
πΈπΈ
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih. Baca juga karya terbaru saya yang berjudul"Aku bukan wanita penggoda" Happy reading..
πΌπΌ
Sore hari sudah mulai nampak, di kediaman Brahmana telah banyak orang berlalu lalang, mereka masih di sibukan oleh berbagai kegiatan untuk acara tujuh bulanan Najwa, Najwa nampak memperhatikan semua orang.
Abee juga masih sibuk mempersiapkan amplop amplop berisikan uang untuk bersedekah dan untuk santunan anak anak yatim. Najwa sengaja mengundang anak anak panti asuhan tempatnya dulu tinggal dan memboyong mereka ke jakarta.
Najwa dan Abee juga menyiapkan berbagai acara lainnya seperti pengajian untuk mengucapkan rasa syukur mereka.
Tak lupa juga Abee dan Najwa mengundang segenap keluarga. Satu persatu anggota keluarga mulai berdatangan, di sana nampak Tante Quet dan Om Indra sedang berjalan memasuki rumah besar Brahmana.
"Assalamualaikum" ucap Tante Quet sembari mendekati Najwa yang tengah duduk di ruang tamu..
"Waalaikumsalam" ucap Najwa berusaha bangkit dari duduknya.
Tante Quet tersenyum, "Sayang sudah kamu duduk saja?" ucap Tante Quet sembari memegang tangan Najwa.
__ADS_1
Najwa tersenyum." Tante ternyata mengandung itu seperti ini ya rasanya.." ucap Najwa sembari tersenyum..
Tante Quet hanya tertawa." terus kamu pikir rasanya bagaimana?" ucap Tante Quet.
Najwa hanya tersenyum sembari mengelus perut buncitnya...
Abee yang memperhatikan Istri dan Tantenyapun ikut tertawa mendengar pertanyaan sang istri.
π¬π¬
Pada malam harinya acara tujuh bulunanan Najwapun dimulai, banyak anak yatim puatu yang datang untuk mendoakan Najwa dan calon bayinya.. Adajuga sanak saudara baik dari Orang tua Abee maupun dari orang tua Najwa.
Ayah Adi dan Bunda Cindipun sudah datang lagi sebelumnya sempat pulang untuk mengganti pakaian.
Di sana juga nampak Rahardian duduk di sebelah kakaknya Adijaya. Rahardian sangat senang dengan kehamilan Najwa dan berharap yang akan lahir adalah bayi laki laki..
Semua mata tertuju pada Najwa, di sana Najwa nampak senang melihat semua orang turut mendoakannya.
"Sayang apa anak kita nendang nendang terus?" ucap Abee sembari mengelus perut Najwa sengan sangat lembut. Sepertinya sang buah hatipun merespon dengan cepat tak lama dia mulai bergerak didalam perut Najwa.
__ADS_1
"Sayang dia menendang " ucap Najwa sembari membimbing tangan Abee untuk merasakan gerakan calon anak mereka.
Tak terasa Abee sampai meneteskan airmata takkala merasakan pergerakan calon anaknya untuk pertama kali.
"Sayang anak kita bergerak." ucap Abee sangat bahagia..
Najwa hanya tersenyum mendengar ucapan Abee.
"Iya sayang dia senang kamu berada di dekatnya." ucap Najwa sembari tersenyum.
Acara pengajian pun di mulai, Abee dengan khusyuk mendoakan keselamatan anak dan istrinya hingga hari persalinan. Leon yang mengamati Abeepun merasa sangat senang, Leon tak pernah menyangka jika Abee akan se perduli itu kepada Najwa dan calon anak mereka.
"Aku ikut bahagia untukmu sahabatku." ucap Leon dalam hatinya.
Tak selang beberapa lama acarapun selesai, semua tamu satu persatu mulai meninggalkan kediaman Brahmana, Begitupun dengan Bunda Cindi dan Ayah Adi. Mereka berpamitan untuk pulang..
π¬π¬
dikit dulu kalau banyak yang like nanti up lagi. Maaf kalau ceritanya makin gak jelas..
__ADS_1
π¬π¬
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung...