
🌺🌺
Hai pembaca setiaku, terima kasih ya karena kalian karya saya jadi banyak peminatnya, buat kalian yang selalu suport aku baik secara langsung atau yang mode kalem Author ucapin banyak banyak terima kasih..
Jangan lupa baca karya saya yang lain juga ya.
*Selepas kau pergi
*Aku bukan wanita penggoda
*Sandaran hati
Happy Reading ya..
🌸🌸
Najwa masih sangat syok dengam kejadian yang baru saja dia lalui, bagaimana bisa orang dari masa lalunya kembali menggoreskan luka yang sudah mengering..
Abee mencoba menenangkan Najwa.
"Sudah ya sayang jangan nangis terus." ucap Abee sembari memeluk Najwa dengan sangat erat..
Najwa masih terus saja menangis. Najwa takut jika Abee akan marah dan membencinya lagi setelah kehadiran Adrian.. Adrian adalah kekasi Najwa ketika dia masih kuliah dulu.. Adrian dan Najwa pernah menjalin hubungan semenjak SMA, namun setelah Najwa kuliah Adrian justru meninggalkannya dengan berselingkuh dengan sahabatnya Amara.
"Maafin aku ya sayang" ucap Najwa dengan ketakutan.
Abee hanya tersenyum, dan mengelus wajah Najwa. "Udah sayang gak usah dibahas lagi ya, siapapun dia aku akan tetap percaya sama kamu sayang." ucap Abee dengan lembut.
__ADS_1
Najwa sedikit lega mendengar ucapan Abee, "Benarkah kau tak marah?" ucap Najwa dengan raut wajah yang kurang yakin.
"Sayang aku enggak marah kok, aku percaya sama kamu dan selamanya akan tetap begitu." ucap Abee dengan tersenyum..
Najwa memeluk Abee dengan sangat erat, Najwa merasa nyaman ketika berada di dekapan dada Abee. Abee hanya teraenyum dan membalas pelukan Najwa dengam sangat erat..
"Jangan pernah menangis lagi ya sayang, airmata kamu teramat berharga untuk hal apapun." ucap Abee memberi kedamaian di hati Najwa.
🌺🌺
Di lain tempat.
Rahardian sedang meluapkan emosinya kepada putra kesayangannya Adrian, pasalnya Adrianlah yang membuat perusahaan Rahardian hampir bangkrut. Adrian menghamburkan uang untuk hal hal yang tak berguna.. Adrian juga mempunyai hutang di mana mana.
"Kamu keterlaluan Adrian." ucap Rahardian dengan lantangnya.
"Kau" ucap Rahardian menahan emosi..
Adrian menatap Papanya. "maafin Adrian Pa?" ucap Adrian sembari menundukan wajahnya...
Rahardian hanya tertawa sedih. "lihalah Drian sekarang kita sudah bangkrut." ucap Rahardian dengan espresi yang sulit di katakan.
Adijaya yang mendengar prihal kebangkrutan sang Adik Rahardianpun tak bisa tinggal diam,Adijaya sangat menyayangi Rahardian walaupun dia telah membuat hidupnya dan istrinya hancur.
Namun hata Adijaya tetap menyayangi adikknya.
Adijaya memutar otak bagaimana caranya agar bisa membantu Rahardian tanpa dia tahu..
__ADS_1
Adijaya masih mengharapkan bantuan dari Abee, Adijyapun mencoba untuk menghubungi Abee perihal membicarakan tantang hal tersebut..
"Selamat pagi Tuan Abee." ucap Tuan Adijaya di ujung telfonnya..
"Selamat pagi juga Tuan Adi, bagaimana ada apa gerangan yang membuat anda pagi pagi sekali menghubungi saya?" ucap Abee mencoba menanyakan prihal yang ingin mereka bicarakan..
"Bagaimana dengan permintaan saya tempo hari Tuan Abee?" ucap Tuan Adijaya.
Abee berfikir sejenak mengingat tentang permintaan Ayah mertuanya itu.
"oh prihal Tuan meminta saya untuk membantu perusahan Rahardian?" ucap Abee memastikan ucapannya..
"Benar sekali Tuan Abee. Untuk memperjelasnya bisakah kita bertemu siang ini." ucap Adijaya.
"Baiklah Tuan, kita bertemu ditempat biasa." ucap Abee menunjuk restoran tempat biasa mereka bertemu.
" Baiklah" ucap Tuan Adijaya sembari menutup telfonnya.
Abee bertemu dengan Tuan Adi di restoran Pelangi, seperti biasa mereka membahas tentang Rahardian..
🌺🌺
Untuk semua maaf yaa jika Up nya telat terus, Authornya hanya menyisakan sedikit waktu untuk menulis sekarang, karena masih sibuk dengan pekerjaan apalagi ini hari natal, mungkin sampai tahun baru Author sangat sibuk..
🌺🌺
Terima kasih semua pembaca setiaku jangan lupa tinggalin jejak ya, seperti like komen dan bantu vote juga... Author minta maaf jika masih banyak kekurangan di karya author .Mari saling mendukung.
__ADS_1