal sembari tersenyum.
Najwa pun menoleh ke arah Dokter Faisal.
"Dokter saya kenapa?" ucap Najwa dengan suara yang agak lemah..
"Anda mengalami kecelakaan dan syukurlah anda tengah berhasil membuka mata" ucap Dokter Faisal.
Najwa kemudian memegang perutnya dan kini twlah menjadi rata kembali.
"Anakku? Dimana Anakku?" ucap Najwa sembari berteriak histris.
"Tenang Dokter, anak Dokter tak dapat kami selamatkan. Maafkan kami." ucap Dokter Faisal dengan berat hati..
Najwa hanya mampu menangis dan tak pernah membayangkan akan seberapa marahnya Abew kepada dirinya karena Najwa telah gagal menjadi seorang ibu..
🍁🍁
__ADS_1
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.